Follow Me

Instagram
Showing posts with label PERENCANAAN. Show all posts
Showing posts with label PERENCANAAN. Show all posts

PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS DRAINASE DALAM TEKNIK SIPIL

IlmuDasarDanTeknik*_Hai para Sahabat teknik kali ini kita akan membahas mengenai salah satu bagian penting dalam ilmu keteknikan, utamanya dalam Teknik Sipil. Pembahasan kali ini mengenai Drainase. Drainase dalam ilmu keteknikan tidak hanya kita temui dalam teknik sipil saja, tapi bisa juga kita pelajari dalam ilmu teknik lainnya, misalnya teknik lingkungan, teknik mesin, teknik elektro dan lain sebagainya, "Teknik Mesin, Teknik Elektro? Apa hubungannya?" Memang tidak se-HOT teknik sipil😆 karena hanya diulas dalam porsi kecil dan terbatas dan memiliki keterkaitan dengan inti ilmu yang sangat kecil . Namun jika anda ingin mengupas tuntas mengenai drainase, maka paling tepatnya adalah anda belajar teknik sipil. Loh, mengapa bisa demikian? Karena, jika anda ingin merencanakan drainase dengan baik, efisien, ekonomis, bebas banjir dan tentunya bebas pemeriksaan hehehe, maka anda perlu belajar dengan giat di Jurusan teknik sipil. Bayangkan jenis aliran yang mengalir di atas drainase pun anda perlu ketahui loh. Selain itu, jika drainasenya dari beton, maka tebal lapis beton yang tentukan adalah Anda "Jika anda perencana yang baik dan tukangnya tidak nakal 😌". Tapi dari pada saya banyak ngoceh, sebaiknya jika Anda pembaca yang baik lewatkan saja, karena inti materinya ada di bawah👇 Hahaha....... Oke langsung saja,.....

Pengertian Drainase 

Definisi Wikipedia

Menurut Wikipedia, "Kok Wikipedia lagi yah? Coba kek sesekali Piki Pe Dia kah, Riki Pe Dia kah atau Tiki Pe Dia kah, hehehe". Wikipedia menulikan bahwa Drainase atau pengatusan adalah pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat. Pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air[1]. Irigasi dan drainase merupakan bagian penting dalam penataan sistem penyediaan air di bidang pertanian maupun tata ruang.
Saluran drainase sering kali dirujuk sebagai drainase saja karena secara teknis hampir semua drainase terkait dengan pembuatan saluran. Saluran drainase permukaan biasanya berupa parit , sementara untuk bawah tanah disebut gorong-gorong di bawah tanah.
Dalam lingkup rekayasa sipil, drainase dibatasi sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal sesuai dengan kepentingan. Dalam tata ruang, drainase berperan penting untuk mengatur pasokan air demi pencegahan banjir[2]. Drainase juga bagian dari usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas.

Definisi Profesional

Drainase merupakan salah satu fasilitas dasar yang dirancang sebagai sistem guna memenuhi kebutuhan masyarakat dan merupakan komponen penting dalam perencanaan kota (perencanaan infrastruktur khususnya). Berikut beberapa pengertian drainase. Menurut Dr. Ir. Suripin, M.Eng. (2004;7) drainase mempunyai arti mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Secara umum, drainase didefinisikan sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal. Drainase juga diartikan sebagai usaha untuk mengontrol kualitas air tanah dalam kaitannya dengan salinitas. Drainase yaitu suatu cara pembuangan kelebihan air yang tidak diinginkan pada suatu daerah, serta cara-cara penangggulangan akibat yang ditimbulkan oleh kelebihan air tersebut. (Suhardjono 1948:1). Dari sudut pandang yang lain, drainase adalah salah satu unsur dari prasarana umum yang dibutuhkan masyarakat kota dalam rangka menuju kehidupan kota yang aman, nyaman, bersih, dan sehat. Prasarana drainase disini berfungsi untuk mengalirkan air permukaan ke badan air (sumber air permukaan dan bawah permkaan tanah) dan atau bangunan resapan. Sehingga dapat disimpulkan drainase adalah suatu system untuk menangani kelebihan air. Kelebihan air yang perlu ditangani atau dibuang meliputi:
•    Air atau aliran/limpasasn diatas permukaan tanah(surface flowatau surface run off)
•    Aliran bawah tanah(subsurface flow atau subflow)
Pada dasarnya drainase tidak diperlukan bila kelebihan air yang tidak menimbulkan permasalahan bagi masyarakat. Drainase diperlukan bila air kelebihan menggenang pada daerah-daerah yang mempunyai nilai ekonomis seperti daerah perkotaan, pertanian, industri, dan pariwisata.

Jenis-jenis drainase

Drainase secara umum dibagi menjdai dua bagian yaitu drainase permukaan tanah dan drainase bawah tanah. Dalam perencanaan keduanya memilki konsep dasar yang berbeda, namun daam perencanaan system drainase  tentu perlu direncanakan baik drainase permukaan maupun drainase bawah permukaan. Secara garis besar dikenal tiga jenis system drainase:

Drainase perkotaan

Semua kota-kota besar mempunyai system drainase untuk pembuangan airhujan. Aliran permukaan dialirkan melalui saluran tersier, sekunder, kemudian berkumpul di saluran primer (utama) untuk kemudian dibuang ke dalam sungai, danau, laut. Pembuangan edapat mungkin dilakukan dengan cara gravitasi, apabila tak mungkin maka digunakan system pompa dengan bangunan pendukung. Saluran dapat berupa saluran tertutup ataupun saluran terbuka yang sesuai dengan kebutuhan dan system pemeliharaan yangada. Dilihat dari cara pemeliharaan saluran terbuka lebih mudah dibandingkan yang tertutup.

Drainase Lahan

Drainase lahan bertujuan membuang kelebihan air permukaan dari suatu daerah atau menurunkan taraf muka air tanah sampai dibawah daerah akar, untuk memperbaiki tumbuhnya tanaman atau menurunkan akumulasi garam-garam tanah, kondisi ini difungsikan untuk pertanian dan perkebunan.

Drainase jalan

Drainase jalan raya dibedakan untuk perkotaan dan luar kota.Umumnya di perkotaan dan luar perkotaan drainase jalan raya selalu mempergunakan drainase muka tanah (Surface drainage). Di perkotaan saluran muka tanah selalu ditutup sebagai bahu jalan atau trotoar. Walaupun juga sebagaiman diluar perkotaan, ada juga saluran drainase muka tanah tidak tertutup (terbuka lebar), dengan sisi atas saluran rata dengan muka jalan sehingga air dapat masuk dengan bebas. Drainase jalan raya pi perkotaan elevasi sisi atas selalu lebih tinggi dari sisi atas muka jalan .Air masuk ke saluran melalui inflet. Inflet yang ada dapat berupa inflet tegak ataupun inflet horizontal. Untuk jalan raya yang lurus, kemungkinan letak saluran pada sisi kiri dan sisi kanan jalan. Jika jalan ke arah lebar miring ke arah tepi, maka saluran akan terdapat pada sisi tepi jalan atau pada bahu jalan, sedangkan jika kemiringan arah lebar jalan kea rah median jalan maka saluran akan terdapat pada median jalan tersebut. Jika jalan tidak lurus ,menikung, maka kemiringan jalan satu arah , tidak dua arah seperti jalan yang lurus. Kemiringan satu arah pada jalan menikung ini menyebabkan saluran hanya pada satu sisi jalan yaitu sisi yang rendah. Untuk menyalurkan air pada saluran ini pada jarak tertentu,direncanakan adanya pipa nol yang diposisikan dibawah badan jalan untuk mengalirkan air dari saluran.
Oke Sahabat Seperjuangan, tanpa banyak ngoceh dengan sangat apa yah, saya tutup dulu Ulasannya jika kurang lenngkap, mohon maaf dan silahkan cari referensi di blog atau di web lain saja atau sekalian Perpustakaan saja, kasihan semakin hari semakin beban hidup dalam perencanaan perpustakaan semakin diabaikan. Dan semoga bermanfaat, sekian dan terimakasih.😎💖Civil....
Oh iya teman-teman Jika berkenan Silahkan Ikuti Instagram Saya 👇
 Follow Me
Instagram

JENIS-JENIS DASAR JEMBATAN SECARA UMUM DALAM TEKNIK SIPIL

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan menulis tentang Jenis-jenis dasar jembatan secara umum dalam teknik Sipil. Jembatan adalah salah satu fasilitas umum yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Karena begitu pentingnya, sehingga pembangunan jembatan sangatlah di utamakan di berbagai negara. Bukan hanya sebagai fasilitas umum, di jaman sekarang jembatan malah menjadi simbol kebanggaan sebuah negara. Pembangunan jembatan menjadi kepentingan sebuah negara untuk mempermudah sistem transportasi dalam pembangunan sebuah daerah atau negara. Berbicara mengenai jembatan dan teknik sipil, jembatan mempuntai banyak jenis. Jenis-jenis jembatan cukup banyak tergantung dari sudut pandang yang diambil. Berikut Ulasan mengenai Jembatan:

Jenis Menurut Bahan Bangunan

Berdasar bahan bangunannya sendiri jembatan dapat dikelompokkan sebagai berikut :

Jembatan kayu

Jembatan kayu merupakan jembatan sederhana yang mempunyai panjang relatif pendek dengan beban yang diterima relatif ringan. Meskipun pembuatannya menggunakan bahan utama kayu, struktur dalam perencanaan atau pembuatannya harus memperhatikan dan mempertimbangkan ilmu gaya (mekanika).

Jembatan pasangan batu dan batu bata

Jembatan pasangan batu dan bata merupakan jembatan yang konstruksi utamanya terbuat dari batu dan bata. Untuk membuat jembatan dengan batu dan bata umumnya konstruksi jembatan harus dibuat melengkung. Seiring perkembangan jaman jembatan ini sudah tidak digunakan lagi.
Jembatan beton bertulang dan jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge)
Jembatan dengan beton bertulang pada umumnya hanya digunakan untuk bentang jembatan yang pendek. Untuk bentang yang panjang seiring dengan perkembangan jaman ditemukan beton prategang. Dengan beton prategang bentang jembatan yang panjang dapat dibuat dengan mudah.

Jembatan baja

Jembatan baja pada umumnya digunakan untuk jembatan dengan bentang yang panjang dengan beban yang diterima cukup besar. Seperti halnya beton prategang, penggunaan jembatan baja banyak digunakan dan bentuknya lebih bervariasi, karena dengan jembatan baja bentang yang panjang biayanya lebih ekonomis.

Jembatan komposit

Jembatan komposit merupakan perpaduan antara dua bahan yang sama atau berbeda dengan memanfaatkan sifat menguntungkan dari masing –masing bahan tersebut, sehingga kombinasinya akan menghasilkan elemen struktur yang lebih efisien.

Jenis Jembatan Menurut Fungsi

Ditinjau dari fungsinya maka jembatan dapat dibedakan menjadi :

Jembatan jalan raya (highway bridge)

Jembatan yang direncanakan untuk memikul beban lalu lintas kendaraan baik kendaraan berat maupun ringan. Jembatan jalan raya ini menghubungkan antara jalan satu ke jalan lainnya.

Jembatan penyeberangan (foot bridge)

Jembatan yang digunakan untuk penyeberangan jalan. Fungsi dari jembatan ini yaitu untuk memberikan ketertiban pada jalan yang dilewati jembatan penyeberangan tersebut dan memberikan keamanan serta mengurangi faktor kecelakaan bagi penyeberang jalan.

Jembatan kereta api (railway bridge)

Jembatan yang dirancang khusus untuk dapat dilintasi kereta api. Perencanaan jembatan ini dari jalan rel kereta api, ruang bebas jembatan, hingga beban yang diterima oleh jembatan disesuaikan dengan kereta api yang melewati jembatan tersebut.

Jembatan darurat

Jembatan darurat adalah jembatan yang direncanakan dan dibuat untuk kepentingan darurat dan biasanya dibuat hanya sementara. Umumnya jembatan darurat dibuat pada saat pembuatan jembatan baru dimana jembatan lama harus dilakukan pembongkaran, dan jembatan darurat dapat dibongkar setelah jembatan baru dapat berfungsi.

 Jenis Jembatan Menurut Sistem Struktur

Ditinjau dari sistem strukturnya maka jembatan dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :

Jembatan lengkung (arch bridge)

Pelengkung adalah bentuk struktur non linier yang mempunyai kemampuan sangat tinggi terhadap respon momen lengkung. Yang membedakan bentuk pelengkung dengan bentuk – bentuk lainnya adalah bahwa kedua perletakan ujungnya berupa sendi sehingga pada perletakan tidak diijinkan adanya pergerakan kearah horisontal. Bentuk Jembatan lengkung hanya bisa dipakai apabila tanah pendukung kuat dan stabil. Jembatan tipe lengkung lebih efisien digunakan untuk jembatan dengan panjang bentang 100 – 300 meter.

Jembatan gelagar (beam bridge)

Jembatan bentuk gelagar terdiri lebih dari satu gelagar tunggal yang terbuat dari beton, baja atau beton prategang. Jembatan jenis ini dirangkai dengan menggunakan diafragma, dan umumnya menyatu secara kaku dengan pelat yang merupakan lantai lalu lintas. Jembatan ini digunakan untuk variasi panjang bentang 5 – 40 meter.

Jembatan cable-stayed

Jembatan cable-stayed menggunakan kabel sebagai elemen pemikul lantai lalu lintas. Pada cable-stayed kabel langsung ditumpu oleh tower. Jembatan cable-stayed merupakan gelagar menerus dengan tower satu atau lebih yang terpasang diatas pilar – pilar jembatan ditengah bentang. Jembatan cable-stayed memiliki titik pusat massa yang relatif rendah posisinya sehingga jembatan tipe ini sangat baik digunakan pada daerah dengan resiko gempa dan digunakan untuk variasi panjang bentang 100 - 600 meter.

Jembatan gantung (suspension bridge)

Sistem struktur dasar jembatan gantung berupa kabel utama (main cable) yang memikul kabel gantung (suspension bridge). Lantai lalu lintas jembatan biasanya tidak terhubungkan langsung dengan pilar, karena prinsip pemikulan gelagar terletak pada kabel. Apabila terjadi beban angina dengan intensitas tinggi jembatan dapat ditutup dan arus lalu lintas dihentikan. Hal ini untuk mencegah sulitnya mengemudi kendaraan dalam goyangan yang tinggi. Pemasangan gelagar jembatan gantung dilaksanakan setelah sistem kabel terpasang, dan kabel sekaligus merupakan bagian dari struktur launching jembatan. Jembatan ini umumnya digunakan untuk panjang bentang sampai 1400 meter.

Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge)

Jembatan beton prategang merupakan suatu perkembangan mutakhir dari bahan beton. Pada Jembatan beton prategang diberikan gaya prategang awal yang dimaksudkan untuk mengimbangi tegangan yang terjadi akibat beban. Jembatan beton prategang dapat dilaksanakan dengan dua sistem yaitu post tensioning dan pre tensioning. Pada sistem post tensioning tendon prategang ditempatkan di dalam duct setelah beton mengeras dan transfer gaya prategang dari tendon pada beton dilakukan dengan penjangkaran di ujung gelagar. Pada pre tensioning beton dituang mengelilingi tendon prategang yang sudah ditegangkan terlebih dahulu dan transfer gaya prategang terlaksana karena adanya ikatan antara beton dengan tendon. Jembatan beton prategang sangat efisien karena analisa penampang berdasarkan penampang utuh. Jembatan jenis ini digunakan untuk variasi bentang jembatan 20 - 40 meter.

Jembatan rangka (truss bridge)

Jembatan rangka umumnya terbuat dari baja, dengan bentuk dasar berupa segitiga. Elemen rangka dianggap bersendi pada kedua ujungnya sehingga setiap batang hanya menerima gaya aksial tekan atau tarik saja. Jembatan rangka merupakan salah satu jembatan tertua dan dapat dibuat dalam beragam variasi bentuk, sebagai gelagar sederhana, lengkung atau kantilever. Jembatan ini digunakan untuk variasi panjang bentang 50 – 100 meter.

Jembatan box girder

Jembatan box girder umumnya terbuat dari baja atau beton konvensional maupun prategang. box girder terutama digunakan sebagai gelagar jembatan, dan dapat dikombinasikan dengan sistem jembatan gantung, cable-stayed maupun bentuk pelengkung. Manfaat utama dari box girder adalah momen inersia yang tinggi dalam kombinasi dengan berat sendiri yang relatif ringan karena adanya rongga ditengah penampang. box girder dapat diproduksi dalam berbagai bentuk, tetapi bentuk trapesium adalah yang paling banyak digunakan. Rongga di tengah box memungkinkan pemasangan tendon prategang diluar penampang beton. Jenis gelagar ini biasanya dipakai sebagai bagian dari gelagar segmental, yang kemudian disatukan dengan sistem prategang post tensioning. Analisa full prestressing suatu desain dimana pada penampang tidak diperkenankan adanya gaya tarik, menjamin kontinuitas dari gelagar pada pertemuan segmen. Jembatan ini digunakan untuk variasi panjang bentang 20 – 40 meter.
Demikian Tulisan saya tentang jenis-jenis dasar jembatan secara umum dalam teknik sipil. Semoga bermanfaat. Terimakasih. 
Atikel Terkait:
METODOLOGI DAN PELAKSANAAN DARI PERENCANAAN TEKNIS JEMBATAN

DEFINISI JEMBATAN DAN BAGIAN-BAGIANNYA
 Follow My Instagram
Instagram

CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) PEKERJAAN PEMBANGUNAN RUMAH TYPE 45

Apakah Anda tahu apa itu RAB? RAB adalah singkatan dari Rencana Anggaran Biaya yang di mana merupakan suatu perincian biaya dalam suatu pekerjaan yang bertujuan menghitung seluruh kebutuhan biaya dari tahap ke tahap suatu pekerjaan. Dalam suatu perencanaan kegiatan di semua bidang pasti selalu ada yang namanya perencanaan biaya. Mengapa perencanaan biaya itu penting? Itu supaya kita dapat mengatur berapa jumlah dana yang akan dibutuhkan untuk menjadikan suatu kegiatan itu selesai atau rampung dan terlaksana dengan baik. Dalam dunia teknik sipil Rencana Anggaran Biaya dikenal dengan Istilah yang menggunakan bahasa daerah Engineering Estimate yang khusus menangani perencanaan Anggaran suatu pekerjaan atau proyek. Baik itu proyek kecil atau pun yang besar, utamanya proyek atau pekerjaan yang dalam skala besar itu wajib hukumnya dibuatkan Rencana Anggaran Biaya. Tujuannya supaya tidak terjadi kerugian yang besar...hehe dan banyak deh tujuan lainnya. Dari pada penasaran Seperti Apa sih itu RAB? Berikut Ulasannya dan Contohnya.

UMUM

Kalau sebelumnya kita pernah membahas mengenai contoh Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) MCK Umum, kali ini kita akan kembali membahas Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah type 45. Sama seperti biasanya sebelum masuk dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya atau RAB ini sendiri, terlebih dahulu dilakukan analisa yaitu Analisa Harga Satuan yang di tampilakan dalam Daftar Analisa Harga Satuan Pekerjaan. Setelah kita telah melakukan analisa harga satuan tersebut barulah kemudian kita melakukan penghitungan sub total dari masing-masing pekerjaan dan hasilnya akan kita pindahkan ke Sheet berikutnya di mana kita akan membuat Rencana Anggaran Biaya untuk dikalikan dengan hasil Penghitungan Volume Pekerjaan sehingga kita bisa mendapatkan hasil sub total masing-masing pekerjaan. Rencana Anggaran Biaya rumah type 45 ini lebih banyak memiliki sub-sub pekerjaan ketimbang dengan RAB MCK. Ini di akibatkan karena bagian-bagian rumah lebih kongkrit di banding MCK Umum yang sangat sederhana. Jadi pengerjaan rumah membutuhkan biaya yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pengerjaan MCK Umum.

CONTOH

Untuk lebih jelasnya, kita lihat saja tampilan Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah yang ada di bawah ini. Tampilan di bawah ini sudah saya sertakan dengan hasil Rekapitulasinya serta biaya total proyek per unit rumah type 45. Sekali lagi saya tegaskan untuk kemudahan penghitunganya sebaiknya RAB ini sendiri  di buat dalam Microsoft Excel. Contoh Rencana Anggaran Biaya berikut ini merupakan contoh RAB rumah type 45 yang termasuk dalam proyek perumahan yang berlokasi di kota Jayapura:




RENCANA ANGGARAN BIAYA ( RAB )










PROGRAM
:
Pembangunan 1 Unit Rumah Type 45 M2



KEGIATAN
: 
Pembangunan Perumahan




LOKASI
: 
Kota Jayapura - Kotaraja













No
Uraian



Volume

Harga Satuan
Jumlah Harga









A.


PEKERJAAN GUEST HOUSE





I

Pekerjaan Persiapan






1

Pembersihan lokasi

         1,000
Ls
 Rp     500.000,00
 Rp     500.000,00
2

Pengukuran dan pemasangan bouwplank
       35,500
m1
 Rp        54.920,00
 Rp    1.949.660,00






sub total

 Rp     2.449.660,00

II

Pekerjaan Tanah, Pasir dan Pondasi





1

Galian tanah pondasi

        23,547
m3
 Rp         51.200,00
 Rp    1.205.606,40
2

Urugan tanah kembali
          7,849
m3
 Rp          17.066,67
 Rp         133.956,27
3

Pondasi Batu Kali/Batu Gunung 1:4
          11,578
m3
 Rp      892.200,00
 Rp   10.330.003,13
4

Cor Lantai Kerja 1:3:5
           0,115
m3
 Rp        913.215,00
 Rp        105.202,37
5

Cor Beton Pondasi Poerplat 1:2:3
         0,960
m3
 Rp    4.630.375,00
 Rp    4.445.160,00
6

Pancang Cerucuk Kayu Besi 10/10cm
       30,000
bh
 Rp       197.300,00
 Rp    5.919.000,00
7

Pas. Anstamping

         0,653
m3
 Rp       461.450,00
 Rp        301.234,56
8

Urugan Pasir dibawah lantai
         2,650
m3
 Rp       322.100,00
 Rp       853.565,00
9

Urugan Pasir dibawah pondasi
          3,413
m3
 Rp       367.700,00
 Rp      1.254.776,25
10

Saluran Keliling Bangunan
          1,800
m3
 Rp        697.578,63
 Rp      1.255.641,53
11

Septictank


         1,000
unit
 Rp    7.729.500,00
 Rp    7.729.500,00






sub total

 Rp   33.533.645,49

III

Pekerjaan Beton






1

Lantai Rabat


         0,700
m3
 Rp        913.215,00
 Rp       639.250,50
2

Cor Beton Kolom Praktis 12/12cm 1:2:3
          0,691
m3
 Rp   6.950.300,00
 Rp    4.804.047,36
3

Cor Beton Ring Balk 12/15cm 1:2:3
          0,819
m3
 Rp    6.201.300,00
 Rp     5.078.864,70
4

Plat Beton Tbl 8 cm

          0,576
m3
 Rp    4.282.150,00
 Rp     2.466.518,40
5

Sloof beton bertulang  15/20
          1,643
m3
 Rp    4.172.300,00
 Rp     6.853.002,75






sub total

 Rp   19.841.683,71

IV

Pekerjaan Lantai dan Dinding





1

Pas. Dinding Tembok 1:4
         14,617
m3
 Rp       770.300,00
 Rp     11.259.629,16
2

Pas. Plesteran dinding 1 : 4
      252,620
m2
 Rp        27.900,00
 Rp    7.048.098,00
3

Pas. Meja beton dapur 1:3:5
         0,688
m2
 Rp        913.215,00
 Rp        628.291,92
4

Pas. Lantai Keramik 40/40
        47,350
m2
 Rp        133.625,00
 Rp      6.327.143,75
5

Pas. Lantai Keramik 20/20
         3,000
m2
 Rp         163.175,00
 Rp       489.525,00
6

Pek. Dinding Keramik 20/20
       10,000
m2
 Rp        157.075,00
 Rp     1.570.750,00






sub total

 Rp   27.323.437,83

V.

Pekerjaan Kayu






1

Kusen kayu besi 5/10
         0,340
m3
 Rp    6.162.600,00
 Rp    2.095.284,00
2

Jendela kaca bening 3 mm
         4,820
m2
 Rp       229.207,50
 Rp      1.104.780,15
3

Pintu panil kayu besi

          1,680
m2
 Rp      263.000,00
 Rp      441.840,00
4

Pintu Plywood


          6,266
m2
 Rp       207.780,00
 Rp     1.301.949,48
5

Plafond Tripleks 3mm

         56,170
m2
 Rp        36.060,00
 Rp    2.025.490,20
6

Pasangan rangka plafond ky matoa
        52,950
m2
 Rp        39.450,00
 Rp     2.088.877,50
7

Pasangan list plafond
        75,900
m'
 Rp          6.476,00
 Rp       491.528,40






sub total

 Rp     9.549.749,73
No
Uraian



Volume

Harga Satuan
Jumlah Harga









VI

Pekerjaan Penggantung





1

Kunci Tanam 2 Slag

         2,000
bh
 Rp       257.300,00
 Rp       514.600,00
2

Kunci Tanam Royal

         3,000
bh
 Rp        67.300,00
 Rp       201.900,00
3

Engsel pintu ring nilon kuningan
        11,000
psg
 Rp          22.713,00
 Rp      249.843,00
4

Engsel jendela kuningan
        16,000
psg
 Rp         21.805,00
 Rp      348.880,00
5

Gerendel jendela + dobel tarikan jendela
         8,000
set
 Rp         46.610,00
 Rp       372.880,00






sub total

 Rp     1.688.103,00









VII

Pekerjaan Atap







1

Kuda-kuda kayu besi 5/10 cm
         0,700
m3
 Rp    5.497.900,00
 Rp    3.848.530,00
2

Gording kayu matoa  5/10 cm
         0,393
m3
 Rp     2.917.700,00
 Rp      1.147.239,64
3

Pas. listplank papan kayu besi 2/20 cm
         2,430
m2
 Rp        60.200,00
 Rp       146.286,00
4

Pas Kaso dan Reng Kayu Matoa
        27,750
m2
 Rp         42.275,00
 Rp        1.173.131,25
5

Pas. Atap Multiroof

        64,981
m2
 Rp        89.860,00
 Rp      5.839.174,69
6

Pas. Nok Atap Multiroof
         6,630
m'
 Rp        55.450,00
 Rp        367.633,50






sub total

 Rp   12.521.995,08









VIII

Pekerjaan Pengecatan





1

Pengecatan List Plafond
3,795
m2
 Rp         23.725,00
 Rp         90.036,38
2

Pengecatan Dinding Tembok
252,620
m2
 Rp           8.756,50
 Rp     2.212.067,03
3

Pengecatan plafond Tripleks
56,170
m2
 Rp         12.630,00
 Rp        709.427,10
4

Pengecatan kusen, daun pintu dan rangka jendela
25,737
m2
 Rp         23.725,00
 Rp        610.610,33






sub total

 Rp     3.622.140,83









IX

Pekerjaan Instalasi Listrik





1

Penyambungan Lisrik

1,00
unit
 Rp   2.500.000,00
 Rp   2.500.000,00
2

Pasang Box Panel

1,00
unit
 Rp        314.130,00
 Rp        314.130,00
3

Pekerjaan Ground Panel
1,00
unit
 Rp     200.000,00
 Rp     200.000,00
4

Pasang Kabel Puding
1,00
ls
 Rp       90.000,00
 Rp       90.000,00
5

Armatur







-
Lampu tanam SL 18 watt
6,00
ttk
 Rp        114.250,00
 Rp      685.500,00

-
Lampu tanam SL 14 watt
4,00
ttk
 Rp        110.750,00
 Rp     443.000,00

-
Pas. Saklar ganda

3,00
ttk
 Rp       102.500,00
 Rp      307.500,00

-
Pas. Saklar tunggal

3,00
ttk
 Rp      100.000,00
 Rp     300.000,00

-
Pas. Stop kontak

5,00
ttk
 Rp      100.000,00
 Rp     500.000,00






sub total

 Rp     5.340.130,00









X

Pekerjaan Sanitair






1

Pek. Instalasi Air Bersih Pipa Gip Ø3/4"
10,00
m1
 Rp         89.315,00
 Rp       893.150,00
2

Pek. Instalasi Air Hujan Pipa PVC Ø2"
10,50
m1
 Rp        92.964,00
 Rp        976.122,00
3

Pek. Instalasi Air Kotor Padat Pipa PVC Ø4"
2,00
m1
 Rp       512.209,00
 Rp     1.024.418,00
4

Pek. Pasang Stop Kran Air  Ø1 1/2"
2,00
bh
 Rp         32.587,50
 Rp          65.175,00
5

Pek. Wash Bak Cuci

1,00
bh
 Rp      503.930,00
 Rp      503.930,00
6

Pek. Pasang Kloset Duduk
1,00
bh
 Rp     1.364.150,00
 Rp     1.364.150,00
7

Pek. pasang Floor Drain
1,00
bh
 Rp        85.000,00
 Rp        85.000,00
8

Pek. Pasang Mesin Pompa Sanyo
1,00
Ls
 Rp     500.000,00
 Rp     500.000,00
9

Pek. Pasang Sumur Bor
1,00
Ls
 Rp  3.000.000,00
 Rp  3.000.000,00






sub total

 Rp     8.411.945,00













































REKAPITULASI

ENGINEERING ESTIMATE










PROGRAM
:
Pembangunan 1 Unit Rumah Type 45 M2



KEGIATAN
: 
Pembangunan Perumahan




LOKASI
: 
Kota Jayapura - Kotaraja













No
Uraian
Jumlah









A.


PEKERJAAN GUEST HOUSE







I
Pekerjaan Persiapan




 Rp    2.449.660,00
II
Pekerjaan Tanah, Pasir dan Pondasi



 Rp   33.533.645,49
III
Pekerjaan Beton




 Rp   19.841.683,71
IV
Pekerjaan Lantai dan Dinding



 Rp   27.323.437,83
V
Pekerjaan Kayu




 Rp    9.549.749,73
VI
Pekerjaan Penggantung



 Rp    1.688.103,00
VII
Pekerjaan Atap





 Rp   12.521.995,08
VIII
Pekerjaan Pengecatan



 Rp    3.622.140,83
IX
Pekerjaan Instalasi Listrik



 Rp    5.340.130,00
X
Pekerjaan Sanitair




 Rp    8.411.945,00







JUMLAH  
 Rp 124.282.490,67















REAL COST

 Rp  124.282.490,67





TOTAL 1 UNIT RUMAH
 Rp  124.282.490,67






DIBULATKAN

 Rp  124.282.400,00











Terbilang:
Seratus Dua Puuluh Empat Juta Dua Ratus Delapan Puluh Dua Ribu Empat Ratus Rupiah.

























Jayapura,20 Agustus 2014



































































JUAN VICKEY PASASSA























         Oke sahabat sipil, saya rasa contoh di atas cukup untuk membantu anda mengenali gambaran dari  Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah Type 45. Ini hanya contoh sederhana saja karena Rencana Anggaran Biaya yang sebenarnya anda  akan temui jika anda telah mengerjakan proyek pembangunan yang sesungguhnya. Dalam hal ini, saya hanya memberikan contoh kecil, dan mudah-mudahan bermanfaat bagi Anda. Demikianlah Contoh Rencana Anggaran Biaya ( RAB ) rumah yaitu dalam contoh ini saya menampilkan contoh dengan objek rumah sederhana yakni type 45. Mudah-mudahan bermanfaat. Syalom, Terimakasih.

Lihat juga artikel mengenai:
CONTOH DAFTAR HARGA SATUAN dan UPAH KERJA dan ANALISA...

CONTOH DAFTAR ANALISA HARGA SATUAN PEKERJAAN

CONTOH PENGHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN

CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA MCK UMUM

CARA MENGHITUNG VOLUME PEKERJAAN PERSIAPAN RENCANA ANGGARAN BIAYA BANGUNAN


CONTOH RENCANA ANGGARAN BIAYA (RAB) RUMAH TYPE 120
 Follow My Instagram
Instagram