Follow Me

Instagram
Showing posts with label TEKNIK. Show all posts
Showing posts with label TEKNIK. Show all posts

Tutorial Menggunakan SAP dalam Mendesain Bangunan Baja

IlmuDasarDanTeknik.*_Kali ini Saya akan membagikan sesuatu yang berkaitan dengan Teknik Sipil, utamanya dalam mendesai struktur bangunan Sipil. Tapi kali ini bukan dalam bentuk Artikel melainkan dalam bentuk video dari Youtube, Silahkan Tonton atau Download. Berikut Videonya :




Silahkan Download dengan Klik Link Download berikut :

KUMPULAN BUKU TEKNIK SIPIL




IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan bebagi mengenai buku-buku yang berkaitan dengan teknik sipil. Buku-buku di bawah ini merupakan buku yang sangat populer saat ini baik di Indonesia maupun seluruh dunia di bidang teknik sipil.

KUMPULAN BUKU TEKNIK SIPIL

BUKU POPULER UNTUK TEKNIK SIPIL

BUKU TEKNIK SIPIL INDONESIA

BUKU TERBAIK TEKNIK SIPIL INTERNASIONAL


Semoga setelah Anda membaca buku-buku di atas Anda akan mendapatkan lebih banyak ilmu tentang teknik sipil.

POLA BILANGAN DALAM BARISAN ATAU DERET BILANGAN MATEMATIKA

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Ilmu yang akan saya bagikan kali ini adalah merupakan ilmu yang terbilang dasar tetapi sangat jarang kita perhatikan bahkan mungkin kita belum kethui. Adalah merupakan bagian dari ilmu matematika, tentunya matematika dasar yang sering kita kenal dengan istilah Barisan dan Deret Bilangan. Akan tetapi saya belum akan menjelaskan secara rinci mengenai itu, melainkan saya akan memberikan penjelasan dasar yang singkat mengenai pola Bilangan. Jadi topik kita kali ini adalah Pola bilangan. Tanpa basa-basi lagi maka berikut ulasan singkatnya.

 POLA BILANGAN

Dalam ilmu matematika secara dasar dijelaskan bahwa pengertian atau definisi dari Pola Bilangan adalah aturan terbentuknya sebuah kelompok bilangan. Pola Bilangan pada umumnya kita kenal ada yang membentuk barisan dan ada pula yang membentuk deret, dan itulah sebabnya mengapa Pola bilangan seperti saya katakan tadi menjadi dasar dalam Barisan dan Deret bilangan. Oleh karena jika tanpa Pola bilangan maka barisan atau pun deret bilangan tidak akan terbentuk.

Macam-macam Pola Bilangan

Pada dasarnya bilangan itu terbentuk itu sama pasti berbentuk baris atau pun deret. Akan tetapi jika kita lihat dari polanya perbedaan bilangan sangat jauh. Misalnya saja bilangan genap dengan bilangan ganjil, itu sangat berbeda. Secara umum ada beberapa macam pola bilangan di antaranya ada tujuh yang saya ketahui yaitu:

Pola Bilangan Asli.

Pola bilangan Asli susunannya yaitu : 1, 2, 3, 4, .... Pola bilangan ke-n adalah n.

Pola Bilangan Genap

Pola bilangan genap memiliki susunan yaitu : 2, 4, 6, 8, .... Pola ke-n adalah 2n.

Pola Bilangan Ganjil

Pola bilangan ganjil susnannya : 1, 3, 5, 7, ... Pola ke-n adalah 2n - 1.

Pola Bilangan Persegi

Pola bilangan Pesegi biasa juga di sebut Pola bilangan bujur sangkat atau berpangkat dua. Susunannya : 1, 4, 9, 16, .... Dimana pola ke-n adalah bilangan n berpangkat 2.

Pola Bilangan Segitiga

Pola bialngan segitiga susunannya : 1, 3, 6, 10, .... Di mana pola ke-n adalah n(n+1)/2.

Pola Bilangan Persegi Panjang

Pola bilangan persegi panjang susunannya: 2, 6, 12, 20, .... Di mana pola ke-n adalah n(n+1).

Pola Bilangan Segitiga Pascal

Pola Bilangan Segitiga Pascal susunannya : 1, 2, 4, 8, .... Di mana pola ke-n adalah n berpangkat (n-1).
Jadi seperti itulah Pola bilangan dalam barisan dan deret bilangan matematika yang saya ketahui dan bisa saya bagikan bagi pembaca sekalian. Mungkin bagi banyak orang ini adalah hal yang sudah umum diketahui tetapi saja di abaikan padahal sangat kompleks penerapannya. Bagi mahasiswa teknik harus lebih banyak mempelajari ilmu dasar yang satu ini karena akan banyak digunakan dalam dunia teknik, khususnya teknik sipil seperti yang saya rasakan saat-saat yang lalu. Semoga postingan saya ini bisa bermanfaat. Terimakasih.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN PEMBEBANAN PADA STRUKTUR

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan memposting sebuah ilmu dari teknik sipil yaitu mengenai Faktor-faktor Yang berkaitan dengan Pembebanan pada suatu struktur.

FAKTOR PEMBEBANAN PADA STRUKTUR

Kekuatan yang dibutuhkan suatu struktur untuk menahan beban berfaktor yang bekerja dengan berbagai kombinasi efek beban disebut Kuat Perlu. Kuat perlu (U) suatu struktur harus dihitung dengan beberapa kombinasi beban yang bekerja pada struktur tersebut. Kuat rencana diperoleh dari mengalikan kuat nominal dengan faktor reduksi kekuatan (Φ) yang nilainya lebih kecil dari satu.
Menurut SNI - 03 - 2847 – 2002 Pasal 11(1) : struktur dan komponen struktur harus direncanakan hingga semua penampang mempunyai kuat rencana minimum sama dengan kuat perlu, yang dihitung berdasarkan kombinasi beban dan gaya terfaktor.Faktor keamanan yang disyaratkan oleh SNI -03-2847-2002 pada komponen struktur untuk menjamin tercapainya prilaku struktur yang cukup baik pada tingkat beban kerja dapat dikelompokkan  dalam dua bagian yaitu faktor beban/kuat perlu dan faktor reduksi kekuatan.

Faktor Beban / Kuat Perlu

Berdasarkan SNI 2847 – 03 – 2002, pasal 11.3 yaitu :
  •     Kuat perlu ( U ) untuk  menahan beban mati ( D ) paling tidak harus sama dengan :
U    =    1,4 D    ………………………………………………..…    ( a )

    Kuat perlu ( U ) untuk menahan beban mati ( D ), beban hidup ( L ) dan juga beban atap ( A ) atau beban hujan ( R ) , paling tidak harus sama dengan :U   =   1,2 D  +  1,6 L  +  0,5 (A atau R)    …………….……    ( b )
  •     Bila beban angin ( W ) turut di perhitungkan, maka pengaruh kombinasi beban     ( D ) , (L) dan ( W ) berikut harus dipelajari untuk menentukan nilai ( U )  sebesar :
U   =   1,2 D  +  1,0 L ± 1,6 W +  0,5 (A atau R)    …………..…    ( c )
Kombinasi beban juga harus memperhitungkan kemungkinan beban hidup ( L ) yang penuh dan kosong untuk mengantisipasi kondisi yang paling berbahaya, sehingga :
U  =   0,9 D  ±  1,6 W        …………………………………......    ( d )
Perlu dicatat bahwa untuk setiap kombinasi  beban D , L , dan W , Kuat perlu (U) tidak boleh kurang dari persamaan (2.2).
  •     Bila ketahanan struktur terhadap beban gempa ( E ) di perhitungkan dalam perencananaa, maka nilai ( U ) harus di ambil sebesar :
U   =   1,2 D  + 1,0 L  ± 1.0  E      ………………….………….    ( e )
atau
U   =    0,9 D  ±  1,0 E      …………………………………….    ( f )
Nilai beban gempa ( E ) di tetapkan berdasarkan ketentuan SNI – 03 - 1726 – 2002 tentang Tata Cara Perancanaan Ketahanan Gempa Untuk  Gedung dan Rumah.

    Faktor Reduksi Kekuatan ( Ø ) / Kuat Rencana.

Kuat rencana suatu komponen struktur , sambungannya dengan komponen struktur lain, dan penampangnya, sehubungan dengan prilaku lentur, beban normal geser , dan torsi harus diambil sebagai hasil kuat nominal yang dihitung berdasarkan kekuatan dan asumsi dengan suatu factor reduksi kekuatan ( Ø ). Faktor reduksi kekuatan ( Ø ) antara lain di gunakan untuk memberikan konsep keamanan lapis kedua dalam menentukan kuat rencana. Pemakaian faktor reduksi dimaksudkan untuk memperhitungkan kemungkinan penyimpangan terhadap kekuatan bahan, pengerjaan, ketidak tepatan ukuran, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan, yang sekalipun masing – masing faktor mungkin masih dalam toleransi persyaratan tetapi kombinasinya memberikan kapasitas lebih rendah. Dengan demikian, apabila faktor reduksi di kalikan dengan kuat ideal teoretik berarti sudah termasuk memperhitungkan tingkat daktilitas, kepentingan, serta tingkat ketepatan ukuran suatu komponen struktur sedemikian hingga kekuatannya dapat di tentukan .
Standar SNI-03-2847-2002 memberikan faktor reduksi kekuatan (Ø) untuk berbagai mekanisme, antara lain sebagai berikut :
  •     Lentur tanpa beban aksial                    =  0,80
  • Beban aksial dan beban aksial dengan lentur : 
  1. Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur        =  0,80
  2. Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur:
           *Komponen struktur dengan tulang spiral         = 0,70
           *Komponen struktur lainnya (sengkang )         = 0,65
  •     Geser dan torsi                         =  0,75
  1.     Geser penahan gempa kuat lentur nominal         =  0, 55
  2. Geser balok-kolom tulangan diagonal         =  0,80
  •     Penampang lentur tanpa beban aksial             =  0,75
  •     Tumpangan pada beton                     =  0,70
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kuat momen / kapasitas momen (Mu) yang di gunakan sama dengan kuat momen ideal ( Mn) di kalikan dengan foktor reduksi (Ø).
Mu      =       Ø   .  Mn    …………….........................    ( g )
Dimana :    Mu       =  Kuat momen / Kapasitas momen
Ø    =  Faktor reduksi
Mn    =  Kuat momen ideal.
Kurang lebih seperti itulah keterkaitan faktor-faktor yang terjadi pada pembebanan struktur. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca semua. Terimakasih

SATUAN-SATUAN DASAR YANG SERING DIGUNAK AN DALAM DUNIA TEKNIK

IlmuDasarDanTeknik*_Berbicara mengenai dunia keteknikan, tentunya tidak akan lepas dari yang dinamakan pengukuran. Ilmu teknik apa pun pasti ujung-ujungnya selalu berurusan dengan pengukuran, baik itu teknik sipil, arsitektur, mesin, industri dan teknik lainnya pasti selalu melakukan praktek lapangan yang menggunakan pengukuran. Dari pengukuran sendiri terdiri dari beberapa jenis pengukuran jika kita tinjau dari cara mengukur dan pengambilan datanya. Jelas sangat berbeda, dalam teknik sipil pengukuran yang paling dominan pastilah pengukuran panjang meskipun masih banyak pengukuran lainnya. Akan tetapi pengukuran selalu mengacuh kepada suatu pembanding atau takaran yang sering kita sebut satuan.
Kali ini saya akan menulis tentang satuan-satuan dasar yang sering digunakan dalam dunia teknik. Berikut ulasannya.

Satuan Panjang.

Pengukuran Panjang paling sering dilakukan dalam dunia teknik. Utamanya teknik sipil, pengukuran panjang digunakan dalam ilmu ukur tanah teknik sipil begitupun juga dengan teknik pertambangan. Alat yang serinng digunakan dalam mengukur panjang, lebar dan keliling adalah penggaris atau untuk skala besar adalah meteran. Di indonesia sendiri, kedua alat ukur tersebut menggunakan satuan centimeter atau meter. Namun di luar negeri mereka sering menggunakan satuan inchi, feet atau mil. Satuan centimeter dan meter merupakan satuan baku untuk panjang.

Gambar

Berikut ini merupakan gambar tangga satuan baku untuk panjang.

Aturan penggunaan satuan panjang baku ialah setiap naik satu tingkat satuan dibagi 10 dan setiap turun satu tingkat satuan dikalikan 10.

Contoh:

1 dm = ... cm, maka penyelesaiannya 1dm = 1 x 10 cm = 10 cm
10 mm = ... cm, maka penyelesaiannya 10 mm = 10 : 10 cm = 1 cm
1 km = .... m, maka penyelesaiannya 1 km = 1 x 10 x 10 x 10 m = 1000 m, karena turun tiga tingkat maka berlaku pengalian 10 sebanyak tiga kali.
2 mm = .... m, maka penyelesaiannya 2 mm = 2 : 10 : 10 :10 m = 0,002 m, naik tiga tingkat maka berlaku pembagian 10 sebanyak tiga kali.
Kurang lebihnya untuk konfersi satuan panjang seperti itu.

Satuan Luas

Tidak ada bedanya dengan pengukuran panjang, pengukuran luas dalam ilmu teknik pun sangat sering digunakan. Misalnya mengukur suatu luas daerah untuk pembangunan, mengukur luas logam yang digunakan dalam pengelasan dan lain sebagainya. Mengukur luas sama dengan mengalikan panjang dengan lebar atau mengalikan alas dengan tingginya. Hal ini berlaku untuk mengukur bidang datar dua dimensi. Satuan luas baku selalu menggunakan kata persegi atau bujur sangkar di akhirnya, yang dilambangkan dengan pangkat dua. Satuan baku untuk satuan luas yang sering digunakan adalah meter persegi, sentimeter persegi atau hektar.
Dalam penerapannya aturan penggunaan satuan Luas baku adalah setiap naik satu tingkat satuan selalu dibagi 100 dan setiap turun satu tingkat satuan dikalikan 100.
Perhatikan Gambar tangga satuan luas berikut!

Contoh:



1 m2 = 10000 cm2 (turun dua tingkat satuan, 100 x 1000)
1000000 mm2 = 100 cm2 (naik dua tingkat satuan, 1000000 mm2: 100 : 100)

Satuan Volume

Ini dia satuan paling populer dalam dunia teknik. Mengapa? Di Laboratorium teknik mana pun pasti akan selalu mengenal istilah volume. Apalagi dengan teknik sipil. Mengukur volume benda bisa kita lakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tingginya atau mengalikan alas dengan tingginya. Tapi ini hanya berlaku untuk benda yang bentuknya beraturan. Dan untuk benda yang tidak beraturan kita dapat menggunakan gelas ukur atau tangki ukur. Satuan baku volume yang sering digunakan di Indonesia menggunakan kata kubik di akhirnya uyang dilambangkan dengan pangkat tiga (...3). Satuan baku untuk volume yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah liter atau mili liter.

Aturan dalam penggunaan satuan volume baku ialah setiap turun satu tingkat satuan maka dikalikan 1000 dan sebaliknya setiap naik satu tingkat satuan dibagi 1000. Penting untuk diingat 1 liter sama dengan 1 dm3.
Berikut gambar tangga satuan volume:

Contoh:

10 liter = 10 dm = 10000 cm (turun satu tingkat maka dikalikan 1000)

TUJUAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN MATERIAL KAYU SERTA PERHITUNGANNYA

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan menulis sebuah artikel ilmu teknik sipil yang mendasar yaitu mengenai Tujuan dan Langkah-langkah pengujian material Kayu serta Perhitungannya. Langsung saja ulasannya sebagai berikut.
Pengujian material kayu dimaksudkan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis kayu. Prosedur pengujian kekuatan mekanis kayu telah distandarisasi oleh beberapa negara antara lain : ASTM (American Soceity for Testing and Material), British Standart, India Standart, SNI (Standar Nasional Indonesia).

Uji Kuat Lentur

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh kuat lentur kayu.

Langkah-langkah pengujian :


  1. Buat benda uji memenuhi dengan ukuran 50x50x760 cm dengan kadar air kayu maksimum 20 %
  2. Tempatkan benda uji diatas dua tumpuan yang memungkinkan bisa bergerak kearah horisontal dengan jarak 710 cm.
  3. Tempatkan bantalan penekan pada tengah bentang
  4. Beri beban pada bantalan penekan dengan kecepatan gerakan beban 2,5 mm per menit. Lakukan sampai benda uji mengalami patah atau telah terjadi beban maksimum.

Perhitungan Kuat Lentur

Kuat lentur dapat dihitung dengan rumus :
fb=  (3 PL)/(2 b( h x h)
Dimana : 
P = beban uji maksimum
L = jarak tumpuan
b = lebar benda uji
h = tinggi benda uji
fb = kuat lentur
Pengujian Lentur Kayu

Uji Tekan kayu

Uji Kuat Tekan Sejajar Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tekan kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ukuran 50 x 50 x 200 mm, ketelitian ukuran benda uji ± 0,25 mm dan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji secara sentris terhadap alat pembebanan
  4. Jalankan mesin dengan kecepatan pergerakan beban 1 mm per menit
  5. Lakuakn pembebanan sampai beban maksimum
  6. Baca dan catat data beban
  7. Gambar bentuk retakan-retakan yang timbul setelah pengujian.

Perhitungan Kuat Tekan Sejajar

Kuat tekan sejajar serat dihitung dengan beban persatuan luas bidang tekan
fc=  P/(b x h)  MPa            
Dimana : 
P= beban uji maksimum
fc= kuat tekan sejajar serat 
b= lebar benda uji
h= tebal benda uji
Pengujian kuat tekan sejajar serat


Uji Kuat Tekan Tegak Lurus Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tekan kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ukuran 50 x 50 x 150 mm, ketelitian ukuran benda uji ± 0,25 mm dan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji secara sentris terhadap alat pembebanan
  4. Jalankan mesin dengan kecepatan pergerakan beban 0,3 mm per menit
  5. Lakuakn pembebanan sampai beban maksimum
  6. Baca dan catat data beban
  7. Gambar bentuk retakan-retakan yang timbul setelah pengujian.

Perhitungan Kuat tekan Tegak Lurus

Kuat tekan tegak lurus serat dihitung dengan beban persatuan luas bidang tekan
fc⊥  =  P/(b x h )  MPa
Dimana : 
P = beban uji maksimum
fc⏊= kuat tekan tegak lurus serat 
b = lebar benda uji
h = panjangplat jepit
Pengujian tekan tegak lurus serat

Uji Tarik Kayu

Uji Tarik Sejajar Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tarik sejajar serat  kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ketentuan ukuran sesuai dengan gambar, dengan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji pada mesin tarik dan jepit pada kedua ujungnya dengan kedudukan vertikal dengan jarak jepitan 260 mm
  4. Jalankan mesin uji dengan kecepatan pembebanan 20 MPa/menit sampai beban maksimum.

Perhitungan Kuat tarik Sejajar Serat
Kuat tarik sejajar serat dihitung dengan menggunakan rumus :
f_t∕∕  =  P/(b x h )  MPa
Dimana : 
P = beban uji maksimum
ft//= kuat tarik sejajar serat
b = lebar benda uji
h = tebal benda uji
Pengujian kuat tarik sejajar serat

Uji Tarik Tegak Lurus Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tarik tegak lurus  serat  kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ketentuan ukuran sesuai dengan gambar, dengan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji pada mesin tarik dan jepit pada kedua ujungnya dengan jarak jepitan 25 mm
  4. Jalankan mesin uji dengan kecepatan pembebanan 1,0 MPa/menit sampai beban maksimum.

Perhitungan Kuat tarik tegak lurus serat

Kuat tarik tegak lurus serat dihitung dengan menggunakan rumus :
f_t⊥  =  P/(b x h )  MPa
Dimana : 
P = beban uji maksimum
ft⏊ = kuat tegak lurus serat
b = lebar benda uji
h = tebal benda uji
Pengujian kuat tarik tegak lurus serat

Uji Kekerasan

Kekerasan ditentukan dengan jangka ball test. uji ini terdiri dari pengukurn beban yang diperlukan untuk memasukkan bola baja berdiameter 0,444 inci sedemikian hingga separuh diameternya masuk dalam benda uji. Kecepatan pembebanan mesin penekan 0,25 inci/menit. Kekerasan langsung dibaca pada skala beban.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Tujuan dan Langkah-langkah pengujian kayu sebagai material bangunan. Semoga Tulisan Ini bermanfaat bagi para pembaca. Terimakasih.

PESAWAT SEDERHANA DAN JENISNYA DALAM ILMU FISIKA SERTA PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

Ilmu pengetahuan di era sekarang semakin berkembang dengan pesat dan begitu cepat. Tanpa kita sadari, perkembangan itu semakin membawa kehidupan manusia menjadi begitu gampang dan mudah dalam melakukan sesuatu. Contoh kecilnya saja, kita bepergian ke mana saja sudah begitu mudah untuk kita lakukan. Tidak seperti jaman dulu, ketika akses jalan di banyak tempat masih sangat minim. Seperti kurangnya kendaraan, buruknya keadaan jalan atau bahkan ada daerah yang sama sekali belum terjangkau. Saya masih sempat merasakannya ketika masih tinggal di kampung halaman, walaupun itu dulu di masa kecil. Jika saya mengingat betapa beratnya menjalani kehidupan tanpa ada pengembangan ilmu pengetahuan. Bagaimana tidak untuk mengambil air minum dari sumur saja harus mengisi air ke dalam bambu kemudian memikulnya sampai ke rumah. Dan jarak yang harus ditempuh beberapa kilo meter dengan berjalan kaki. Bayangkan itu! Tapi sekarang apa saja yang kita lakukan semuanya serba mudah. Seperti kasus air bersih tadi, kebanyakan air bersih sekarang didapatkan dengan mudah. Kita hanya perlu memasang pipa dan mengalirkan air sampai ke rumah dengan bantuan mesin atau bisa juga menggunakan mobil tangki air. Semua ini terjadi sekarang karena adanya pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari masa ke masa. Berbicara tentang Ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam dunia teknik, banyak kemajuan sekarang yang ternyata dikembangkan dari hal-hal yang sederhana. Terkait dengan hal-hal tersebut, dalam ilmu fisika dan teknik kemajuan teknologi semua berawal dari apa yang sering kita sebut dengan pesawat sederhana.
Berhubungan dengan pesawat sederhana, kali ini saya akan menulis mengenai dasar-dasar dan jenis pesawat sederhana dalam ilmu fisika dan teknik serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut Ulasan tentang pesawat sederhana.

Pengertian Pesawat Sederhana

Saya harap semua mengerti tentang pesawat sederhana, tetapi apabila belum maka saya akan jelaskan sedikit tentang pesawat sederhana. Tapi jangan berpikir karena kita menggunakan kata pesawat di sini maka muncul anggapan bahwa yang di maksud adalah pesawat terbang atau pesawat telepon. Bukan! Itu memang termasuk dalam pesawat sederhana, tetapi hanya merupakan sebagian kecil saja. Dalam kehidupan manusia, pasti akan sering mendapatkan kesulitan dalam melakukan pekerjaan masing-masing, tetapi dengan kemajuan teknologi manusia akan menggunakan sesuatu alat untuk membantu mempermudah pekerjaannya tersebut, dan  alat itulah yang kita sebut sebagai pesawat sederhana. Di dalam ilmu fisika sendiri, pesawat sederhana adalah semua alat yang digunakan dan dapat memudahkan suatu pekerjaan. Artinya tenaga atau beban dalam menanggung kuasa yang dilakukan akan jauh lebih kecil dari sebelumnya tanpa menggunakan alat. Sebetulnya pesawat sederhana telah diterapkan manusia sejak masih jaman purba. Buktinya manusia purba sekalipun telah mampu memindahkan batu yang besar dengan keterbatasan mereka. Ternyata mereka juga telah menggunakan pesawat sederhana, walaupun itu masih sangat-sangat sederhana.

Jenis-Jenis Pesawat Sederhana

Dalam penerapan dalam kehidupan keseharian kita, ada beberapa jenis pesawat sederhana yang sering kita gunakan. Pesawat sederhana dalam ilmu fisika yang sering dibahas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setahu saya dan menurut buku-buku yang saya telah pelajari sejak masih di sekolah menengah pertama ada empat jenis, yaitu sebagai berikut:

Tuas ( Pengungkit )

Tuas atau pengungkit inilah yang ternyata telah di gunakan manusia sejak jaman purba. Walau pun menurut kita manusia purba itu pasti memiliki kekuatan tubuh yang besar dengan otak yang tidak akan sampai pada teknik tuas, tetapi itu tak akan berlaku apabila mereka akan memindahkan sesuatu yang ukurannya besar seperti batu atau batang pohon. Menurut beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa mereka juga sudah menggunakan dasar-dasar tuas atau pengungkit walaupun masih sangat sederhana.


Pengertian tuas atau pengungkit adalah pesawat sederhana yang dapat memperbesar gaya angkat dalam suatu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Dalam hal ini maksudnya adalah gaya angkat yang terjadi di tentukan oleh posisi sebuah titik tumpu yang akan memberikan bantuan kuasa yang diberikan bisa sekecil mungkin.
Dalam ilmu fisika dan teknik dikenal ada tiga bagian utama dari tuas, yaitu titik tumpu, titik beban dan titik kuasa. Titik tumpu merupakan bagian yang diberi penumpu, titik beban merupakan bagian tempat di mana beban berada, dan titik kuasa yang merupakan bagian  di mana akan di berikan gaya.
Dalam penerapannya, tuas memiliki perhitungan yang bertujuan mengoptimalkan gaya kerja. Dalam hal ini terdapat perbandingan antara beban gaya yang dikenakan pada beban yang disebut keuntungan mekanik. Keuntungan mekanik tuas sebagai suatu pesawat sederhana bergantung pada perbandingan panjang lengan beban dan panjang lengan kuasa. Apabila lengan beban lebih panjang dari lengan kuasa, maka keuntungan mekanik yang dihasilkan akan semakin kecil. Dan sebaliknya, jika lengan kuasa lebih panjang atau titik kuasa lebih jauh dari titik tumpu, maka keuntungan mekanik yang dihasilkan akan semakin besar. Untuk lebih jelasnya, lihat perbandingan berikut:







di mana:
Km = Keuntungan Mekanik
Ik =Lengan Kuasa
Ib = Lengan Beban
W = beban (N)
F = gaya yang diberikan (N)
Dalam Ilmu fisika dan teknik, ada tiga jenis tuas yang sering kita jumpai dan banyak kita gunakan dalam melakukan pekerjaan kita. Tuas-tuas ini merupakan yang sangat sederhana tetapi fungsi dan manfaatnya bagi kita sangat besar. Jenis-jenis tuas itu sebagai berikut:

Tuas Kelas Pertama:

Sebagai pesawat sederhana, Tuas kelas pertama ini merupakan tuas di mana letak titik tumpu berada di antara kuasa dan beban, sehingga susunannya berturut-turut, Titik Kuasa - titik tumpu - beban. Contohnya adalah gunting, sekop, dan linggis

Gunting : Contoh tuas kelas pertama

Tuas Kelas Kedua

Pada tuas kelas kedua, kedudukan ketiga titik tuas sedikit berbeda dari tuas jenis pertama. Letak beban yang berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Sebagai pesawat sederhana, tuas jenis kedua ini, merupakan alat-alat sederhana yang banyak kita jumpai. Contohnya saja, gerobak dorong dengan roda satu, pembuka tutup botol dan stapler.
Gerobak dorong roda satu: Contoh tuas kelas kedua

Tuas Kelas Ketiga

Tuas kelas ketiga, merupakan pesawat sederhana yang memiliki letak titik kuasa berada di antara titik beban dan titik tumpu. Misalnya saja jepitan roti, tangan bekerja pada titik kuasa tepatnya di tengah batang jepitan itu sendiri. Contoh lainnya adalah siku, alat pancing dan lengan manusia.
Jepitan Roti : Contoh tuas kelas ketiga

Katrol

Apakah Anda tahu apa itu katrol? Katrol merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang sering di gunakan dalam hal memindahkan beban secara vertikal. Misalnya saja seorang tukang bangunan yang akan mengangkut material ke sebuah gedung berlantai, untuk memindahkannya dari bawah ke atas lantai gedung yang tinggi akan sangat melelahkan jika akan mengangkutnya dengan menaiki anak tangga berulang kali. Untuk itu, supaya mempermudah pekerjaannya maka ia harus menggunakan sistem katrol dengan bantuan tali. Seperti Berikut sistem katrol:
Contoh penerapan katrol

Contoh penerapan katrol

Dalam ilmu fisika dan teknik, katrol sangat banyak di gunakan. Sebagai pesawat sederhana benda yang satu ini telah dikembangkan menjadi alat-alat yang begitu canggih dan dikendalikan oleh mesin dan tentunya dengan kinerja yang lebih besar. Meskipun begitu, pada dasarnya katrol hanya terbagi atas dia macam. Yaitu katrol tetap dan katrol bergerak.

Katrol Tetap

Katrol tetap adalah katrol yang memiliki sumbu dibuat tetap pada tempatnya. Katrol ini memiliki fungsi utama untuk mengubah arah atau mengangkat secara vertikal. Contohnya seperti yang saya jelaskan di atas mengenai katrol pengangkat material bangunan. Katrol tetap banyak di gunakan dalam proses mengangkat beban, tujuannya adalah supaya membantu meringankan beban yang akan kita angkat. Bayangkan jika mengangkat sesuatu secara manual ke bangunan atas tanpa katrol. Bisa-bisa badan akan mengalah sebelum waktunya. Jadi, kegunaan katrol ini patut diperhitungkan dalam pekerjaan.

Katrol Bergerak

Katrol bergerak sebagai suatu pesawat sederhana juga semakin banyak dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja di pelabuhan peti kemas, hampir semua alat pengangkat dilengkapi oleh katrol. Ada katrol yang diam di tempat ada pula yang bergerak. Dalam ilmu fisika dan teknik, katrol bergerak diartikan sebagai katrol yang menggantung pada tali penarik sehingga beban diikatkan pada sumbu katrol. Katrol jenis ini terbagi atas tiga macam, yaitu:
  • Katrol tunggal tetap
Pada katrol ini memiliki keuntungan mekanik yang sama dengan 1 karena jarak lengan kuasa dan lengan katrol sama. Dalam penerapan, dapat kita hitung dengan perbandingan berikut:


  • Katrol Tunggal bergerak
Dikatakan katrol tunggal bergerak karena dalam proses pengangkatan atau pemindahan beban, katrol berpindah tempat bersama dengan beban. Pada katrol ini, jarak lengan kuasa menjadi dua kali jarak lengan beban karena titik tumpu  berada pada tepi katrol sebelah kanan. Dalam penerapan sebagai pesawat sederhana khususnya dalam ilmu fisika dan teknik, katrol tunggal bergerak dapat kita hitung dengan persamaan berikut:



  • Sistem Katrol
Selain kedua katrol di atas, ada juga jenis katrol yang dinamakan sistem katrol. Sistem katrol adalah penggabungan antara katrol tetap dan katrol bergerak. Katrol tetap digunakan untuk mengubah arah gaya, sedangkan katrol bergerak digunakan untuk meningkatkan keuntungan mekanik. Keuntungan mekanik katrol ini didasarkan pada jumlah ruas tali yang menahan beban keatas. Dalam ilmu fisikan dan teknik, katrol jenis ini menjadi lebih dikembangkan sehingga menghasilkan keuntungan mekanik yang lebih baik. Dalam penerapan sebagai pesawat sederhana jenis katrol ini sangat memberikan fungsi yang sangat optimal dalam pekerjaan manusia.

Bidang Miring

Apakah Anda pernah melihat seseorang memuat atau menurunkan beban pada mobil Truk? Apakah orang tersebut memindahkan beban itu dengan mudah tanpa bantuan alat? Tentu saja itu adalah pekerjaan yang menyulitkan, namun jika ia memindahkannya dengan bantuan alat pastilah kesulitan itu bisa dikurangi. Saat seperti inilah pesawat sederhana sangat dibutuhkan. Tidak perlu mencari alat-alat yang canggih, tapi cukup dengan hal-hal yang lebih sederhana. Contohnya seperti memindahkan beban dari atau ke atas mobil truk, jika kita menggunakan sebuah bidang yang miring pastilah akan lebih mudah.
Penerapan bidang miring dalam pesawat sederhana
penerapan bidang miring sebagai contoh pesawat sederhana


Dalam ilmu fisika dan teknik, bidang miring adalah suatu permukaan bidang miring yang memiliki penampang berbentuk segitiga untuk memindahkan suatu beban. Bidang miring memiliki keuntungan mekanik yang sangat bergantung pada posisinya.
gambar bidang miring








s = panjang bidang miring

h = tinggi bidang miring
Perhitungan bidang miring

Gaya yang dilakukan untuk memindahkan benda dengan besar massa m dari Posisi A ke B dinyatakan dalam persamaan berikut:



Contoh pesawat sederhana jenis bidang miring adalah baji, sekrup dan tangga.

Roda Gandar

Jenis terakhir dari pesawat sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari adalah roda gandar. Pengertian   roda gandar dalam ilmu fisika dan teknik adalah sebuah roda yang memutar yang dihubungkan dengan gandar dan dapat berputar secara bersamaan. Dalam penerapan roda gandar ini, cara kerjanya adalah memutar sesuatu dengan beban besar dengan gaya yang sekecil mungkin, dan itulah mengapa termasuk sebagai pesawat sederhana.Keuntungan mekanik roda gandar ini adalah jari-jari roda dibagi dengan roda gandar. Dengan persamaan sebagai berikut:

dimana:
R= Jari-jari roda
r= jari-jari gandar

Dalam kehidupan manusia, penerapan pesawat sederhana yang satu ini sangat berperan. Roda gandar sangat banyak kita temukan seperti, Kemudi Mobil, Alat penggulung tambang kapal, derek dal lain sebagainya.
Contoh pesawat sederhana : roda bergandar

Roda bergandar : Pesawat sederhana
Seperti itulah penjelasan dari saya mengenai materi pesawat sederhana dan jenisnya dalam ilmu fisika dan teknik serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah sebuah tulisan yang saya kembangkan dari apa yang pernah saya pelajari ketika masih di bangku Sekolah Menegah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Meskipun telah saya kembangkan namun tetap saja yang menulisnya adalah manusia, lagi pula hanya di tulis sesuai dengan pengetahuan saja. Semoga bermanfaat, Salam dari saya dan terimakasih.

DASAR TEKNIK DRAINASE

Apakah Anda seorang Engineer Teknik Sipil? Jika Ya, tentunya Anda tahu dan pernah mendengar tentang Drainase bukan? Berbicara tentang Drainase, dalam masyarakat umum mungkin tidak terlalu dimengerti oleh masyarakat tetapi penggunaannya sangat penting bagi masyarakat secara umum. Drainase secara umum atau bahasa sehari-harinya adalah fungsi dari got, selokan, kali atau lebih jelasnya saluran air kotor atau air buangan. Di dalam teknik sipil, drainase sangat di perhitungkan fungsinya karena saluran ini membawa manfaat selain untuk menjaga kebersihan dan kestabilan lingkungan juga untuk memberikan perlindungan bangunan utama dari resiko kerusakan akibat air.
Drainase di desain tidak hanya dibuat begitu saja, melainkan melalui proses analisa yang panjang agar dapat memberikan fungsi yang optimal bagi masyarakat. Tentunya kita tidak ingin terkena dampak bajir karena salah perhitungan dari desain drainase bukan? Untuk itulah tak hanya seorang engineer saja tetapi masyarakat umum pun perlu tahu tentang dasar dari teknik drainase ini. Setidaknya anda tahu fungsi, jenis dan cara menjaga kebersihannya agar manfaatnya dapat kita terima secara optimal, meskipun pada kenyataannya di Indonesia sendiri penggunaan drainase sudah tidak sesuai denga fungsi utamanya. Terlihat di kota-kota besar drainase telah berubah fungsi bukan lagi mengalirkan tetapi telah menjadi wadah penampungan air yang sudah kotor luar biasa dengan campuran sampah semua tipe. Dan begitulah keadaan bangsa kita, jika dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Singapura sangat berbeda jauh penataan drainasenya. Tapi bagaimana pun itu, kita kembalikan pada kesadaran diri masing-masing.
Berikut saya akan beri sedikit penjelasan dasar mengenai teknik drainase ini. Berikut ulasannya:

Pengertian Drainase

Pengertian secara pengetahuan masyarakat luas drainase adalah saluran yang mengalirkan air buangan atau limbah yang sering kita sebut dengan got atau selokan. Dalam teknik sipil Drainase adalah usaha pengeringan atau usaha menyalurkan air kotor atau air buangan baik itu air buangan dari rumah tangga, pabrik atau air hujan dari suatu wilayah atau lokasi ke badan air tertentu, seperti danau, sungai, waduk atau laut melalui sebuah saluran agar tidak terjadi genangan air atau banjir pada suatu daerah tertentu.

Kategori Drainase

Sesuai dengan fungsinya drainase dikategorykan menjadi tiga, yaitu terdiri dari:

Drainase Primer.

Drainase primer adalah saluran drainase utama dalam sebuah sistem drainase yang fungsinya menerima air buangan dan air hujan dari semua saluran drainase, baik itu saluran draiase sekunder maupun saluran drainase tersier. Saluran ini berhubungan langsung dengan badan air atau mengalirkan air buangan secara langsung ke sungai, dnau, atau laut.

Drainase Sekunder.

Drainase sekunder adalah saluran drainase yang menangkap atau menerima air buangan dari drainase tersier atau air sekitarnya dan mengalikannya ke drainase primer. Terkadang juga drainase sekunder mengalirkan air buangan langsung ke badan air utamanya drainase sekunder yang berada dekat dan berhubungan langsung dengan badan air seperti sungai, danau, waduk atau laut. Drainase seperti ini banyak ditemukan di darah pemukiman yang berada di bantaran sungai daerah perumahan dan lain-lain.

Drainase Tersier

Drainase tersier adalah saluran drainase yang berfungsi mengalirkan air buangan dari rumah-rumah penduduk kemudian mengalirkannya ke saluran drainase sekunder.  Saluran drainase tersier merupakan saluran yang mengakap air buangan secara langsung dari pembuangan rumah tangga atau pun air hujan yang jatuh di area sekitar rumah. Drainase ini wajib dimiliki setiap rumah agar air buangan dapat dialirkan ke badan air tertentu.

PENGERTIAN DAN SEJARAH PENEMUAN KOMPUTER

1. PENGERTIAN KOMPUTER
Komputer adalah alat yang digunakan untuk mengelolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Awalnya kata komputer dipergunukan untuk menggambarkan orang yang melakukan pekerjaan memnghitung aritmatika deengan atau tanpa alat bantu. Tetapi pada akhirnya kata komputer kemudian digunakan untuk mesin itu sendiri. Jika didefenisikan secara luas, komputer berarti suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang diihubunkan dengan komponen lain sehingga dapat bekerja secara bersama-sama untuk menghasilkan informasi berdasarkan data yang ada. Jadi dapat disimpulkan arti luas dari komputer adalah alat yang memproses infomasi atau sistem pengelolah infomasi.

2. SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
Komputer pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan matematika yang bernama Charles Babbage pada tahun 1822 yaitu menciptakan alat yang bisa melakukan perhitungan yang rumit. Dari alat inilah penemuan komputer dimulai. Kemudian pada tahun 1937, Dr. Jhon V Atanasoff dan Clifford Berry mendessain koputer digital elektronik pertama yang dikenal dengan nama ABC (Atanasoff-Berry Computer). Tetapi alat tersebut hanya bisa meghitung tambah dan kurang saja. Selama perang dunia II tepatnya tahun 1943, seorang ilmuan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris yang digunakan untuk menembus kode petahanan Jerman. Tapi komputer tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan perang saja. Tahun 1943 Selama Perang Dunia 2, ilmuwan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris. Digunakan untuk menembus kode pertahanan Jerman. Setahun setelah itu pada tahun 1944, Howard Hathaway Aiken membuat Mark I yaitu sebuah komputer hitung digital pertama dibuat. Komputer ini memiliki luas 7,45 kaki x 50 kaki, dengan berat 35 ton. Mark I dapat digunakan untuk menghitung probabilitas. Pada tahun berikutnya (1945), Dr. John von Neumann menulis sebuah ide mengenai konsep penyimpanan data. Satu tahun kemudian, Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, jr menyelesaikan komputer skala besar yang pertama dan diberi nama ENIAC (Electronic Numerial Integrator And Computer). Kedua orang ini juga dikenal sebagai penumu komputer. ENIAC berbobot 30 ton yang terdiri dari 18.000 lampu tabung (transistor ukuran besar), memiliki luas 30 kaki x 50 kaki dan memakai tenaga sebesar 160.000watt. ENIAC tidak hanya menghitung tambah, kurang, kali dan bagi saja, tetapijuga dapat diprogram untuk melakukan proses sederhana. Dibandinng dengan Mark I yang hanya dapat menghitung sehingga dapat dilihat bahwa ENIAC adalah komputer yang pertama. Sejak tahun 1947 setelah William Shockley menemukan transistor, ukuran komputer semakin mengecil.


3. KOMPONEN UTAMA KOMPUTER
Ada tiga komponen utama pada komputer yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yaitu:
a. Hardware (perangkat keras)
Hardware terdiri dari perangkat tertentu amempunyai tugas tertentu dalam membangun sebah sistem kerja komputer. Hardware pokok dari komputer adalah Monitor, keyboard, Mouse dan CPU. CPU sendiri berisi minimal Motherboard, Processor, Memory dan Harddisk. Jadi hardwaare merupakan perangkat yang fisiknya nampak berupa benda. Adapun beberapa hardware tambahan seperti stavolt, sound card, speaker aktif, dan printer.
b. Software (perangkat lunak)
Software atau perangkat lunak adalah sekumpulan program atau perintah-perintah digital untuk mengkoordinasikan kerja dari hardware. Software sebetulnya dibagi menjaddi beberapa bagian menurut fungsi kerjanya. Software yang digunakan untuk mengatur kerja hardware sampai dengan siap digunakan lebih lanjut sering disebut dengan Operating System (OS). Contohnya adalah LINUX, Apple dan Microsoft Windows.
c. Brainware (perangkat otak / pelaksana)
Yang dimaksudkan dengan brainware adalah manusia atau orang yang menjalankan komputer. Manusia sebagai brainware terdiri dari beberapa tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah operator (hanya mampu menjalankan saja/menggunakan program). Tingkatan yang lain adalah programing dan analis.

4. MENGENAL APLIKASI KOMPUTER
Dalam komputer terdapat banyak  aplikasi yang dapat digunakan salah satunya adalah aplikasi perkantoran yang dikenal dengan Microsoft Office. Microsoft Office digunakan untuk mengerjakan data-data perkantoran yang diperlukan. Ada tiga bagian Microsoft Office yaitu:
a. Microsoft Word atau Microsoft Office Word
Microsoft Word atau Microsoft Office Word adalah perangkat lunak pengolah kata (word processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows (1989). Setelah menjadi bagian dari Microsoft Office System 2003 dan 2007 diberi nama Microsoft Office Word.
b. Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel
Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007.
c. Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint
Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.

    Demikianlah postingan saya mengenai PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER kiranya bermanfaat. Terimakasih dan Syalom.