Showing posts with label GEDUNG. Show all posts
Showing posts with label GEDUNG. Show all posts

TIPE DAN BENTUK PROFIL BAJA UNTUK TURAP

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Baja dalam teknik sipil tentu tidak asing lagi. Adalag suatu bahan bangunan yang semakin populer dan banyak digunakan saat ini. Selain karena baja baik digunakan di daerah gempa, profil baja juga memiliki berbagai bentuk dan jenis. Ada pun yang saya akan jelaskan saat ini adalah mengenai tipe dan bentuk profil baja yang difungsikan sebagai turap.
Istilah turap dalam teknik sipil singkatnya merupakan suatu dinding vertikal yangpada umumnya relatif tipis yang memiliki fungsi untuk menahan tanah ataupun menahan masuknya air ke dalam lubang galian atau dinding tanah. Oleh karena juga untuk menahan tanah maka fungsi dari turap ini sama persis seperti dinding penahan tanah. Dan sekarang, dalam mebuat turap semakin banyak digunakan profil baja sebagai bahan utama penyusunnya.
Berikut ini saya menuliskan beberapa tipe atau bentuk profil baja untuk turap. Ada pun berbagai tipe atau bentuk dengan karakteristik yang berbeda-beda.
Profik Baja Bentuk U
Profil baja bentuk U memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Ruang kosong pada sambungan cukup rapat dan kedap Air.
  2. Sepasang jari, seperti pada bentuk YSP, bentuk Larssen A dan bentuk L (bentuk FSP. A dan bentuk L) dapat dipasang, dikerjakan serta disimpan dengan mudah.
  3. Bentuk yang praktis dan sederhana, sehingga bentuk U sangat cocok untuk pemakaian yang berulang-ulang.

Profil Baja Bentuk Z
Profil baja bentuk Z memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Pemakaiannya sangat ekonomis, karena profil bentuk Z ini nilai "Momen lawan"-nya relatif tinggi dibandingkan dengan beratnya.
  2. Kekuatan pada sanbungannya tinggi.
Profil Baja Bentuk H
Profil baja bentuk H memiliki karakteristik sebagai berikut: 
  1. "Momen Lawan"-nya tinggi, cocok untuk konstruksi besar.
  2. Sambungannya sangat kokoh.
  3. Konnstruksi dengan profil bentuk H dapat sangat efektif daya kedap airnya, jika diantara sayap-ssayap profil diisi adukan atau beton.
  4. Menpunyai daya dukung vertikal atau tegak yang cukup besar.
Profil Baja Bentuk Box atau Kotak
Profil baja bentuk kotak ini terbuat dari dua profil bentuk U jenis Larssen yan bersatu sama lainnya. Profil baja bentuk Box atau Kotak memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1.  Cocok digunakan untuk konstruksi berat.
  2. Panjang dari tiap bentuk U dapat disambung dalam bentuk-bentuk kotak berdasarkan kebutuhan rencana.

Profil Baja Bentuk Lurus
Profil baja bentuk Lurus memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Sambungannya sangat kokoh.
  2. Daya tahan pada tegangan sambungan tinggi, jadi sangat cocok dipergunakan dalam konstruksi yang mengutamakan kerja sama antara profil, seperti konstruksi "Cofferdam".
Profil Baja Bentuk Berbobot Kecil
Profil baja bentuk berbobot kecil memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Terdiri dari banyak variasi dan bbentuk.
  2. Cocok untuk pemakaian yang berulang-ulang dan penyediaan fasilitas  perbaikan.
  3. Gampang dalam pengerjaannya dan pengangkutannya.
Profil Baja Bentuk Pipa
Profil baja bentuk Pipa memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1. Daya tekan terhadap momen yang tinggi sangat efektif, dan ssangat cocok diperggunakan dalm konstruksi tembok penahan (tanpa jangkar).
  2. Mempunyai banyak macam diameter dan tebal, sehingga mudah memilih sesuai dengan kebutuhan.
  3. Bobot relatif lebih ringan jika dibandingkan dengan ketahannya.
  4. Mudah dalam pelaksanaan.
Demikian jauh informasi mengenai Profil baja untuk turap sesuai dengan tipe dan bentuk serta karakteristik masing-masing. Semoga bermanfaat. Terimakasih.

FAKTOR-FAKTOR YANG BERKAITAN DENGAN PEMBEBANAN PADA STRUKTUR

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan memposting sebuah ilmu dari teknik sipil yaitu mengenai Faktor-faktor Yang berkaitan dengan Pembebanan pada suatu struktur.

FAKTOR PEMBEBANAN PADA STRUKTUR

Kekuatan yang dibutuhkan suatu struktur untuk menahan beban berfaktor yang bekerja dengan berbagai kombinasi efek beban disebut Kuat Perlu. Kuat perlu (U) suatu struktur harus dihitung dengan beberapa kombinasi beban yang bekerja pada struktur tersebut. Kuat rencana diperoleh dari mengalikan kuat nominal dengan faktor reduksi kekuatan (Φ) yang nilainya lebih kecil dari satu.
Menurut SNI - 03 - 2847 – 2002 Pasal 11(1) : struktur dan komponen struktur harus direncanakan hingga semua penampang mempunyai kuat rencana minimum sama dengan kuat perlu, yang dihitung berdasarkan kombinasi beban dan gaya terfaktor.Faktor keamanan yang disyaratkan oleh SNI -03-2847-2002 pada komponen struktur untuk menjamin tercapainya prilaku struktur yang cukup baik pada tingkat beban kerja dapat dikelompokkan  dalam dua bagian yaitu faktor beban/kuat perlu dan faktor reduksi kekuatan.

Faktor Beban / Kuat Perlu

Berdasarkan SNI 2847 – 03 – 2002, pasal 11.3 yaitu :
  •     Kuat perlu ( U ) untuk  menahan beban mati ( D ) paling tidak harus sama dengan :
U    =    1,4 D    ………………………………………………..…    ( a )

    Kuat perlu ( U ) untuk menahan beban mati ( D ), beban hidup ( L ) dan juga beban atap ( A ) atau beban hujan ( R ) , paling tidak harus sama dengan :U   =   1,2 D  +  1,6 L  +  0,5 (A atau R)    …………….……    ( b )
  •     Bila beban angin ( W ) turut di perhitungkan, maka pengaruh kombinasi beban     ( D ) , (L) dan ( W ) berikut harus dipelajari untuk menentukan nilai ( U )  sebesar :
U   =   1,2 D  +  1,0 L ± 1,6 W +  0,5 (A atau R)    …………..…    ( c )
Kombinasi beban juga harus memperhitungkan kemungkinan beban hidup ( L ) yang penuh dan kosong untuk mengantisipasi kondisi yang paling berbahaya, sehingga :
U  =   0,9 D  ±  1,6 W        …………………………………......    ( d )
Perlu dicatat bahwa untuk setiap kombinasi  beban D , L , dan W , Kuat perlu (U) tidak boleh kurang dari persamaan (2.2).
  •     Bila ketahanan struktur terhadap beban gempa ( E ) di perhitungkan dalam perencananaa, maka nilai ( U ) harus di ambil sebesar :
U   =   1,2 D  + 1,0 L  ± 1.0  E      ………………….………….    ( e )
atau
U   =    0,9 D  ±  1,0 E      …………………………………….    ( f )
Nilai beban gempa ( E ) di tetapkan berdasarkan ketentuan SNI – 03 - 1726 – 2002 tentang Tata Cara Perancanaan Ketahanan Gempa Untuk  Gedung dan Rumah.

    Faktor Reduksi Kekuatan ( Ø ) / Kuat Rencana.

Kuat rencana suatu komponen struktur , sambungannya dengan komponen struktur lain, dan penampangnya, sehubungan dengan prilaku lentur, beban normal geser , dan torsi harus diambil sebagai hasil kuat nominal yang dihitung berdasarkan kekuatan dan asumsi dengan suatu factor reduksi kekuatan ( Ø ). Faktor reduksi kekuatan ( Ø ) antara lain di gunakan untuk memberikan konsep keamanan lapis kedua dalam menentukan kuat rencana. Pemakaian faktor reduksi dimaksudkan untuk memperhitungkan kemungkinan penyimpangan terhadap kekuatan bahan, pengerjaan, ketidak tepatan ukuran, pengendalian dan pengawasan pelaksanaan, yang sekalipun masing – masing faktor mungkin masih dalam toleransi persyaratan tetapi kombinasinya memberikan kapasitas lebih rendah. Dengan demikian, apabila faktor reduksi di kalikan dengan kuat ideal teoretik berarti sudah termasuk memperhitungkan tingkat daktilitas, kepentingan, serta tingkat ketepatan ukuran suatu komponen struktur sedemikian hingga kekuatannya dapat di tentukan .
Standar SNI-03-2847-2002 memberikan faktor reduksi kekuatan (Ø) untuk berbagai mekanisme, antara lain sebagai berikut :
  •     Lentur tanpa beban aksial                    =  0,80
  • Beban aksial dan beban aksial dengan lentur : 
  1. Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur        =  0,80
  2. Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur:
           *Komponen struktur dengan tulang spiral         = 0,70
           *Komponen struktur lainnya (sengkang )         = 0,65
  •     Geser dan torsi                         =  0,75
  1.     Geser penahan gempa kuat lentur nominal         =  0, 55
  2. Geser balok-kolom tulangan diagonal         =  0,80
  •     Penampang lentur tanpa beban aksial             =  0,75
  •     Tumpangan pada beton                     =  0,70
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa kuat momen / kapasitas momen (Mu) yang di gunakan sama dengan kuat momen ideal ( Mn) di kalikan dengan foktor reduksi (Ø).
Mu      =       Ø   .  Mn    …………….........................    ( g )
Dimana :    Mu       =  Kuat momen / Kapasitas momen
Ø    =  Faktor reduksi
Mn    =  Kuat momen ideal.
Kurang lebih seperti itulah keterkaitan faktor-faktor yang terjadi pada pembebanan struktur. Semoga postingan ini bermanfaat bagi pembaca semua. Terimakasih

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BETON

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan membagikan sedikit informasi mengenai beton. Bebicara tentang beton pasti arahnya kepada dunia teknik sipil, di mana beton merupakan salah satu bagian yang sangat besar peranannya di dunia struktur dalam ilmu teknik sipil. Beton merupakan dasar yang sangat penting pada struktur bangunan, utamanya bangunan yang memang menggunakan struktur beton.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BETON

Dalam teknik sipil, definisi beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat-agregat lain yang  dicampur dengan suatu pasta sebagai pengikat yang terbuat dari semen dan air membentuk suatu massa seperti batuan setelah didiamkan beberapa waktu tertentu. Ada waktu tertentu satu atau lebih bahan aditif ditambahkan untuk menghasilkan karakteristik tertentu, seperti kemudahan pekerjaan atau workability, waktu pengerasan, durabilitas dan lain sebagainya.
Peranan beton sebagai salah satu pembentuk stuktur bangunan memang sangat dominan di bandingkan dengan bahan lainnya. Utamanya di Indonesia, beton masih menjadi pilihan banyak pengguna konstruksi. Tetapi seperti apa pun keunggulan beton pasti tetap memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut saya berikan beberapa kelebihan dan kelemahan beton.

KELEBIHAN BETON

Sebagai pembentuk struktur bangunan, beton memiliki banyak kelebihan yang membuat masih banyaknya orang menggunakan beton sebagai pembentuk struktur bangunan. Adapun kelebihan itu sebagai berikut:
  • Beton memiliki kuat tekan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan bahan bangunan lainnya.
  • Struktur beton sangat kokoh.
  • Terbuat dari bahan-bahan lokal yang sangat murah dan hampir ditemui di semua daerah di Indonesia (pasir, kerikil dan air).
  • Beton memiliki ketahanan yang tinggi.
  • Memiliki usia layan yang panjang. Dalam kondisi yang normal struktur beton bertulang dapat digunakan sampai kapan pun tanpa kehilangan kemampuannya untuk menahan beban, bahkan kekuatannya semakin lama semakin lama akan semakin bertambahkarena lamanya proses pemadatan pasta semen.
  • Beton tidak memerlukan biaya perawatan yang besar.
  • Dapat di cetak menjadi bentuk yang sangat beragam, mulai dari plat, kolom, balok, kubah, cangkan dan lain sebagainya.

KELEMAHAN BETON

Beton memang banyak memiliki kelebihan. Tetapi tidak lupa juga ternyata beton juga memiliki banyak kekurangan atau kelemahan dalam pengaplikasiannya dalam ilmu struktur. Adap pun kelemahan beton sebagai berikut:
  • Beton memiliki kuat tarik  yang sangat rendah, sehingga memerlukan bantuan dengan penggunaan tulangan terik.
  • Rendahnya kekuatan persatuan berat sehingga mengakibatkan beton bertulang menjadi berat, ini berpengaruh terhadap struktur-struktur bentang panjang dimana berat beban  mati beton yang sangat besar akan sangat mempengaruhi momen lentur.
  • Rendahnya kekuatan per satuan volume, mengakibatkan beton bertulang memiliki ukuran yang relatif besar, hal ini di pertimbangkan untuk bangunan-bangunan tinggi dan struktur-struktur yang berbentang panjang.
  • Sifat-sifat beton sangat bervariasi karena bervariasinya proporsi campuran dan pengadukannya. Selain itu, penuangan dan perawatan beton tidak bisa ditangani seteliti produksi material atau bahan bangunan lainnya seperti baja, kayu lapis, dan lain sebagainya.
Itulah kelebihan dan kelemahan beton. Jadi untuk menggunakan beton ini, sebaiknya mempertimbangkan kelemahan atau pun kelebihannya. Tapi ingat masing-masing material memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Semuanya terserah pada rencana kualitas suatu bangunan.
Demikianlah ulasan informasi ilmu dasar dari saya mengenai Kelebihan dan Kelemahan Beton. Semoga bermanfaat, terimakasih.

CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH TYPE 45

Apakah Anda tahu apa itu RAB? RAB adalah singkatan dari Rencana Anggaran Biaya yang di mana merupakan suatu perincian biaya dalam suatu pekerjaan yang bertujuan menghitung seluruh kebutuhan biaya dari tahap ke tahap suatu pekerjaan. Dalam suatu perencanaan kegiatan di semua bidang pasti selalu ada yang namanya perencanaan biaya. Mengapa perencanaan biaya itu penting? Itu supaya kita dapat mengatur berapa jumlah dana yang akan dibutuhkan untuk menjadikan suatu kegiatan itu selesai atau rampung dan terlaksana dengan baik. Dalam dunia teknik sipil Rencana Anggaran Biaya dikenal dengan Istilah yang menggunakan bahasa daerah Engineering Estimate yang khusus menangani perencanaan Anggaran suatu pekerjaan atau proyek. Baik itu proyek kecil atau pun yang besar, utamanya proyek atau pekerjaan yang dalam skala besar itu wajib hukumnya dibuatkan Rencana Anggaran Biaya. Tujuannya supaya tidak terjadi kerugian yang besar...hehe dan banyak deh tujuan lainnya. Dari pada penasaran Seperti Apa sih itu RAB? Berikut Ulasannya dan Contohnya.

UMUM

Kalau sebelumnya kita pernah membahas mengenai contoh Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) MCK Umum, kali ini kita akan kembali membahas Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah type 45. Sama seperti biasanya sebelum masuk dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya atau RAB ini sendiri, terlebih dahulu dilakukan analisa yaitu Analisa Harga Satuan yang di tampilakan dalam Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Setelah kita telah melakukan analisa harga satuan tersebut barulah kemudian kita melakukan penghitungan sub total dari masing-masing pekerjaan dan hasilnya akan kita pindahkan ke Sheet berikutnya di mana kita akan membuat Rencana Anggaran Biaya untuk dikalikan dengan hasil Penghitungan Volume Pekerjaan sehingga kita bisa mendapatkan hasil sub total masing-masing pekerjaan. Rencana Anggaran Biaya rumah type 45 ini lebih banyak memiliki sub-sub pekerjaan ketimbang dengan RAB MCK. Ini di akibatkan karena bagian-bagian rumah lebih kongkrit di banding MCK Umum yang sangat sederhana. Jadi pengerjaan rumah membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pengerjaan MCK Umum.

CONTOH

Untuk lebih jelasnya, kita lihat saja tampilan Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah yang ada di bawah ini. Tampilan di bawah ini sudah saya sertakan dengan hasil Rekapitulasinya serta biaya total proyek per unit rumah type 45. Sekali lagi saya tegaskan untuk kemudahan penghitunganya sebaiknya RAB ini sendiri  di buat dalam Microsoft Excel. Contoh Rencana Anggaran Biaya berikut ini merupakan contoh RAB rumah type 45 yang termasuk dalam proyek perumahan yang berlokasi di kota Jayapura:




RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )










PROGRAM
:
Pembangunan 1 Unit Rumah Type 45 M2



KEGIATAN
: 
Pembangunan Perumahan




LOKASI
: 
Kota Jayapura - Kotaraja













No
Uraian



Volume

Harga Satuan
Jumlah Harga









A.


PEKERJAAN GUEST HOUSE





I

Pekerjaan Persiapan






1

Pembersihan lokasi

         1,000
Ls
 Rp     500.000,00
 Rp     500.000,00
2

Pengukuran dan pemasangan bouwplank
       35,500
m1
 Rp        54.920,00
 Rp    1.949.660,00






sub total

 Rp     2.449.660,00

II

Pekerjaan Tanah, Pasir dan Pondasi





1

Galian tanah pondasi

        23,547
m3
 Rp         51.200,00
 Rp    1.205.606,40
2

Urugan tanah kembali
          7,849
m3
 Rp          17.066,67
 Rp         133.956,27
3

Pondasi Batu Kali/Batu Gunung 1:4
          11,578
m3
 Rp      892.200,00
 Rp   10.330.003,13
4

Cor Lantai Kerja 1:3:5
           0,115
m3
 Rp        913.215,00
 Rp        105.202,37
5

Cor Beton Pondasi Poerplat 1:2:3
         0,960
m3
 Rp    4.630.375,00
 Rp    4.445.160,00
6

Pancang Cerucuk Kayu Besi 10/10cm
       30,000
bh
 Rp       197.300,00
 Rp    5.919.000,00
7

Pas. Anstamping

         0,653
m3
 Rp       461.450,00
 Rp        301.234,56
8

Urugan Pasir dibawah lantai
         2,650
m3
 Rp       322.100,00
 Rp       853.565,00
9

Urugan Pasir dibawah pondasi
          3,413
m3
 Rp       367.700,00
 Rp      1.254.776,25
10

Saluran Keliling Bangunan
          1,800
m3
 Rp        697.578,63
 Rp      1.255.641,53
11

Septictank


         1,000
unit
 Rp    7.729.500,00
 Rp    7.729.500,00






sub total

 Rp   33.533.645,49

III

Pekerjaan Beton






1

Lantai Rabat


         0,700
m3
 Rp        913.215,00
 Rp       639.250,50
2

Cor Beton Kolom Praktis 12/12cm 1:2:3
          0,691
m3
 Rp   6.950.300,00
 Rp    4.804.047,36
3

Cor Beton Ring Balk 12/15cm 1:2:3
          0,819
m3
 Rp    6.201.300,00
 Rp     5.078.864,70
4

Plat Beton Tbl 8 cm

          0,576
m3
 Rp    4.282.150,00
 Rp     2.466.518,40
5

Sloof beton bertulang  15/20
          1,643
m3
 Rp    4.172.300,00
 Rp     6.853.002,75






sub total

 Rp   19.841.683,71

IV

Pekerjaan Lantai dan Dinding





1

Pas. Dinding Tembok 1:4
         14,617
m3
 Rp       770.300,00
 Rp     11.259.629,16
2

Pas. Plesteran dinding 1 : 4
      252,620
m2
 Rp        27.900,00
 Rp    7.048.098,00
3

Pas. Meja beton dapur 1:3:5
         0,688
m2
 Rp        913.215,00
 Rp        628.291,92
4

Pas. Lantai Keramik 40/40
        47,350
m2
 Rp        133.625,00
 Rp      6.327.143,75
5

Pas. Lantai Keramik 20/20
         3,000
m2
 Rp         163.175,00
 Rp       489.525,00
6

Pek. Dinding Keramik 20/20
       10,000
m2
 Rp        157.075,00
 Rp     1.570.750,00






sub total

 Rp   27.323.437,83

V.

Pekerjaan Kayu






1

Kusen kayu besi 5/10
         0,340
m3
 Rp    6.162.600,00
 Rp    2.095.284,00
2

Jendela kaca bening 3 mm
         4,820
m2
 Rp       229.207,50
 Rp      1.104.780,15
3

Pintu panil kayu besi

          1,680
m2
 Rp      263.000,00
 Rp      441.840,00
4

Pintu Plywood


          6,266
m2
 Rp       207.780,00
 Rp     1.301.949,48
5

Plafond Tripleks 3mm

         56,170
m2
 Rp        36.060,00
 Rp    2.025.490,20
6

Pasangan rangka plafond ky matoa
        52,950
m2
 Rp        39.450,00
 Rp     2.088.877,50
7

Pasangan list plafond
        75,900
m'
 Rp          6.476,00
 Rp       491.528,40






sub total

 Rp     9.549.749,73
No
Uraian



Volume

Harga Satuan
Jumlah Harga









VI

Pekerjaan Penggantung





1

Kunci Tanam 2 Slag

         2,000
bh
 Rp       257.300,00
 Rp       514.600,00
2

Kunci Tanam Royal

         3,000
bh
 Rp        67.300,00
 Rp       201.900,00
3

Engsel pintu ring nilon kuningan
        11,000
psg
 Rp          22.713,00
 Rp      249.843,00
4

Engsel jendela kuningan
        16,000
psg
 Rp         21.805,00
 Rp      348.880,00
5

Gerendel jendela + dobel tarikan jendela
         8,000
set
 Rp         46.610,00
 Rp       372.880,00






sub total

 Rp     1.688.103,00









VII

Pekerjaan Atap







1

Kuda-kuda kayu besi 5/10 cm
         0,700
m3
 Rp    5.497.900,00
 Rp    3.848.530,00
2

Gording kayu matoa  5/10 cm
         0,393
m3
 Rp     2.917.700,00
 Rp      1.147.239,64
3

Pas. listplank papan kayu besi 2/20 cm
         2,430
m2
 Rp        60.200,00
 Rp       146.286,00
4

Pas Kaso dan Reng Kayu Matoa
        27,750
m2
 Rp         42.275,00
 Rp        1.173.131,25
5

Pas. Atap Multiroof

        64,981
m2
 Rp        89.860,00
 Rp      5.839.174,69
6

Pas. Nok Atap Multiroof
         6,630
m'
 Rp        55.450,00
 Rp        367.633,50






sub total

 Rp   12.521.995,08









VIII

Pekerjaan Pengecatan





1

Pengecatan List Plafond
3,795
m2
 Rp         23.725,00
 Rp         90.036,38
2

Pengecatan Dinding Tembok
252,620
m2
 Rp           8.756,50
 Rp     2.212.067,03
3

Pengecatan plafond Tripleks
56,170
m2
 Rp         12.630,00
 Rp        709.427,10
4

Pengecatan kusen, daun pintu dan rangka jendela
25,737
m2
 Rp         23.725,00
 Rp        610.610,33






sub total

 Rp     3.622.140,83









IX

Pekerjaan Instalasi Listrik





1

Penyambungan Lisrik

1,00
unit
 Rp   2.500.000,00
 Rp   2.500.000,00
2

Pasang Box Panel

1,00
unit
 Rp        314.130,00
 Rp        314.130,00
3

Pekerjaan Ground Panel
1,00
unit
 Rp     200.000,00
 Rp     200.000,00
4

Pasang Kabel Puding
1,00
ls
 Rp       90.000,00
 Rp       90.000,00
5

Armatur







-
Lampu tanam SL 18 watt
6,00
ttk
 Rp        114.250,00
 Rp      685.500,00

-
Lampu tanam SL 14 watt
4,00
ttk
 Rp        110.750,00
 Rp     443.000,00

-
Pas. Saklar ganda

3,00
ttk
 Rp       102.500,00
 Rp      307.500,00

-
Pas. Saklar tunggal

3,00
ttk
 Rp      100.000,00
 Rp     300.000,00

-
Pas. Stop kontak

5,00
ttk
 Rp      100.000,00
 Rp     500.000,00






sub total

 Rp     5.340.130,00









X

Pekerjaan Sanitair






1

Pek. Instalasi Air Bersih Pipa Gip Ø3/4"
10,00
m1
 Rp         89.315,00
 Rp       893.150,00
2

Pek. Instalasi Air Hujan Pipa PVC Ø2"
10,50
m1
 Rp        92.964,00
 Rp        976.122,00
3

Pek. Instalasi Air Kotor Padat Pipa PVC Ø4"
2,00
m1
 Rp       512.209,00
 Rp     1.024.418,00
4

Pek. Pasang Stop Kran Air  Ø1 1/2"
2,00
bh
 Rp         32.587,50
 Rp          65.175,00
5

Pek. Wash Bak Cuci

1,00
bh
 Rp      503.930,00
 Rp      503.930,00
6

Pek. Pasang Kloset Duduk
1,00
bh
 Rp     1.364.150,00
 Rp     1.364.150,00
7

Pek. pasang Floor Drain
1,00
bh
 Rp        85.000,00
 Rp        85.000,00
8

Pek. Pasang Mesin Pompa Sanyo
1,00
Ls
 Rp     500.000,00
 Rp     500.000,00
9

Pek. Pasang Sumur Bor
1,00
Ls
 Rp  3.000.000,00
 Rp  3.000.000,00






sub total

 Rp     8.411.945,00













































REKAPITULASI

ENGINEERING ESTIMATE










PROGRAM
:
Pembangunan 1 Unit Rumah Type 45 M2



KEGIATAN
: 
Pembangunan Perumahan




LOKASI
: 
Kota Jayapura - Kotaraja













No
Uraian
Jumlah









A.


PEKERJAAN GUEST HOUSE







I
Pekerjaan Persiapan




 Rp    2.449.660,00
II
Pekerjaan Tanah, Pasir dan Pondasi



 Rp   33.533.645,49
III
Pekerjaan Beton




 Rp   19.841.683,71
IV
Pekerjaan Lantai dan Dinding



 Rp   27.323.437,83
V
Pekerjaan Kayu




 Rp    9.549.749,73
VI
Pekerjaan Penggantung



 Rp    1.688.103,00
VII
Pekerjaan Atap





 Rp   12.521.995,08
VIII
Pekerjaan Pengecatan



 Rp    3.622.140,83
IX
Pekerjaan Instalasi Listrik



 Rp    5.340.130,00
X
Pekerjaan Sanitair




 Rp    8.411.945,00







JUMLAH  
 Rp 124.282.490,67















REAL COST

 Rp  124.282.490,67





TOTAL 1 UNIT RUMAH
 Rp  124.282.490,67






DIBULATKAN

 Rp  124.282.400,00











Terbilang:
Seratus Dua Puuluh Empat Juta Dua Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Empat Ratus Rupiah.

























Jayapura,20 Agustus 2014



































































JUAN VICKEY PASASSA























         Oke sahabat sipil, saya rasa contoh di atas cukup untuk membantu anda mengenali gambaran dari  Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah Type 45. Ini hanya contoh sederhana saja karena Rencana Anggaran Biaya yang sebenarnya anda  akan temui jika anda telah mengerjakan proyek pembangunan yang sesungguhnya. Dalam hal ini, saya hanya memberikan contoh kecil, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda. Demikianlah Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah yaitu dalam contoh ini saya menampilkan contoh dengan objek rumah sederhana yakni type 45. Mudah-mudahan bermanfaat. Syalom, Terimakasih.

Lihat juga artikel mengenai:
CONTOH DAFTAR HARGA SATUAN dan UPAH KERJA dan ANALISA...

CONTOH DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

CONTOH PENGHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN

CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA MCK UMUM

CARA MENGHITUNG VOLUME PEKERJAAN PERSIAPAN RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN


CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) RUMAH TYPE 120
 Follow My Instagram
Instagram