Showing posts with label CONTOH. Show all posts
Showing posts with label CONTOH. Show all posts

Utilitas Bangunan : Sistem Telekomunikasi Bangunan Gedung

IlmuDasarDanTeknik.*_Dalam merancang suatu bangunan utamanya gedung yang berfungsi sebagai bangunan sarana umum hal yang perlu di perhatikan adalah utilitasnya. Berikut salah satu utilitas bangunan sipil yang juga menjadi perencanaan adalah sistem telekomunikasi Gedung, berikut ulasannya:
Ada dua macam Sistem telekomunikasi dalam gedung yang perlu kita perhatikan, yakni:

1.Sistem hubungan telepon

Sistem network atau hubungan telepon dalam suatu gedung / bangunan, yaitu :
- Hubungan eksternal
Berhubungan dengan nomor diluar yang tidak dalam ruang lingkup lingkunan sistem PABX sebagai sentral telepon dalam gedung baik panggilan masuk (incoming) atau panggilan keluar, seperti hubungan lokal, SLJJ, dan SLI.

A.Hubungan internal


Berhubungan masih dalam lingkungan sistem PABX sebagai sentral telepon antar sambungan cabang/ nomor extension yang satu dengan sambungan cabang/ nomor extension yang lain.
Perangkat atau peralatan-peralatan yang digunakan dalam jaringan telepon dalam gedung , yaitu :

1. Junction Box

     Kotak pembagi jaringan telepon yang berfungsi sebagai terminal telepon dari Telkom ke jaringan dalam gedung milik pribadi.

2. Panel incoming-outgoing

     Titik input Kotak Terminal Batas (KTB) dari jaringan Telkom menuju panel MDF.

3. MDF

Main Distribution Frame (MDF) yaitu panel atau kotak pembagi terminal utama/ induk jaringan telepon dalam gedung baik dari SST telkom menuju PABX atau pendistribusian jaringan extension ke ruangan-ruangan.

4. PABX

Private Automatic Branch Exchange (PABX) yaitu perangkat untuk memperbanyak atau menambah nomor SST Telkom menjadi nomor extension, sebagai sentral telepon dalam gedung yang mengatur lalu lintas komunikasi suara.

5. UPS

Unit Power Supply (UPS) yaitu catu daya listrik cadangan apabila daya listrik PLN mengalami pemadaman dan agar tegangan PABX tetap stabil 48 VDC.

6. Batere

Sumber listrik cadangan yang menggantikan sumber listrik PLN 48 VDC.

7. Arrester

Alat untuk melindungi peralatan telepon dari kerusakan akibat kejutan tegangan berlebih, terkena petir, short circuit.

8. Operator Console

Alat operator telepon yang merupakan pintu gerbang dalam melakukan komunikasi suara dapat mengatur lalu-lintas komunikasi suara, menghubungkan ke nomor yang akan dituju baik telepon masuk (Incoming) maupun telepon keluar (Outgoing) dan dalam lingkungan telepon intern.
Tipe operator console :
  •  Telephone Based
Menggunakan pesawat telepon digital sebagai operator console, dengan konsep yang praktis, common dan user friendly sehingga dapat memberikan pelayanan dengan cepat dan lebih cocok digunakan oleh perusahaan skala kecil dan menengah.
  • Computer Based
Operator console tipe ini menggunakan perangkat komputer yang dilengkapi multimedia system dan peralatan khusus. Konsep ini memiliki features yang lebih canggih dan diperuntukkan bagi perusahaan skala menengah dan besar.

9. Jaringan/ instalasi

Merupakan rangkaian penghubung peralatan-peralatan telepon yang membawa sinyal komunikasi seperti terminal-terminal, PABX, operator console, pesawat telepon, dll. Berupa pair-kabel atau sepasang kabel (1 pair berisi 2 kawat tembaga penghubung).

10. Roset

Adalah alat untuk menghubungkan jaringan/ instalasi telepon dengan kabel pesawat telepon. Berupa terminal penghubung Out Bow (OB) yang tidak ditanam di dinding dan terminal penghubung In Bow (IB) yang ditanam didinding.

11.Pesawattelepon

      Adalah alat yang digunakan untuk merubah suara menjadi sinyal komunikasi.

12. Billing System

     Billing system digunakan untuk memonitor biaya pemakaian telepon sehingga dapat mengontrol, menganalisa dan merencanakan biaya operasional khususnya pemakaian telepon. Dengan cara ini dapat melakukan efisiensi yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan, misalnya seperti di hotel. Berikut ini adalah keperluan atau pencatatan yang dapat diperoleh dengan adanya billing system, yaitu :
  • Tanggal dan waktu panggilan terjadi
  • Nomor yang dipanggil
  • Nomor saluran cabang yang memanggil
  • Lama pembicaraan
  • Authorization code
  • Code account yang dibebankan
  • Dapat merekam semua pembicaraan lokal, nasional atau internasional

2. Sistem tata suara (sound system)

      Tata Suara adalah suatu teknik pengaturan peralatan suara atau bunyi pada suatu acara pertunjukan, pertemuan, rapat dan lain lain. Tata Suara memainkan peranan penting dalam suatu pertunjukan langsung dan menjadi satu bagian tak terpisahkan dari Tata Panggung dan bahkan acara pertunjukan itu sendiri. Tata Suara erat kaitannya dengan pengaturan penguatan suara agar bisa terdengar kencang tanpa mengabaikan kualitas dari suara-suara yang dikuatkan. Pengaturan tersebut meliputi pengaturan mikropon-mikropon,kabel-kabel,prosesor dan efek suara, pengaturan konsul mixer, kabel-kabel, dan juga Audio Power amplifier dan Speaker-speakernya.
      Pekerjaan sistem tata suara atau sound system diantaranya meliputi pemasangan peralatan sentral sound system  yang terdiri dari unit sinyal suara (program source) dan penguat sinyal suara (audio amplifier), yang ditempatkan pada rak peralatan sentral sistem tata suara.

  1.         Peralatan Utama Sistem Tata Suara

     Peralatan utama sistem tata suara  diantaranya memenuhi  back ground musik dan pengumuman darurat / paging. Diantara pealatan utama dari sistem tata suara, adalah:
•         Micropone paging
•         Mixer
•         Power Amplifier
•         Ceiling speaker
•         Chyme microphone
•         Radio Tunner AM / FM
•         Caset dect
•         CD Player
•         Volume Control
•         Monitor unit

2.         Terminal Box & Sistem Perkabelan

Terminal box merupakan kotak penghubung antara peralatan utama dengan speaker. Kabel instalasi dari ceiling dan horn speaker di hubungkan melalui kabel instalasi melalui terminal box, dan dari terminal box  ke peralatan utama

Demikian Artikel yang saya bagikan mengenai Utilitas bangunan dalam hal sistem tekomunikasi gedung. Semoga bermanfaat.

PENGERTIAN DAN SEJARAH PENEMUAN KOMPUTER

1. PENGERTIAN KOMPUTER
Komputer adalah alat yang digunakan untuk mengelolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Awalnya kata komputer dipergunukan untuk menggambarkan orang yang melakukan pekerjaan memnghitung aritmatika deengan atau tanpa alat bantu. Tetapi pada akhirnya kata komputer kemudian digunakan untuk mesin itu sendiri. Jika didefenisikan secara luas, komputer berarti suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang diihubunkan dengan komponen lain sehingga dapat bekerja secara bersama-sama untuk menghasilkan informasi berdasarkan data yang ada. Jadi dapat disimpulkan arti luas dari komputer adalah alat yang memproses infomasi atau sistem pengelolah infomasi.

2. SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
Komputer pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan matematika yang bernama Charles Babbage pada tahun 1822 yaitu menciptakan alat yang bisa melakukan perhitungan yang rumit. Dari alat inilah penemuan komputer dimulai. Kemudian pada tahun 1937, Dr. Jhon V Atanasoff dan Clifford Berry mendessain koputer digital elektronik pertama yang dikenal dengan nama ABC (Atanasoff-Berry Computer). Tetapi alat tersebut hanya bisa meghitung tambah dan kurang saja. Selama perang dunia II tepatnya tahun 1943, seorang ilmuan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris yang digunakan untuk menembus kode petahanan Jerman. Tapi komputer tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan perang saja. Tahun 1943 Selama Perang Dunia 2, ilmuwan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris. Digunakan untuk menembus kode pertahanan Jerman. Setahun setelah itu pada tahun 1944, Howard Hathaway Aiken membuat Mark I yaitu sebuah komputer hitung digital pertama dibuat. Komputer ini memiliki luas 7,45 kaki x 50 kaki, dengan berat 35 ton. Mark I dapat digunakan untuk menghitung probabilitas. Pada tahun berikutnya (1945), Dr. John von Neumann menulis sebuah ide mengenai konsep penyimpanan data. Satu tahun kemudian, Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, jr menyelesaikan komputer skala besar yang pertama dan diberi nama ENIAC (Electronic Numerial Integrator And Computer). Kedua orang ini juga dikenal sebagai penumu komputer. ENIAC berbobot 30 ton yang terdiri dari 18.000 lampu tabung (transistor ukuran besar), memiliki luas 30 kaki x 50 kaki dan memakai tenaga sebesar 160.000watt. ENIAC tidak hanya menghitung tambah, kurang, kali dan bagi saja, tetapijuga dapat diprogram untuk melakukan proses sederhana. Dibandinng dengan Mark I yang hanya dapat menghitung sehingga dapat dilihat bahwa ENIAC adalah komputer yang pertama. Sejak tahun 1947 setelah William Shockley menemukan transistor, ukuran komputer semakin mengecil.


3. KOMPONEN UTAMA KOMPUTER
Ada tiga komponen utama pada komputer yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yaitu:
a. Hardware (perangkat keras)
Hardware terdiri dari perangkat tertentu amempunyai tugas tertentu dalam membangun sebah sistem kerja komputer. Hardware pokok dari komputer adalah Monitor, keyboard, Mouse dan CPU. CPU sendiri berisi minimal Motherboard, Processor, Memory dan Harddisk. Jadi hardwaare merupakan perangkat yang fisiknya nampak berupa benda. Adapun beberapa hardware tambahan seperti stavolt, sound card, speaker aktif, dan printer.
b. Software (perangkat lunak)
Software atau perangkat lunak adalah sekumpulan program atau perintah-perintah digital untuk mengkoordinasikan kerja dari hardware. Software sebetulnya dibagi menjaddi beberapa bagian menurut fungsi kerjanya. Software yang digunakan untuk mengatur kerja hardware sampai dengan siap digunakan lebih lanjut sering disebut dengan Operating System (OS). Contohnya adalah LINUX, Apple dan Microsoft Windows.
c. Brainware (perangkat otak / pelaksana)
Yang dimaksudkan dengan brainware adalah manusia atau orang yang menjalankan komputer. Manusia sebagai brainware terdiri dari beberapa tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah operator (hanya mampu menjalankan saja/menggunakan program). Tingkatan yang lain adalah programing dan analis.

4. MENGENAL APLIKASI KOMPUTER
Dalam komputer terdapat banyak  aplikasi yang dapat digunakan salah satunya adalah aplikasi perkantoran yang dikenal dengan Microsoft Office. Microsoft Office digunakan untuk mengerjakan data-data perkantoran yang diperlukan. Ada tiga bagian Microsoft Office yaitu:
a. Microsoft Word atau Microsoft Office Word
Microsoft Word atau Microsoft Office Word adalah perangkat lunak pengolah kata (word processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows (1989). Setelah menjadi bagian dari Microsoft Office System 2003 dan 2007 diberi nama Microsoft Office Word.
b. Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel
Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007.
c. Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint
Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.

    Demikianlah postingan saya mengenai PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER kiranya bermanfaat. Terimakasih dan Syalom.

TEKNIK BISNIS ONLINE INSTAN DAN BERHASIL

Di dunia yang serba canggih saat ini, manusia mulai mengembangkan banyak hal yang dikerjakan dengan instan. Mulai dari dunia pendidikan, kesehatan, bisnis, ekonomi, makanan dan banyak lagi. Orang mulai mencari cara agar apa yang mereka kerjakan dilaksanakan dengan waktu yang singkat dengan memberikan hasil yang cukup memuaskan atau sesuai dengan target. Dalam dunia pendidkan misalnya, kebanyakan saat ini orang tidak lagi membutuhkan sekolah yang formal. Pilihan utama mereka bukan lagi melanjutkan sekolah sampai jenjang yang tinggi, tapi mereka cukup sampai jenjang setingkat SMA atau SMK kemudian dilanjutkan dengan pengembangan diri melalui keterampilan. Hal ini ditujukan supaya mereka dengan mudah menemukan pekerjaan sesuai dengan bidang keterampilan yang mereka tekuni. Begitupun dengan banyak hal lainnya dilakukan dengan serba cepat dan tepat.
Kali ini saya akan menjelaskan tentang Teknik bisnis masa kini. Dari segi bisnis, kita tahu bahwa persaingan di pasar global sangatlah ketat, seakan-akan menerapkan hukum alam "siapa kuat dia menang, siapa cepat dia dapat". Nah begitulah gambaran tantangan bisnis masa kini yang semakin berkembang pesat.
Yang menjadi pokok penjelasan saat ini yaitu Teknik Bisnis Online. Jadi dalam berbisnis Online juga membutuhkan teknik yang harus kita ikuti, bukan asal-asalan saja, melainkan dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Misalnya, anda ingin berbisnis online dengan menjual barang atau promosi barang. memang jika dipikir sepintas tidak ada susahnya. Namun ternyata tidak semudah itu, ada banyak hal yang perlu kita perhatikan antara lain riset pasar online, cara promosi,jenis produk dan lain sebagainya. Selain itu ada banyak hal yang memungkinkan kita mengeluarkan modal entah itu besar atau kecil tergantung dari pilihan kita, memang dimana-mana yang namanya bisnis butuh modal. Seperti contoh bisnis online pasti membutuhkan modal dasar seperti biaya akses internet, biaya promosi, pembelian domain dan lain sebagainya. Namun kembali lagi, jika anda menjalankan bisnis online anda dengan sungguh-sungguh, semua modal yang anda keluarkan akan kembali dengan keuntungan yang berkali lipat, Percaya!
Ada bisnis online yang memang membutuhkan biaya besar, tapi ada juga yang biayanya sedikit saja.
Misalnya www.kerjaberuntung.mprg.net ini hanya membutuhkan modal awal sekitar Rp.90 ribuan kemudian anda akan diberikan petunjuk, paket lengkap dan aplikasi Pengumpul Rupiah untuk menjalankan bisnis Anda. Dengan mengikuti Program ini di jamin binis online anda akan berhasil yang penting anda tekun dan megikuti setiap petunjuk yang diberikan. Anda akan memiliki kesempatan mendapatkan uang dengan kisaran 1-2 juta per hari dengan hanya membutuhkan waktu online kurang lebih 30 menit dalam satu hari.
Bisnis online dengan sistem PEGUMPUL RUPIAH ini cara kerja cukup mudah, instan dan modalnya kecil. Jadi apa salahnya mencoba menjalankan programnya hanya di www.kerjaberuntung.mprg.net maka anda akan menghasilkan tambahan rupiah untuk kantong anda.
Bisnis Oline bisa membuat anda kaya jika anda fokus dan meluangkan waktu khusus setiap hari sekitar setengah jam.
Saya Rasa demikianlah penjelasan saya. semoga bermanfaat.


PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN DAN JENISNYA

PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN

Suatu konstruksi direncanakan untuk suatau keperluan tertentu. Tugas utama suatu konstruksi adalah mengumpulkan gaya akibat muatan yang bekerja padanya dan meneruskannya ke bumi. Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik maka konstruksi harus berdiri dengan kokoh. Semua beban yang diterimanya akan diteruskan ke bumi melalui sesingkat-singkatnya. Bagian yang meneruskan beban itulah yang disebut perletakan/dudukan. Selain meneruskan beban, perletakan juga akan memikul konstruksi tersebut. Perletakan bisa berupa sebuah pondasi.
Dalam memberikan perletakan, harus dipertimbangkan dengan baik agar mekanisme pendukungan dan penyaluran beban ke bumi terjadi dengan baik. Hal yang harus dipertimbangkan adalah stabilitas konstruksi. Suatu konstruksi akan stabil bila konstruksi diletakkan di atas pondasi yang baik. Pondasi akan melawan gaya aksi yang diakibatkan oleh muatan yang diteruskan oleh konstruksi kepada pondasi. Gaya lawan yang ditimbulkan pada pondasi disebut : Reaksi. Dalam kasus ini pondasi digambarkan sebagai perletakan.

JENIS-JENIS PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN

Berikut ini diuraikan tiga jenis perletakan yang merupakan jenis perletakan yang umum digunakan. Yaitu perletakan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horizontal.

PERLETAKAN SENDI

Perletakan Sendi, yaitu perletakan terdiri dari poros dan lubang sendi. Pada perletakan demikian dianggap sendinya licin sempurna, sehingga gaya singgung antara poros dan sendi tetap normal terhadap bidang singgung, dan arah gaya ini akan melalui pusat poros.

Sifat Teknis

Perletakan sendi mempunyai sifat teknis :
a. Garis kerja reaksi  dua arah : Vertikal dan Horisontal
b. Tidak dapat menahan MOMEN, sehingga akan mengalami rotasi yang dapat mencegah balok patah karena memuai atau melentur.

PERLETAKAN ROLL

Perletakan Roll yaitu perletakan yang selalu memiliki lubang sendi. Apabila poros ini licin sempurna maka poros ini hanya dapat meneruskan gaya yang tegak lurus bidang singgung di mana poros ini diletakkan. 

Sifat Teknis

Perletakan Roll mempunyai sifat teknis :
a. Garis kerja reaksi satu arah saja : VERTIKAL
b. Tidak dapat menahan gaya HORISONTAL, sehingga dapat berpindah pada arah horizontal agar balok tidak patah karena memuai.
c. Tidak dapat menahan MOMEN, sehingga akan mengalami rotasi yang dapat mencegah balok patah karena memuai atau melentur.

PERLETAKAN JEPIT

Perletakan Jepit adalah perletakan yang menciptakan kondisi kaku/monolit. Perletakan ini seolah-olah dibuat dari balok yang ditanamkan pada perletakannya, demikian sehingga mampu menahan gaya-gaya maupun momen dan bahkan dapat menahan torsi.

Sifat Teknis

Perletakan Jepit  mempunyai sifat teknis :
Mampu menahan Momen, Gaya Horizontal dan Gaya Vertikal sehingga tidak bergerak arah horisontal, vertikal dan juga tidak berputar. Sering juga disebut perletakan KAKU.

PERLETAKAN PENDEL

Perletakan pendel yaitu suatu perletakan yang titik tangkap dan garis kerjanya berimpit. 


Garis kerja reaksi pada batang pandel berhimpit dengan batang itu sendiri, memberi peluang berputar ke segala arah

Sebuah konstruksi dapat didudukkan di atas satu atau lebih perletakan. Jenis perletakannya adal seperti di atas dan dapat dikombinasikan satu sama lain. Namun dalam mengkombinasikannya, harus dipertimbangkan kestabilannya. Syarat kestabilan adalah jumlah reaksinya tidak boleh kurang dari 3 ( tiga ). Konstruksi Labil bila n < 3 dimana n adalah bilangan reaksi pada perletakan. Contoh :
   



TINJAUAN UMUM (KONDISI GEOGRAFI, TOPOGRAFI, GEOLOGI REGIONAL, KEGEMPAAN (EARTH QUAKE) DAN IKLIM) LOKASI PROYEK

            Bagian ini merupakan laporan lanjutan dari suatu Laporan Antara suatu proyek atau pekerjaan penanganan Jalan. Kalau sebelumnya kita belajar mengenai
Laporan Antara Pendahuluan, kini kita akan mempelajari Contoh Lanjutan dari Laporan Antara yakni Tinjauan Umum dimana kita akan menjelaskan mengenai Kondisi Geografi, Topografi dan iklim. selain itu ada juga Kondisi Geologi regional dan Kegempaan. Untuk lebih jelasnya silahkan lanjutkan baca di bawah ini. Selamat membaca!
  •                KONDISI GEOGRAFI, TOPOGRAFI, DAN IKLIM


            Secara geografis lokasi kegiatan terletak pada koordinat 138°05’ - 140°30’ bujur timur dan 1°35’ – 3°35’ lintang selatan, dengan arah relatif memanjang Timur - Barat. Lebih dari setengah lokasi kegiatan (±72,3%) berada pada morfologi dataran pantai dan rawa dengan ketinggian <50 150="" 50="" antara="" atas="" berada="" bergelombang="" bonggo="" dan="" dengan="" di="" distrik="" guay="" ketinggian="" laut="" m="" meter="" morfologi="" o:p="" pada="" perbukitan="" permukaan="" sarmi.="" sarmi="" sedangkan="" timur.="" timur="" unurum="" wilayah="" yaitu="">
           Keadaan iklim Kabupaten Sarmi Tahun 2011 berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura menunjukkan bahwa temperatur rata-rata berkisar 21,9ºC sampai dengan 32,7ºC. Kelembaban udara mencapai 85,3% dengan curah hujan rata-rata 145/14 CC/HH (Curah Hujan/Hari Hujan).

Gambar 2-1. Peta terrain lokasi kegiatan
(Sumber peta : SRTM Papua, 2011)



Gambar 2-2. Peta kontur topografi kabupaten Sarmi dan sekitarnya
(Sumber peta : DITTOP TNI-AD, 2011)

  •                 KONDISI GEOLOGI REGIONAL


                1. Geomorfologi Regional
            Lokasi kegiatan sebagian besar (± 85%) berada pada wilayah kabupaten Sarmi, sedangkan hanya ± 15% berada pada wilayah kabupaten Jayapura.
Morfologi kabupaten Sarmi dan sekitarnya tersusun oleh morfologi dataran rawa dan pantai, morfologi dataran alluvial, morfologi perbukitan, dan morfologi pegunungan.
Morfologi dataran pantai dan rawa menempati ± 15% dari luas wilayah kabupaten Sarmi  dengan relief datar hingga miring landai dan memiliki elevasi berkisar antara 0 – 15 meter diatas permukaan laut (dpl). Pantai-pantai di wilayah Sarmi merupakan pantai terbuka yang berhadapan langsung dengan samudera Pasifik dengan panjang garis pantai ± 185 km, hal ini menjadikan Sarmi sebagai kabupaten di pulau Papua yang memiliki garis pantai terpanjang. Beberapa pulau yang menyebar dari barat ke timur di kawasan perairan antara lain pulau Liki, pulau Nimumoar, pulau Ansamanuar, pulau Vangumuar, pulau Insumuar, pulau Insumanai, kepulauan Wakde, pulau Masimasi, pulau Yamna, dan kepulauan Podena. Rawa-rawa menyebar dari timur hingga barat sepanjang kawasan pantai. Kawasan morfologi pantai dan rawa banyak dimanfaatkan untuk permukiman, perkebunan, pertanian, dan perikanan.
            Morfologi dataran alluvial menempati ± 37% dari luas wilayah kabupaten Sarmi dengan relief datar hingga miring landai dan memiliki elevasi berkisar antara 0 – 120 meter dpl, kawasan ini diberi nama berdasarkan jenis material penyusun berupa endapan alluvial. Morfologi ini berkembang disepanjang daerah aliran sungai Apauwer, sungai Orey, sungai Tor, sungai Bier, dan sungai Biri, serta sungai-sungai kecil lainnya. Kawasan ini sebagian besar masih berupa hutan, hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pemukiman oleh penduduk setempat.
Kawasan perbukitan menempati ± 30% dari luas wilayah kabupaten Sarmi dengan relief miring bergelombang hingga terjal dan memiliki elevasi antara 5 – 600 meter dpl. Kawasan ini sebagian besar berupa hutan dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pemukiman dan perladangan, serta dimanfaatkan oleh pemerintah untuk lokasi perkantoran seperti yang ada di kawasan Kota Baru Petam.
           Sedangkan kawasan pegunungan berada di bagian selatan dan menempati ± 18% dari luas wilayah Kabupaten Sarmi dengan relief terjal hingga sangat terjal dan memiliki elevasi antara 600 - 1800 meter dpl. Kawasan ini terdiri dari pegunungan Irier, pegunungan Siduarsi, pegunungan Gauttier, dan pegunungan Foja yang semuanya merupakan kawasan konservasi atau kawasan non-budidaya.
           Pola aliran sungai di wilayah kabupaten Sarmi terdiri dari pola aliran dendritik, pola aliran subparalel, dan pola aliran trelis. Pola aliran dendritik lebih banyak berkembang dan dibentuk oleh sungai-sungai utama antara lain sungai Tor, sungai Apauwer, sungai Biri, sungai Bier, sungai dan Orey. Pola aliran subparalel terutama berkembang pada sungai-sungai kecil yang mengalir masuk ke sungai-sungai utama, seperti sungai Munuk, sungai Tanepa, dan sungai Mimiri. Sedangkan pola aliran trelis lebih berkembang pada sungai-sungai yang mengalir disebelah utara dan selatan kawasan pegunungan Gauttier dan pegunungan Foja.

               2. Stratigrafi Regional
         Stratigrafi regional daerah Sarmi dan sekitarnya menurut S. Gafoer, dkk, 1995 (Peta Geologi Lembar Sarmi dan Bufareh Skala 1 : 250.000) terdiri atas 13 formasi batuan yang berumur mulai dari Mesozoikum (Kapur) yaitu batuan Mafik/Ultramafik sampai Kuarter (Holosen) berupa endapan Aluvium. Adapun tataan stratigrafi mulai dari yang berumur tua hingga berumur muda adalah sebagai berikut :
1.            Batuan Mafik / Ultramafik (m/um); Terdiri dari gabro, serpentinit, dan batuan terserpentinitkan. Tergerus dan terbreksikan. Bersentuhan sesar dengan batuan lain. Umur diperkirakan lebih tua dari Kapur Akhir. Penyebaran formasi ini berada di sebelah timur lembar peta.

2.            Formasi Auwewa (Tema); Terdiri dari lava, breksi, tuf kristal gampingan dan sisipan grewake, kalsilutit, kalkarenit serta batugamping koral. Lava bersusunan basal piroksen dan basal olivine piroksen sampai andesitan, sebagian berupa spilit. Berstruktur bantal dan amigdaloid.  Fosil koral dan foram besar dalam batugamping. Umurnya diperkirakan Eosen sampai Miosen Awal, diendapkan dalam lingkungan laut dangkal. Penyebaran formasi ini berada di bagian tengah lembar peta.

3.            Formasi Biri (Teob); Terdiri dari kalsilutit, serpih dan sisipan lava basal. Kompak, berurat kalsit dan terhablur ulang. Sebagian berlapis dan terbreksikan, terlipat kuat dan tercenangga. Lava basal berstruktur bantal dan kekar meniang (columnar joint). Tebal yang tersingkap 305 meter. Tidak dijumpai fosil. Umurnya diperkirakan Eosen - Oligosen, diendapkan dalam lingkungan litoral – neritik. Penyebaran formasi berada di sebelah selatan pegunungan Siduarsi di sebelah timur lembar peta.

4.            Formasi Darante (Tomd); Terdiri dari kalkarenit, batugamping koral dan sisipan batuan gunungapi. Tidak berlapis, setempat berstruktur terumbu, kepingan rijang dan gejala penghabluran ulang. Batuan gunung api berupa lava amigdaloid dengan vesikular terisi zeolit, breksi serta sisipan batupasir tufan.  Setempat konglomerat alas dengan komponen batuan ultramafik dan semen gampingan. Tebal mencapai 850 meter atau lebih. Fosil koral ganggang, foram besar dan kecil. Umurnya Te – Tf1 (Oligosen Akhir – awal Miosen Tengah), diendapkan dalam lingkungan litoral – neritik. Penyebaran formasi ini sebagian besar berada pada kawasan pegunungan Foja di sebelah tenggara lembar peta, kawasan pegunungan Siduarsi di sebelah timur lembar peta, kawasan pegunungan Gauttier disebelah selatan lembar peta, dan beberapa di Aurimi di sebelah barat lembar peta, serta di sekitar pegunungan Irier disebelah utara tengah lembar peta.

5.            Formasi Makats (Tmm); Terdiri dari perselingan grewake, batulanau, batulempung, serpih dan napal; sisipan konglomerat dan batugamping. Berlapis baik, padat dank eras, konglomerat berkomponen utama batuan beku mafik, kalsilutit, dan batugamping malih. Terlipat kuat dan tersesarkan. Berupa sedimen tipe flysch dengan lapisan bersusun, lapisan halus sejajar dan konvolut. Tebal lebih dari 2000 meter. Mengandung fosil foram besar dan foram kecil. Umurnya Tf1 sampai Tf2-3 (bagian bawah Miosen Tengah sampai bagian bawah Miosen Akhir), diendapkan dalam lingkungan neritik. Penyebaran formasi ini berada di sebelah utara dan selatan pegunungan Foja disebelah tenggara lembar peta lalu menyebar ke arah baratlaut hingga di bagian barat Aurimi disebelah barat lembar peta.

6.            Formasi Aurimi dari Kelompok Mamberamo (Tmpa); Terdiri dari napal, kalkarenit, batupasir, batulanau dan batulempung. Setempat bersisipan batugamping napalan. Berlapis tipis – tebal, berstruktur nendatan, lapisan halus bergelombang, sejajar, konvolut dan silang siur. Kompak, getas, terlipat, tersesarkan dan setempat tergerus. Tebal 200 – 1300 meter. Banyak foram kecil, cangkang moluska dan ganggang. Umur N12 – N20 (Miosen akhir – Pliosen), diendapkan dalam lingkungan laut dangkal dan paralis. Penyebaran formasi ini berada di sebelah utara kawasan pegunungan Gauttier dan puncak pegunungan Foja disebelah selatan hingga tenggara lembar peta, di kawasan pegunungan Irier disebelah utara tengah lembar peta, serta di pulau Liki dan pulau Nimumoar.

7.            Formasi Unk dari Kelompok Mamberamo (QTu); Tersusun oleh grewake, batulanau, batulempung, konglomerat, dan sisipan lignit. Berlapis, lunak, agak kompak; mengandung kuarsa, mika, felspar, kepingan batuan, karbonan dan gampingan. Berstruktur lapisan bersusun, silang siur, sejajar dan liang bekas binatang. Tebal mencapai 1500 meter. Fosil foram kecil dan moluska. Umur N21 – N23 (Pliosen akhir – Plistosen), diendapkan dalam lingkungan laut dangkal sampai laut agak dalam. Penyebaran formasi ini menempati 60% dari luas lembar peta yang tersebar disebelah tenggara menerus hingga barat daya lembar peta lalu membelok ke utara dan timur lembar peta, serta bagian tengah lembar peta.

8.            Batuan Campur Aduk (Qc); Terdiri dari lempung tergerus, lumpur dengan bongkah/kepingan batuan yang lebih tua yang berasal dari formasi-formasi Unk (QTu), Aurimi (Tmpa), Makats (Tmm), Darante (Tomd), Auwewa (Tema), Biri (Teb), dan batuan mafik/ultramasik (m/um). Diduga terbentuk secara tektonika pada Plistosen – Holosen. Penyebarannya berada di bagian tengah lembar peta mulai dari timur menerus hingga ke barat.

9.            Formasi Kukunduri (Qpk); Terdiri dari konglomerat, pasir dan lempung atau lempung pasiran, tidak mampat, mengandung sisa tumbuhan. Tebal 50 – 100 meter. Tak dijumpai fosil, umurnya diperkirakan Plistosen. Penyebaran formasi ini berada di sekitar Segar Mebor disebelah selatan lembar peta dan disebelah barat sungai Apawer dan sekitar Wamariri disebelah barat lembar peta.

10.          Formasi Jayapura (Qpj); Terdiri dari batugamping terumbu dengan sisipan sisipan konglomerat aneka bahan, kalkarenit, kalsirudit, kalsilutit. Bertopografi kars, terlipat lemah dengan kemiringan 5º-15º, struktur silang siur dan lapisan sejajar, tebal ± 75 meter. Konglomerat biasanya berada di bagian bawah, berkomponen terutama batulempung dan batugamping hablur. Fosil umumnya koral dan ganggang, umurnya Plistosen. Penyebaran formasi ini berada sekitar Sawar hingga Bageserwar dan pulau-pulau diwilayah peraian disebelah utara lembar peta, serta  di sekitar Sewan di sebelah timur tengah lembar peta.

11.          Endapan Lumpur (Qmd); Terdiri dari leleran lumpur dan lempung, lembek, dengan kepingan/bongkahan batuan yang keluar dari poton. Beberapa poton masih giat, sebagian mengandung gas (metan, nitrogen, CO2), garam dan hidrokarbon.  Tinggi kerucut poton mencapai 110 meter, garis tengah beberapa kilometer, umur diduga Holosen. Penyebarannya berada di sebelah utara kawasan pegunungan Karamof disebelah timur lembar peta, di sekitar Gerung di sebelah selatan lembar peta, serta di sebelah barat gunung Pipirai di sebelah barat tengah lembar peta.

12.          Batugamping Koral (Qcl); Terdiri dari terumbu koral terangkat dan kepingan batugamping membentuk undak-undak, tingginya mencapai 50 meter diatas muka laut. Penyebarannya berada di Kota Sarmi, disebelah utara lembar peta.

13.          Alluvium ( Qa ); Terdiri dari lempung, pasir dan kerikil, merupakan endapan sungai, pantai dan rawa. Penyebarannya berada di sebelah baratlaut, utara, timurlaut dan tengah lembar peta, menempati morfologi dataran.



Gambar 2-3.       Kolom statigrafi regional lokasi kegiatan
(Sumber Peta : Peta Geologi Regional Lembar Sarmi & Bufareh skala 1:250.000, PPPG )

                3. Struktur Geologi Regional dan Tektonika
             Struktur geologi yang berkembang di lembar Sarmi & Bufareh terdiri dari perlipatan dan sesar. Perlipatan berupa antiklin dan sinklin dengan sumbu berarah baratlaut-tenggara dan barat-timur. Sesar terdiri dari sesar turun, sesar naik dan sesar geser-jurus. Arah umum sesar naik dan turun adalah baratlaut-tenggara, barat-timur, dan baratdaya-timurlaut. Sesar geser-jurus umumnya berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Semua sesar memotong batuan berumur Tersier dan Kuarter meliputi jenis batuan sedimen klastika dan karbonat dan juga batuan ultramafik.
Poton banyak dijumpai disini, poton-poton tersebut erat hubungannya dengan struktur diapir yang dipengaruhi oleh kegiatan tektonika yang aktif sejak Plistosen hingga sekarang.
              Sarmi & Bufareh merupakan bagian dari kerak Samudera Pasifik yang bertubrukan dengan kerak Kontinen Australian sejak Oligosen yang menghasilkan Orogenesa Melanesia. Kegiatan tektonika terus berlangsung hingga Miosen-Pliosen, menghasilkan gerakan-gerakan tegak dan mendatar sebagai akibat interaksi orogenesa. Pada Plistosen sesar naik di zona Mamberamo terbentuk akibat dorongan lempeng Pasifik ke selatan dan poton-poton di sepanjang zona Mamberamo terbentuk. Berdasarkan data kegempaan, tektonika di lembar ini masih aktif hingga sekarang.



Gambar 2-4. Peta Geologi Regional Lokasi Kegiatan dan Sekitarnya
(Sumber Peta : Peta Geologi Regional Lembar Jayapura skala 1:250.000, PPPG)

  •                 KEGEMPAAN (EARTH QUAKE)


               Indonesia termasuk dalam wilayah yang sangat rawan bencana gempa bumi seperti halnya Jepang dan California karena posisi geografisnya menempati zona tektonik yang sangat aktif. Hal ini dikarenakan tiga lempeng besar dunia dan sembilan lempeng kecil lainnya saling bertemu di wilayah Indonesia serta membentuk jalur-jalur pertemuan lempeng yang kompleks. Keberadaan interaksi antar lempeng-lempeng ini menempatkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang sangat rawan terhadap gempa bumi. Tingginya aktivitas kegempaan ini terlihat dari hasil rekaman dan catatan sejarah dalam rentang waktu 1900-2009 terdapat lebih dari 50.000 kejadian gempa dengan magnituda M ≥ 5.0 dan setelah dihilangkan gempa ikutannya terdapat lebih dari 14.000 gempa utama (main shocks). Kejadian gempa utama dalam rentang waktu tersebut dapat dilihat dalam Gambar 2-5 yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti, dari katalog gempa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Nasional Earthquake Information Center U.S. Geological Survey (NEIC-USGS), beberapa katalog perorangan Abe, Abe dan Noguchi, serta Gutenberg & Richter, dan katalog Centennial dimana merupakan kompilasi katalog Abe, Abe & Noguchi, dan Newcomb & McCann.
Dalam gambar 2-5 menunjukkan bahwa lokasi sasaran kegiatan termasuk dalam wilayah sangat rawan bahaya gempa bumi dengan penyebaran pusat gempa yang agak rapat berdasarkan skala peta dengan kedalaman berkisar antara 0 – 50 meter (pusat gempa dangkal).  



Gambar 2-5. Peta Sebaran Episenter gempa utama di Indonesia dan
        sekitarnya untuk magnitude M≥ 5.0 yang dikumpulkan dari
        berbagai sumber rentang waktu tahun 1900 - 2009

               Dalam mengantisipasi bahaya gempa, pemerintah Indonesia telah mempunyai standar peraturan perencanaan ketahanan gempa untuk stuktur bangunan gedung yaitu SNI-03-1726-2002. Sejak diterbitkannya peraturan ini, tercatat beberapa gempa besar dalam 6 tahun terakhir, seperti gempa Aceh disertai tsunami tahun 2004 (Mw = 9,2), Gempa Nias tahun 2005 (Mw = 8,7), gempa Yogya tahun 2006 (Mw = 6,3), dan terakhir gempa Padang tahun 2009 (Mw = 7,6). Gempa-gempa tersebut telah menyebabkan ribuan korban jiwa, keruntuhan dan kerusakan ribuan infrastruktur, serta dana trilyunan rupiah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Pencegahan kerusakan akibat gerakan tanah dapat dilakukan melalui proses perencanaan dan konstruksi yang baik dan dengan memperhitungkan suatu tingkat beban gempa rencana. Sehingga dalam perencanaan infrastruktur tahan gempa perlu diketahui beban gempa rencana yang dapat diperoleh berdasarkan peta hazard gempa Indonesia.
Indonesia pertama kali mempunyai peta hazard gempa pada tahun 1983, yaitu dalam Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung (PPTI-UG 1983). Peta gempa ini membagi Indonesia menjadi enam zona gempa. PPTI-UG 1983 diperbaharui pada tahun 2002 dengan keluarnya Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung SNI 03-1726-2002. Peraturan pengganti ini disusun dengan mengacu pada UBC 1997. Peta gempa yang ada dalam SNI 2002 tersebut berupa peta percepatan puncak atau Peak Ground Acceleration (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam masa layan bangunan 50 tahun atau bersesuaian dengan perioda ulang gempa 500 tahun.
               Standar perencanaan umumnya selalu diperbarui guna mengakomodir perkembangan iptek dan data-data kejadian gempa terbaru. Dengan adanya kejadian gempa-gempa besar seperti gempa Aceh tahun 2004 maka sudah selayaknya peta gempa yang ada perlu direvisi. Dalam upaya merevisi peta gempa Indonesia ini dan untuk mengintegrasikan berbagai keilmuan terkait bidang kegempaan, maka pada tahun 2009 di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum telah dibentuk Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010 dengan susunan anggota sebagai berikut; Ketua Prof. Dr. Masyhur Irsyam (Geoteknik Kegempaan-ITB), Wakil Ketua Dr. Wayan Sengara (Geoteknik Kegempaan-ITB), Sekretaris Fahmi Aldiamar, MT. (Geoteknik Kegempaan-PU), dan anggota Prof. Dr. Sri Widiyantoro (Seismologi-ITB), Dr. Wahyu Triyoso (Seismologi-ITB), Dr. Danny Hilman Natawidjaja (Geologi Kegempaan-LIPI), Ir. Engkon Kertapati (Geologi-Badan Geologi), Dr. Irwan Meilano (Geodesi Kegempaan-ITB), drs. Suhardjono Dipl.Seis (Seismologi-BMKG), M. Asrurifak, MT. (Geoteknik Kegempaan-ITB), dan Ir. M. Ridwan, Dipl.E.Eng. (Geologi-PU).
              Dengan menggunakan pendekatan probabilitas, Tim telah menghasilkan peta PGA dan spektra percepatan untuk perioda pendek (0.2 detik) dan perioda 1.0 detik dengan kemungkinan terlampaui 10% dalam 50 tahun, 10% dalam 100 tahun, dan 2% dalam 50 tahun atau yang mewakili tiga level hazard (potensi bahaya) gempa yaitu 500, 1000 dan 2500 tahun. Hasil analisis dari masing-masing level hazard gempa ini ditampilkan dalam bentuk kontur. Peta Gempa Indonesia 2010 ini digunakan sebagai acuan dasar perencanaan dan perancangan infrastruktur tahan gempa termasuk pengganti peta gempa yang ada di Standard Peraturan Perencanaan Ketahanan Gempa Indonesia (SNI-03-1726-2002). Peta-peta Gempa Indonesia 2010 dapat dilihat dalam Gambar 2-6 – Gambar 2-14 berikut.



Gambar 2-6. Peta percepatan puncak (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun



Gambar 2-7. Peta respon spectra percepatan 0,2 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun



Gambar 2-8. Peta respon spectra percepatan 1,0 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun



Gambar 2-9. Peta percepatan puncak (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 100 tahun



Gambar 2-10. Peta respon spectra percepatan 0,2 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 100 tahun



Gambar 2-11. Peta respon spectra percepatan 1,0 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 100 tahun




Gambar 2-12. Peta percepatan puncak (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun



Gambar 2-13. Peta respon spectra percepatan 0,2 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun




Gambar 2-14. Peta respon spectra percepatan 1,0 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun


               Demikianlah beberapa pejelasan saya mengenai Tinjauan Umum suatu proyek dalam hal ini suatu kondisi yang kita lihat dari segi Geografi, Topografi dan iklim serta kondisi Geologi Regional dan Kegempaan suatu daerah yaitu target proyek yang berkaitan dalam suatu laporan Antara. Semoga ini bermanfaat, terimakasih.

CONTOH LAPORAN PENDAHULUAN PERENCANAAN PENANGANAN JALAN

Dalam suatu penanganan jalan, dibutuhkan laporan yang lengkap, utamanya laporan pendahuluan. laporan pendahuluan sangatlah penting dalam sebuah proyek atau pekerjaan karena inilah dimana dijelaskan mengenai dasar-dasar dari sebuah proyek yang akan kita kerjakan. Untuk jelasnya m mengenai laporan pendahuluan sebuah pekerjaan, berikut saya tampilkan sebuah contoh laporan pendahuluan sebuah pekerjaan penanganan jalan yang ada di kabupaten Sarmi, Provinsi Papua.


Provinsi Papua yang terletak di bagian timur nusantara memiliki wilayah daratan dan perairan yang bernilai strategis bagi pertahanan dan keamanan Negara. Selain itu, potensi sumberdaya alam yang tersebar hampir di seluruh wilayah provinsi ini berupa hasil hutan, bahan tambang dan energi, perikanan, lahan pertanian yang luas, panorama alam serta nilai budaya yang beragam, menjadikan provinsi Papua sebagai wilayah strategis bagi perekonomian Negara masa kini dan masa yang akan datang. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat asli Papua, tidak sebanding dengan kekayaan alam yang dimiliki. Ada beberapa faktor yang membentuk kompleksitas persoalan di provinsi Papua antara lain sumberdaya manusia, kondisi geografis, keberpihakan dan perlindungan terhadap masyarakat asli Papua, serta masih minimnya infrastruktur wilayah termasuk infrastruktur jalan dan kualitasnya juga masih jauh dari yang diharapkan.
Dalam rangka penyelesaian persoalan infrastruktur jalan di provinsi Papua, maka Pemerintah terus berupaya membangun ruas-ruas jalan baru dan meningkatkan ruas-ruas jalan yang telah ada guna menghubungkan wilayah-wilayah kabupaten yang ada. Beberapa ruas jalan di provinsi Papua dapat dilihat pada gambar 1-1 berikut.


Gambar 1-1. Peta Ruas Jalan Provinsi Papua hingga akhir tahun 2011

Kabupaten Sarmi merupakan kabupaten pemekaran dari kabupaten Jayapura berdasarkan Undang-undang Nomor 26 tahun 2002 yang dikeluarkan pada tanggal 11 Desember 2002. Selanjutnya pada tahun 2007 kabupaten Sarmi dimekarkan menjadi 2 (dua) kabupaten, yaitu kabupaten Sarmi dan kabupaten Mamberamo Raya. Setelah pemekaran wilayah hingga saat ini, luas wilayah kabupaten Sarmi adalah 17.740 km² yang terdiri dari 10 (sepuluh) distrik yang terbagi menjadi 2 (dua) kelurahan dan 84 (delapan puluh empat) kampung. Wilayah Kabupaten Sarmi berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah utara,  kabupaten Jayapura di sebelah timur, kabupaten Mamberamo Raya di sebelah barat, serta kabupaten Mamberamo Raya dan kabupaten Tolikara di sebelah selatan. Sebagian besar penduduk Sarmi menggantungkan kebutuhan hidup mereka pada kemurahan alam, hutan menyediakan kebutuhan mereka. Sagu sebagai makanan pokok penduduk tumbuh subur di hampir semua wilayah kabupaten ini. Potensi lahan yang tersedia untuk tanaman bahan pangan dan hortikultura sedemikian luas. Pengembangan komoditas pertanian seperti padi, palawija, dan sayuran masih dalam skala kecil untuk kebutuhan sendiri. Lahan yang sudah diolah dan menghasilkan tanaman bahan pangan terdapat di Distrik Bongo. Hanya di distrik ini padi sudah dapat dituai hasilnya. Demikian juga produksi palawija Kabupaten Sarmi sebagian besar dihasilkan di Bonggo. Komoditas wilayah ini yang berhasil menembus ke pasar luar daerah adalah kakao dan kelapa dalam yang sudah dikeringkan dalam bentuk kopra. Komoditas ini di kirim ke Surabaya dan Makassar. Kelapa tumbuh tidak hanya di daratan Sarmi, tetapi juga disejumlah pulau di kawasan perairan Sarmi. Sarmi memang menjadi satu satunya kabupaten di Papua yang memiliki potensi kelapa rakyat sangat luas menyusul Kabupaten Biak Numfor. Meskipun kelapa ini sebagian besar tumbuh secara alamiah di pesisir pantai, dan sungai-sungai, tumbuhan ini terlihat sangat teratur dan terkesan seperti perkebunan luas. Potensi hutan daerah ini juga sangat menjanjikan. Luas hutan produksi diperkirakan 54.000 hektar.  Kabupaten ini sangat mengharapkan datangnya investor mengingat potensi lahan pertanian, perkebunan, pertambangan dan kelautan yang masih belum diolah. Diketahui bahwa di perut bumi Sarmi terdapat bijih besi yang jika dieksploitasi mampu menghasilkan 60.000 ton pasir besi setiap bulannya. Sementara itu, menurut survei dari Kanada di distrik Pantai Barat, Pantai Timur, dan Mamberamo Hilir terdapat kandungan minyak bumi. Laut yang bersinggungan dengan 6 dari 8 distrik di Sarmi juga menyimpan kekayaan tersendiri. Wilayah sarmi memang terletak di pinggir pantai Samudera Pasifik dan memiliki sejumlah sungai dan danau yang berpotensi menyimpan ikan dan udang. Sebuah gudang pelabuhan pendaratan ikan dan pelabuhan utama pendaratan ikan telah dibangun di Sarmi. Hal ini semakin membuka peluang investasi di sektor perikanan (www.sarmikab.go.id, update Maret 2012).
Untuk menghubungkan ibukota kabupaten Sarmi dengan ibukota provinsi Papua Pemerintah telah membangun jalan dengan panjang jalan 321 km. Ruas jalan tersebut juga menghubungkan ibukota kabupaten Sarmi dengan ibukota kabupaten Jayapura.


Gambar 1-2. Peta Ruas Jalan Jayapura – Sarmi

Jalan Jayapura-Sarmi sebagai prasarana transportasi memegang peranan penting dalam perkembangan wilayah serta keberadaanya memiliki nilai yang sangat strategis, khususnya sebagai urat nadi perekonomian masyarakat di kabupaten Sarmi dan kabupaten Jayapura. Longsoran yang terjadi di beberapa titik sepanjang jalan Jayapura-Sarmi merupakan salah satu faktor yang mengancam keberlangsungan fungsi jalan tersebut. Longsoran tersebut pada umumnya dipicu oleh faktor alam seperti curah hujan yang tinggi, kondisi geologi yang rentan terhadap longsoran serta faktor non alamiah seperti aktivitas penggalian di kaki lereng dan penebangan hutan. Dengan demikian perlu dilakukan upaya upaya untuk menentukan metoda penanganan dan penanggulangan yang efisien dan efektif agar fungsi jalan tetap terjaga sebagaimana mestinya dan terus dapat digunakan oleh masyarakat dengan aman.

  • MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud pengadaan Penyedia jasa konsultasi pekerjaan Perencanaan Penanganan Khusus Jalan Jayapura-Sarmi ini adalah sebagai sebagai berikut :
1. Membantu Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Papua, didalam melakukan perencanaan teknis terhadap kegiatan pekerjaan konstruksi di lapangan yang dilaksanakan oleh Penyedia jasa konstruksi (kontraktor), berhubung adanya keterbatasan tenaga Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Papua, baik dari segi jumlah maupun dari segi kualitasnya;
2. Meminimalkan kendala-kendala teknis yang sering dihadapi oleh Penyedia jasa konstruksi di lapangan khususnya dalam melaksanakan pekerjaan penanggulangan pada daerah yang berpotensi terjadi longsoran yang tersebar pada ruas jalan Jayapura – Sarmi.
Adapun tujuan dari  Perencanaan Penanganan Khusus Jalan Jayapura-Sarmi ini adalah sebagai berikut :
Merencanakan upaya penanggulangan longsoran yang dapat dilakukan dengan cepat, tepat, dan ekonomis sesuai dengan tipe dan karakteristik longsoran selama umur rencana;
Tersedianya dokumen pelelangan beserta gambar rencana dan spesifikasi teknis.


  • DATA UMUM PROYEK

1. Pemberi Tugas : KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM
DIREKTORAT JENDERAL BINA MARGA BALAI BESAR PELAKSANAAN JALAN NASIONAL X SATUAN KERJA NON VERTIKAL TERTENTU (SNVT) PERENCANAAN DAN PENGAWASAN JALAN  NASIONAL PROVINSI PAPUA
2. Kegiatan : Penanganan Khusus Jalan Jayapura-
 Sarmi
3.    Sumber Dana : APBN Tahun Anggaran 2012
4. Konsultan Perencana : PT. SARANA BHUANA JAYA
5. Nomor Kontrak : HK.02.03/KH.JPR-SAR/P2JN-PUA/82/
  2012
6. Tanggal Kontrak : 09 Maret 2012
7. Nilai Kontrak : Rp. 993.000.000,- (Sembilan Ratus
  Sembilan Puluh Tiga Juta Rupiah)
8. Nomor SPMK : IK.02.04/SPMK/KH.JPR-SAR/P2JN-PUA/
  82/2012
9. Tanggal : 12 Maret 2012
10. Masa Layanan : 5 (Lima) Bulan
11. Tanggal Akhir Kegiatan : 08 Agustus 2012
LOKASI KEGIATAN
Kegiatan Penanganan Khusus Jalan Jayapura – Sarmi ini dilakukan pada ruas jalan Nimbokrang – Bonggo – Sarmi mulai dari KM 112 (Nimbontong) hingga KM 321 (Sarmi) dengan sasaran pada daerah-daerah yang berpotensi longsor dan telah longsor. Adapun jumlah lokasi longsoran yang telah diinventarisir sebanyak 7 (tujuh) lokasi, namum jumlah lokasi yang akan ditangani sebanyak 3 (tiga) lokasi, yaitu titik longsoran pada KM 144+750 (T5), KM 146+700 (T6), dan KM 158+600 (T7).
Untuk mencapai lokasi kegiatan dapat menggunakan kendaraan beroda empat maupun kendaraan beroda dua dengan waktu tempuh berkisar 7 – 8 jam dari Kota Jayapura. Kondisi jalan sebagian besar sudah diaspal, dan sebagian lagi berupa jalan perkerasan.
Penyebaran titik-titik longsoran yang telah diinventarisir dan titik-titik yang menjadi sasaran untuk penyelidikan selanjutnya kemudian di desain penanggulangannya dapat dilihat pada gambar 1-3.


Gambar 1-3. Peta Lokasi Kegiatan



  • ORGANISASI PELAKSANA

Organisasi Pelaksana pekerjaan ini disusun berdasarkan keterlibatan personil tenaga ahli dan personil lainnya dalam pekerjaan serta tanggung jawabnya. Secara umum stuktur organisasi pelaksana pekerjaan merupakan pendelegasian tugas dan tanggung jawab sub pekerjaan pada masing-masing tenaga ahli dan secara keseluruhan akan menjadi tanggung jawab Tim Leader/Pemimpin Tim.
Sesuai dengan lingkup pekerjaan dan rencana kerja yang akan diuraikan serta berpedoman kepada Kerangka Acuan Kerja, maka disusunlah kebutuhan tenaga-tenaga Konsultan Perencana untuk pelaksanaan Penanganan Khusus Jalan Jayapura – Sarmi. Struktur Organisasi palaksana pekerjaan Penanganan Khusus Jalan Jayapura – Sarmi dapat dilihat pada gambar 1-4, adapun uraian masing-masing sebagai berikut:

  • TENAGA AHLI

1. Team Leader, ditugaskan 1 (satu) orang selama 5 (lima) bulan;
2. Ahli Bidang Teknik Konstruksi Jalan Raya/Highway Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 4 (empat) bulan;
3. Ahli Bidang Teknik Geologi/Geology Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 4 (empat) bulan;
4. Ahli Bidang Teknik Geodesi/Geodetic Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 4 (empat) bulan;
5. Ahli Bidang Mekanika Tanah dan Bahan/Soil & Material Engineer, ditugaskan 1 (dua) orang selama 4 (empat) bulan;
6. Ahli Bidang Cost Engineer Dokumen and Spec. Engineer, ditugaskan 1 (dua) orang selama 3 (tiga) bulan.

  • TENAGA PENDUKUNG

Dalam rangka mendukung pelaksanaan pekerjaan, akan dilibatkan tenaga pendukung yang terdiri dari:
1. Asisten Ahli Bidang Teknik Konstruksi Jalan Raya/Highway Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 4 (empat) bulan;
2. Asisten Ahli Bidang Teknik Geologi/Geology Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 3 (tiga) bulan;
3. Asisten Ahli Bidang Teknik Geodesi/Geodetic Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 3 (tiga) bulan;
4. Asisten Ahli Bidang Mekanika Tanah dan Bahan/Soil and Material Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 3 (tiga) bulan;
5. Asisten Cost. Engineer Doc. & Spec. Engineer, ditugaskan 1 (satu) orang selama 3 (tiga) bulan;
6. Tenaga Surveyor, ditugaskan 2 (dua) orang selama 2 (dua) bulan;
7. Tenaga Draftman/Operator CAD ditugaskan 2 (dua) orang selama 2 (dua) bulan;
8. Tenaga Administrasi 1 (satu orang selama 5 (lima) bulan;
9. Tenaga Operator Komputer 2 (dua) orang selama 5 (lima) bulan.


Gambar 1-4. Struktur Organisasi Pelaksana Kegiatan


  • LINGKUP PEKERJAAN PERENCANAAN

Lingkup kegiatan yang tercakup dalam pekerjaan perencanaan penanganan khusus jalan Jayapura – Sarmi ini antara lain adalah :

Tahap Persiapan Perencanaan dan Survei Identifikasi Awal
Pengambilan data-data kondisi existing untuk mencatat semua kondisi awal lokasi yang direncanakan meliputi kondisi badan jalan, fasilitas yang ada, drainase, vegetasi, serta menginventarisir lokasi-lokasi yang telah longsor dan berpotensi longsor yang tersebar pada ruas jalan.
Tujuan dari kegiatan persiapan dan survei identifikasi ini adalah :
1. Mempersiapkan dan mengumpulkan data awal yang akan digunakan sebagai panduan dalam melaksanakan kegiatan penyelidikan pendahuluan dan penyelidikan detail;
2. Menginventarisir dan mengidentifikasi lokasi-lokasi yang telah dan berpotensi longsor;
3. Menetapkan prioritas lokasi longsor yang akan ditangani.

Tahap Pengumpulan Data Lapangan
Merupakan serangkaian kegiatan lapangan yang dilaksanakan pada lokasi-lokasi prioritas penanganan longsor yang bertujuan untuk memperoleh data dan informasi yang menggambarkan kondisi topografi, kondisi geologi, sifat tanah dan/atau batuan, tipe dan karakteristik longsoran, dan parameter-parameter lainnya yang diperlukan untuk perencanaan konstruksi penanggulangan longsor.
Tahap pengumpulan data lapangan terdiri dari:
1. Penyelidikan pendahuluan;
Dimaksudkan untuk mendapatkan perian atau deskripsi umum daerah longsoran yang mencakup luas daerah yang terlibat, jenis longsoran, kedalaman bidang longsor, penyebab longsoran, dan keaktifannya.
Untuk dapat mencapai maksud tersebut dalam kegiatan penyelidikan pendahuluan dilakukan pekerjaan-pekerjaan yang meliputi pemetaan topografi, pemetaan geologi longsoran, pendugaan geofisika, survey geohidrologi, penggalian sumur dan parit uji, dan pengamatan visual (ciri, jenis longsoran dan penyebabnya).
2. Penyelidikan detail;
Dimaksudkan untuk mendapatkan perian terinci secara kuantitatif data lapangan dan data laboratorium. Perian terinci meliputi hal-hal yang telah tercakup dalam perian umum dilengkapi dengan parameter geoteknik seperti kuat geser, permeabilitas, kandungan mineral, dan sifat fisik lainnya yang akan digunakan dalam analisis dan pemilihan cara penanggulangan.

3. Penyelidikan tambahan;
Apabila hasil perian terinci dinilai masih kurang lengkap maka diperlukan penyelidikan tambahan sesuai dengan keperluannya. Penyelidikan tambahan tersebut meliputi pekerjaan lapangan dan pengujian di laboratorium.
Penyelidikan lapangan dapat terdiri dari pekerjaan pemboran disertai dengan pengambilan contoh tanah, pengujian kekuatan geser tanah di lapangan, pengujian kekuatan dukung tanah atau uji penembusan (SPT dan/atau penyondiran), dan uji kelulusan air. Pengujian di laboratorium bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengetahui sifat teknisnya sesuai dengan acuan yang sudah baku.
Tahap Perhitungan dan Perencanaan Teknis
1. Analisa data lapangan
2. Analisa faktor-faktor penyebab longsor
3. Perhitungan dan perencanaan konstruksi penanggulangan longsor
Tahap penyusunan rencana detail
1. Membuat gambar detail konstruksi
2. Membuat rincian volume pekerjaan dan rencana anggaran biaya (RAB) serta Menyusun dokumen perencanaan
3. Menyusun dokumen pelelangan


  • PELAPORAN

Merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk merekam semua kegiatan dan hasil yang telah diperoleh dalam kegiatan Perencanaan ini yang diwujudkan dalam dokumen tertulis dan gambar. Sesuai dengan Kerangka Acuan Kerja Perencanaan Penanganan Khusus Jalan Jayapura – Sarmi, maka dokumen laporan kegiatan terdiri dari Laporan Pendahuluan, Laporan Antara, Konsep Laporan Akhir, Laporan Akhir, dan Laporan Ringkasan Eksekutif.
Laporan Pendahuluan (Inception Report)
Laporan pendahuluan merupakan apresiasi terhadap Kerangka Acuan Kerja kegiatan yang antara lain meliputi latar belakang masalah, maksud dan tujuan, data umum proyek, lokasi kegiatan, ruang lingkup kegiatan, metode atau cara pendekatan, teknik dan prosedur pengumpulan data serta analisis. Pada pelaporan pendahuluan ini dicantumkan juga pentahapan pekerjaan, jadwal rencana kerja dan organisasi pelaksanaan. Laporan ini dibuat dan diserahkan sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy dalam bentuk CD.

Laporan Antara (Interim Report)
Laporan antara berisi hasil pengumpulan dan pengolahan data lapangan serta rencana alternatif-alternatif perencanaan teknis yang akan diajukan. Laporan antara dibuat dan diserahkan sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy dalam bentuk CD.
Konsep Laporan Akhir (Draft Final report)
Laporan ini berisi konsep detail desain yang rinci tentang penanganan longsor berdasarkan alternatif-alternatif desain yang dipilih dan telah disosialisasikan kepada Penyedia Jasa dan masyarakat. Konsep laporan akhir dibuat dan diserahkan sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy dalam bentuk CD.

Laporan Akhir (Final Report)
Setelah Konsep Laporan Akhir selesai didiskusikan dan memperoleh persetujuan dari Penyedia Jasa maka Konsultan diwajibkan membuat Laporan Akhir (Final Report).
Dokumen Laporan Akhir berisi Laporan Perencanaan, Laporan Survey Topografi, Laporan Penyelidikan Tanah, Laporan Survey Hidrologi, Laporan Perkiraan Kuantitas dan Biaya, Dokumen Pelelangan, dan Gambar Rencana.
Laporan Akhir dibuat dan diserahkan sebanyak 5 (lima) buku dan softcopy dalam bentuk CD.

Ringkasan Eksekutif (Executive Summary)
Ringkasan eksekutif dibuat dalam bahasa Indonesia yang isinya menguraikan secara ringkas tentang pekerjaan perencanaan ini mulai dari tahapan survey identifikasi, penyelidikan pendahuluan dan detail, proses analisa, perencanaan teknis hingga kesimpulan dan saran. Laporan ini dibuat dan diserahkan 5 (lima) buku dan softcopy dalam bentuk CD.

Dokumen Lelang
Konsultan akan mempelajari/menggunakan spesifikasi Teknis standar yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Apabila dalam spesifikasi Teknis yang tersedia tidak tercakup jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan maka Konsultan akan menyiapkan Spesifikasi Khusus yang sesuai dengan pekerjaan.
Dokumen lelang terdiri dari :
1. Jilid Satu : Instruksi Kepada Peserta Lelang
2. Jilid Dua : Syarat-syarat Kontrak
3. Jilid Tiga : Spesifikasi Umum dan Spesifikasi Khusus
4. Jilid Empat : Gambar Rencana dengan ukuran A3
5. Jilid Lima : Daftar Kuantitas dan Biaya
Dokumen tender sebagai salah satu hasil akhir dari perencanaan teknis perlu dipersiapkan dengan betul untuk digunakan pada tender pengadaan jasa kontraktor.
Adapun secara garis besar isi dokumen adalah sebagai berikut :
1. Instruksi Kepada Peserta Lelang
Berisi antara lain :
Instruksi Umum Kepada Perserta Lelang dan Lampirannya.
Bentuk Surat Penawaran dan Lampirannya.
Bentuk Surat Perjanjian (Kontrak).
Contoh bentuk jaminan.
Informasi pelengkap (jika ada).

2. Syarat Kontrak
Berisi antara lain :
Syarat Umum Kontrak dan Syarat Khusus Kontrak

3. Spesifikasi Umum dan Spesifikasi Khusus
Spesifikasi Umum dibuat dengan menyesuaikan jenis pekerjaan yang akan dilelangkan. Dan Spesifikasi Khusus berisi tambahan spesifikasi pekerjaan yang tidak terdapat pada Spesifikasi Umum.
4. Gambar Rencana
Memuat antara lain plan, profile, cross section, typical cross section, gambar bangunan pelengkap, drainase, rambu jalan, marka jalan, gambar-gambar detail, gambar struktur dan sebagainya.
5. Daftar Kuantitas Memuat daftar kuantitas dan satuannya, berisi perkiraan kuantitas masing-masing item pekerjaan.


Presentasi (Expose)
Selain membuat laporan kegiatan, Penyedia Jasa diwajibkan memberikan penjelasan atau gambaran kepada Pengguna Jasa tentang prestasi pekerjaan yang akan / telah dicapai melalui presentasi / expose yang dilakukan sebanyak 3 (tiga) sesi , yaitu:
Sesi pertama dilaksanakan pada tahap pendahuluan pekerjaan perencanaan;
Sesi kedua dilaksanakan pada tahap sejauh mana implementasi perencanaan yang telah dilakukan;
Sesi ketiga dilaksanakan untuk menjelaskan hasil akhir dari pekerjaan.

Demikianlah contoh laporan pendahuluan sebuah pekerjaan penanganan jalan. Semoga bermanfaat, Syalom.