Showing posts with label ILMU DASAR. Show all posts
Showing posts with label ILMU DASAR. Show all posts

METODE STABILISASI TANAH

IlmuDasarDanTeknik*_Halo sahabat Teknik, Gimana kabarnya? Setelah sekian lama tidak ada kabar akhirnya kini bisa menyapa lagi. Kali ini sedikit ilmu yang akan kita pelajari mengenai metode stabilisasi tanah. Kangsung saja ke Materi!

TENTANG STABILISASI TANAH

Dalam pengertian luas, yang dimaksud stabilisasi tanah adalah pencampuran tanah dengan bahan tertentu guna memeperbaiki sifat-sifat teknis tanah atau dapat pula, stabilisasi tanah adalah usaha untuk merubah atau memperbaiki sifat-sifat teknis tanah agar memenuhi syarat teknis tertentu.

Tanah dasar merupakan bagian penting dari kontruksi jalan karena tanah ini mendukung seluruh kontruksi jalan beserta muatan lalu lintas diatasnya. Tanah dasar menentukan mahal tidaknya pembangunan jalan tersebut karena kekuatan tanah tersebut menentukan tebal tipisnya lapisan perkerasan. Tanah dasar dalam keadaan asli merupakan suatu bahan yang kompleks dan sangat bervariasi kandungan mineralnya. Pembangunan jalan raya tidak selalu berada diatas tanah dasar yang relatif baik, ada kemungkinan dibuat diatas tanah yang kurang baik. Akibatnya, tanah tersebut tidak dapat langsung dipakai sebagai lapisan dasar (subgrade). Oleh karena itu tanah dasar perlu dipersiapkan secara baik antara lain dengan perbaikan tanah.

Stabilisasi tanah adalah alternatif yang dapat diambil untuk memperbaiki sifat-sifat tanah yang ada. Pada prinsipnya stabilisasi tanah merupakan suatu penyusunan kembali butir-butir tanah agar lebih rapat dan saling mengunci. Tanah dibuat stabil agar jika ada beban yang lewat, tidak terjadi penurunan (settlement). Tanah dasar minimal harus bisa dilewati kendaraan proyek. Stabilisasi tanah adalah usaha untuk meningkatkan stabilitas dan kapasitas daya dukung tanah. Menurut Bowles (1984) apabila tanah yang terdapat di lapangan bersifat sangat lepas atau sangat mudah tertekan, atau apabila mempunyai indeks konsistensi yang tidak sesuai, permeabilitas yang terlalu tinggi, atau sifat lain yang tidak diinginkan sehingga tidak sesuai untuk suatu proyek  pembangunan, maka tanah tersebut harus di stabilisasikan. Proses stabilisasi itu meliputi, antara lain:

  1. Penggantian tanah asli : mengganti tanah dengan tanah yang baik atau sesuai spesifikasi.
  2. Perbaikan gradasi butiran.
  3. Stabilisasi dengan bahan kimia.
  4. Stabilisasi dengan pemadatan.

Tujuan perbaikan tanah tersebut adalah untuk mendapatkan tanah dasar yang stabil pada semua kondisi. Usaha stabilisasi dilakukan hanya seperlunya saja, tidak menguntungkan secara ekonomis untuk membuat sesuati bagian konstruksi yang lebih kuat dari yang diperlukan. 

JENIS METODE STABILISASI TANAH

Ada dua metode-metode stabilisasi yang dikenal adalah sebagai berikut :

Stabilisasi Mekanis

Definisi stabilisasi mekanis adalah tanah yang telah di stabilisasikan secara mekanis adalah yang telah berhasil dibuat memiliki daya dukung tanah tertentu terhadap deformasi oleh muatan, disebabkan karena adanya kait mengait (interlock) dan geseran antar butir tanah serta daya ikat antar butir oleh bagian tanah yang halus atau tanah liat. Beberapa usaha penambahan kekuatan atau daya dukung tanah dengan stablisasi mekanis seperti mengganti jenis tanah eksisting, mengatur gradasi tanah atau melakukan pemadatan (compaction).

Stabilisasi Kimiawi

Stabilisasi tanah secara kimiawi adalah panambahan bahan stabilisasi yang dapatmengubah sifat-sifat kurang menguntungkan dari tanah. Biasanya digunakan untuk tanah yang berbutir halus. Bahan yang digunakan untuk stabilisasi tanah disebut stabilizing agents karena setelah diadakan pencampuran menyebabkan terjadinya stabilisasi. Untuk masih dapat memanfaatkan tanah-tanah kohesif setempat sebanyak mungkin secara ekonomis, maka dipergunakan stabilizing agents, yang karena proses kerjanya dan sifat pengaruh yang ditimbulkan kepada bahan yang distabilkan menyebabkan stabilisasi dengan menggunakan bahan campuran ini. 

Di dalam usaha stabilisasi tanah ini, kita mengenal banyak jenis stabilizing agents. Diantara sekian banyak stabilizing agents, yaitu air sendiri di dalam jumlah yang tepat dan tanahliat dalam jumlah proporsional. Untuk menahan air diperlukan stabilizing agentsi (garam laut) pada air tersebut yang sifatnya higroskopis dapat mengikat air dalam jangka waktu yang lama. Adapun stabilizing agents untuk tanah liat antara lain adalah kapur pasang (hydrated lime), Portland cement (PC), bitumen, dan lain lain. Stabilizing agents yang disebutkan tadi merupakan bahan-bahan yang menghasilkan produk yang baik sesuai dengan tujuan penstabilan tanah yang bersangkutan, derajat peningkatan mutu yang dikehendaki dan mudah dikerjakan. Pada umumnya, stabilisasi kmiawi adalah jenis usaha yang cukup mahal dan memerlukan ketelitian dan kecermatan bekerja yang tinggi.

Sekian ilmu yang bisa kami bagikan semoga bermanfaat. Terimakasih.


PENYELESAIAN CONTOH SOAL ANALISA STRUKTUR BATANG DENGAN MENGGUNAKAN METODE RITTER

IlmuDasarDanTeknik.*_Oke teman-teman seperjuangan Anak Teknik Khususnya Teknik Sipil, Kali ini Kita akan membahas penyelesaian dari contoh Soal #DARI POSTINGAN SEBELUMNYA# Mengenai Analisa Struktur Rangka Batang Dengan Mengunakan Metode Ritter atau bahasa mudahnya metode potongan Batang. Kalau Begitu kita Langsung Saja!

 SOAL

Nih Soalnya!
Diketahui suatu kontruksi rangka batang ABCDEFGHIJKL dengan batang vertikal dan batang horisontal masing-masing sepanjang 4 m dengan gaya P1 = 8 kN, P2 =10 kN, dan P3 = 12 kN. Dengan menggunakan Metode Ritter, hitunglah besarnya gaya-gaya batang yang bekerja pada kontruksi rangka batang tersebut. S4, S5, S6, S12, S13, S14, S20, S21. Seperti terlihat pada gambar berikut:




Rangka Batang

Gimana?
Udah Lihat Soalnya?
Sekarang kita Coba Selesaikan ya.

PENYELESAIAN 

Dalam Menyelesaikan Soal di atas maka berikut langkah Langkahnya
Karena Batang yang akan kita Analisa adalah S4, S5, S6, S12, S13, S14, S20, S21 maka kita bisa menggambar potongannya seperti berikut:
Potongan Batang

Setelah kita Gambarkan potongannya, maka Langkah selanjutnya adalah Menghitung reaksi perletakan seperti berikut:


Menghitung reaksi perletakan


∑MB=0    VA.12-8.12-10.10-12.8-12.6-12.4-10.2=0
Didapatkan VA =36 kN
Jika kita lihat bentuk rangka batang di atas yang simetris maka dapat kita simpulkan VB = VA = 36 kN. Tetapi untuk dapat mengetahui lebih jelas maka tidak ada salahnya kita juga menghitungnya seperti berikut:
∑MA=0    VB.12-8.12-10.10-12.8-12.6-12.4-10.2=0
Didapatkan VB =36 kN
Untuk mengeceknya seperti berikut:
∑V=0     VA+VB-8-10-12-12-12-10-8=0         cek ok!


Menghitung gaya-gaya batang pada potongan.


Setelah menghitung reaksi perletakannya maka kita sudah bisa menghitung gaya- gaya batang pada setiap potongannya. Sesuai Gambar Potongan di atas maka kita menentukan menjadi tiga potongan yaitu, potongan i-i, potongan ii-ii, dan potongan iii-iii. Jadi, mari kita hitung gaya-gaya pada potongan satu per satu. Seperti kita ketahui bahwa menghitung gaya batang dengan metode ritter dapat kita lakukan tanpa menghitung dari ujung jadi langsung di batang yang ingin kita cari saja, seperti berikut:

1. Menghitung gaya-gaya batang pada potongan i-i:

Potongan i-i
a. Menganalisa Momen Pada Titik F.
∑MF=0    VA.4-P1.4-P2.2+S4 Cos 26,565°.4=0
36.4-8.4-10.2+S_4 Cos 26,565°.4=0
92+S4 Cos 26,565°.4=0
S4 Cos 26,565°.4=-92
S4=-25,714 kN  (batang tekan)
Didapatkan S4=-25,714 kN yang adalah batang tekan
b. Menganalisa Momen Pada Titik C.
∑MC=0    VA.2-P1.2-S6.3=0
36.2-8.2-S6.3=0
56-S6.3=0
-S6.3=-56
-S6=-18,667
S6=18,667 kN  (batang tarik)
Didapatkan S6=18,667 kN yang merupakan batang tarik.
 c. Menganalisa Momen Pada Titik E.
∑ME=0    VA.4-P2.2-P1.4-S5 Cos 56,309°.4-S6.4=0
36.4-10.2-8.4-S5 Cos 56,309°.4-18,67.4=0
-S5 Cos 56,309°.4-17,32=0
-S5 Cos 56,309°.4=17,32
-S5=-7.806 kN
S5=7.806 kN (batang tarik)
Didapatkan S5=7.806 kN yang merupakan batang tarik.

2. Menghitung gaya-gaya batang pada potongan ii-ii:


Potongan ii-ii
a. Menganalisa Momen Pada Titik J
 ∑MJ=0   -VB.4+P2.2+P1.4-S12.4=0
-36.4+10.2+8.4-S12.4=0
-92-S12.4=0
-S12.4=92
-S12=23
S12.=-23 kN  (batang tekan)
Didapatkan S12.=-23 kN  yang merupakan batang tekan.
b. Menganalisa Momen Pada Titik E
∑MH=0    -VB.6+P2.4+P1.6+P3.2-S12.4-S13.Sin 63,435°.2=0
-VB.6+P2.4+P1.6+P3.2-S12.4-S13.Sin 63,435°.2=0
-36.6+10.4+8.6+12.2-(-23).4-S13.Sin 63,435°.2=0
-12-S13.Sin 63,435°.2=0
-S13.Sin 63,435°.2=12
-S13=6.708
S13=-6.708 kN  (batang tekan)
Didapatkan S13=-6.708 kN  yang batang tekan
 c. Menganalisa Momen Pada Titik G
∑MG=0    -VB.6+P1.6+P2.4+P3.2+S14.4=0
-36.6+8.6+10.4+12.2+S14.4=0
-104+S14.4=0
S14.4=104
S14=26 kN  (batang tarik)
Didapatkan S14=26 kN  yang merupakan batang tarik.

 3. Menghitung gaya-gaya batang pada potongan iii-iii:



Potongan iii-iii
 a. Menganalisa Momen Pada Titik L
∑ML=0    -VB.2+P1.2-S20.Sin 56,309.2=0
-36.2+8.2-S20.Sin 56,309.2=0
-56-S20.Sin 56,309.2=0
-S20.Sin 56,309.2=56
-S_20=33,63 → S20=-33,65 kN  (batang tekan)
Didapatkan S20=-33,65 kN  yang merupakan batang tekan
b. Menganalisa Momen Pada Titik K
∑MK=0    -VB.2+P1.2+S21.3=0
-36.2+8.2+S21.3=0
-56+S21.3=0
S21.3=56
S21=18,67 kN  (batang tarik)
Didapatkan S21=18,67 kN  yang merupakan batang tarik.


Tabulasi Besarnya Gaya-gaya Batang 


Darai Hasil Analisa kita menggunakan metode ritter di atas maka hasilnya dapat kita lihat pada tabel berikut:
Gimana Kawan? Udah Puas dengan jawabannya? Atau ada kekurangan, masukan, pertanyaan atau lain-lain? Silahkan Isi di Kolom Komentar! Jadi Demikianlah postingan kali ini mengenai penyelesaian analisa struktur batang dengan menggunakan metode Ritter atau potongan batang. Semoga bermanfaat. Terimakasih.....
Oh iya teman-teman Jika berkenan Silahkan Ikuti Instagram Saya 👇
 Follow Me
Instagram

ANALISA STRUKTUR RANGKA BATANG DENGAN METODE RITTER

IlmuDasarDanTeknik*_Sekarang sudah memasuki pertengan tahun 2018, namun belum satu pun postingan keren tentang teknik sipil yang bisa saya posting. Baru sekarang inilah saya busa menemukan Materi yang lumayan kerenlah yakni mengenai "Lihat Judul Dong Boss!" Hehehe ya tepat sekali yaitu menganalisa struktur rangka batang menggunakan metode ritter. Gimana, Keren Kan? Oke Kita Langsung Saja.....
KONSEP DASAR METODE RITTER
Metode Ritter atau yang sering deikenal dengan nama lain Metode Potongan Batang merupakan salah satu metode yang cukup Praktis dalam menghitung Batang pada Struktur rangka Batang. Konsep dasar dalam perhitungan besarnya gaya-gaya batang pada kontruksi rangka batang statis tertentu dengan menggunakan Metode Ritter adalah memutus konstruksi rangka batang tersebut menjadi dua bagian dengan memotong batang-batangnya. Pemotongan batang-batang tersebut diupayakan maksimal memotong maksimal 3 batang yang tidak bertemu dalam satu titik simpul. Pemotongan tersebt dilakukan terhadap batang-batang yang akan dihitung besarnya gaya-gaya batangnya. Perhitungan gaya-gaya batang ditentukan berdasarkan analisis keseimbangan momen (∑M =0). Batang yang terpotong dimisalkan sebagai batang tarik, dimana apabila hasil perhitungan menunjukkan nilai positif maka pemisalan tersebut benar, sedangkan apabila hasil perhitungan menunjukkan nilai negatif maka batang yang dimisalkan adalah batang tekan.
KELEBIHAN METODE RITTER
Kelebihan dari Metode Ritter dibandingkan metode-metode yang yang lain misalnya seperti Metode Titik Buhul dan Metode Cremona adalah bahwa dengan metode Ritter ini dapat melakukan perhitungan gaya-gaya batang langsung ke batang yang diinginkan tanpa harus menghitung berurutan dari tepi kiri maupun kanan dari batang-batang pada kontruksi rangka batang. Misalnya apabila diinginkan untuk menghitung besarnya gaya-gaya batang pada bagian tengah kontruksi, maka gaya-gaya batang tersebut bisa langsung dihitung.
LANGKAH LANGKAH PENYELESAIAN METODE RITTER
Adapun Langkah-langkah penyelesaian untuk menentukan besarnya gaya-gaya batang pada konstruksi rangka batang dengan menggunakan Metode Ritter adalah sebagai berikut :
1. Memeriksa apakah konstruksi rangka batang adalah struktur statis tertentu sehingga gaya-gaya batang pada kontruksi rangka batang dapat diselesaikan secara statis tertentu.
2. Menentukan gaya-gaya reaksi yang ada pada perletakan konstruksi rangka batang status tertentu dengan cara seperti pada balok/gelar sederhana.
3. Gaya-gaya luar yang bekerja pada kontruksi rangka batang didistribusikan pada tiap titik simpul. Apabila terdapat gaya luar yang bekerja pada sebuah batang atau tidak tepat pada titik simpul, maka gaya tersebut harus didistribusikan pada titik-titik simpul pada batang tersebut.
4. Menggambarkan potongan pada kontruksi rangka batang statis tertentu yang kan dihitung gaya-gaya batangnya, yang sedapat mungkin dilakukan pemotongan dengan memotong maksimal 3 buah batang (yang belum diketahui besar gayanya). Apabila dilakukan perhitungan gaya batang untuk seluruh batang pada suatu konstruksi rangka batang statis tertentu dengan bentuk yang simetris, pemotongan dari bagian kiri dan kanan disarankan dengan pola yang sama.
5. Menghitung besarnya gaya-gaya batang berdasarkan keseimbangan momen ∑M = 0
6. Merekap besarnya gaya-gaya batang dalam bentuk tabulasi
CONTOH SOAL DAN PENYELESAIAN METODE RITTER
Diketahui suatu kontruksi rangka batang ABCDEFGHIJKL dengan batang vertikal dan batang horisontal masing-masing sepanjang 4 m dengan gaya P1 = 8 kN, P2 =10 kN, dan P3 = 12 kN. Dengan menggunakan Metode Ritter, hitunglah besarnya gaya-gaya batang yang bekerja pada kontruksi rangka batang tersebut. S4, S5, S6, S12, S13, S14, S20, S21. Seperti terlihat pada gambar berikut:

Gimana Soalnya? Keren gak?
Langsung Saja kita buat Penyelesaiannya! Berikut:
PENYELESAIAN
Dalam Menyelesaikan Soal di atas maka berikut langkah Langkahnya
Pertama kita tentukan Dulu Potongan batangnya, seperti pada gambar berikut:
Potongan Batang

Tapi Eits...... Sabar Dulu yaa! Penyelesaiannya ada di Postingan Berikutnya! #KLIK DI SINI!# Hehehe Sory yah!
Oke, Demikianlah Postingan saya mengenai Analisa Struktur Rangka Batang Menggunakan Metode Ritter. Semoga Bermanfaat. Terimakasih...
 Follow Me
Instagram

POLA BILANGAN DALAM BARISAN ATAU DERET BILANGAN MATEMATIKA

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Ilmu yang akan saya bagikan kali ini adalah merupakan ilmu yang terbilang dasar tetapi sangat jarang kita perhatikan bahkan mungkin kita belum kethui. Adalah merupakan bagian dari ilmu matematika, tentunya matematika dasar yang sering kita kenal dengan istilah Barisan dan Deret Bilangan. Akan tetapi saya belum akan menjelaskan secara rinci mengenai itu, melainkan saya akan memberikan penjelasan dasar yang singkat mengenai pola Bilangan. Jadi topik kita kali ini adalah Pola bilangan. Tanpa basa-basi lagi maka berikut ulasan singkatnya.

 POLA BILANGAN

Dalam ilmu matematika secara dasar dijelaskan bahwa pengertian atau definisi dari Pola Bilangan adalah aturan terbentuknya sebuah kelompok bilangan. Pola Bilangan pada umumnya kita kenal ada yang membentuk barisan dan ada pula yang membentuk deret, dan itulah sebabnya mengapa Pola bilangan seperti saya katakan tadi menjadi dasar dalam Barisan dan Deret bilangan. Oleh karena jika tanpa Pola bilangan maka barisan atau pun deret bilangan tidak akan terbentuk.

Macam-macam Pola Bilangan

Pada dasarnya bilangan itu terbentuk itu sama pasti berbentuk baris atau pun deret. Akan tetapi jika kita lihat dari polanya perbedaan bilangan sangat jauh. Misalnya saja bilangan genap dengan bilangan ganjil, itu sangat berbeda. Secara umum ada beberapa macam pola bilangan di antaranya ada tujuh yang saya ketahui yaitu:

Pola Bilangan Asli.

Pola bilangan Asli susunannya yaitu : 1, 2, 3, 4, .... Pola bilangan ke-n adalah n.

Pola Bilangan Genap

Pola bilangan genap memiliki susunan yaitu : 2, 4, 6, 8, .... Pola ke-n adalah 2n.

Pola Bilangan Ganjil

Pola bilangan ganjil susnannya : 1, 3, 5, 7, ... Pola ke-n adalah 2n - 1.

Pola Bilangan Persegi

Pola bilangan Pesegi biasa juga di sebut Pola bilangan bujur sangkat atau berpangkat dua. Susunannya : 1, 4, 9, 16, .... Dimana pola ke-n adalah bilangan n berpangkat 2.

Pola Bilangan Segitiga

Pola bialngan segitiga susunannya : 1, 3, 6, 10, .... Di mana pola ke-n adalah n(n+1)/2.

Pola Bilangan Persegi Panjang

Pola bilangan persegi panjang susunannya: 2, 6, 12, 20, .... Di mana pola ke-n adalah n(n+1).

Pola Bilangan Segitiga Pascal

Pola Bilangan Segitiga Pascal susunannya : 1, 2, 4, 8, .... Di mana pola ke-n adalah n berpangkat (n-1).
Jadi seperti itulah Pola bilangan dalam barisan dan deret bilangan matematika yang saya ketahui dan bisa saya bagikan bagi pembaca sekalian. Mungkin bagi banyak orang ini adalah hal yang sudah umum diketahui tetapi saja di abaikan padahal sangat kompleks penerapannya. Bagi mahasiswa teknik harus lebih banyak mempelajari ilmu dasar yang satu ini karena akan banyak digunakan dalam dunia teknik, khususnya teknik sipil seperti yang saya rasakan saat-saat yang lalu. Semoga postingan saya ini bisa bermanfaat. Terimakasih.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BETON

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan membagikan sedikit informasi mengenai beton. Bebicara tentang beton pasti arahnya kepada dunia teknik sipil, di mana beton merupakan salah satu bagian yang sangat besar peranannya di dunia struktur dalam ilmu teknik sipil. Beton merupakan dasar yang sangat penting pada struktur bangunan, utamanya bangunan yang memang menggunakan struktur beton.

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BETON

Dalam teknik sipil, definisi beton adalah suatu campuran yang terdiri dari pasir, kerikil, batu pecah, atau agregat-agregat lain yang  dicampur dengan suatu pasta sebagai pengikat yang terbuat dari semen dan air membentuk suatu massa seperti batuan setelah didiamkan beberapa waktu tertentu. Ada waktu tertentu satu atau lebih bahan aditif ditambahkan untuk menghasilkan karakteristik tertentu, seperti kemudahan pekerjaan atau workability, waktu pengerasan, durabilitas dan lain sebagainya.
Peranan beton sebagai salah satu pembentuk stuktur bangunan memang sangat dominan di bandingkan dengan bahan lainnya. Utamanya di Indonesia, beton masih menjadi pilihan banyak pengguna konstruksi. Tetapi seperti apa pun keunggulan beton pasti tetap memiliki kelebihan dan kelemahan. Berikut saya berikan beberapa kelebihan dan kelemahan beton.

KELEBIHAN BETON

Sebagai pembentuk struktur bangunan, beton memiliki banyak kelebihan yang membuat masih banyaknya orang menggunakan beton sebagai pembentuk struktur bangunan. Adapun kelebihan itu sebagai berikut:
  • Beton memiliki kuat tekan yang relatif lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan bahan bangunan lainnya.
  • Struktur beton sangat kokoh.
  • Terbuat dari bahan-bahan lokal yang sangat murah dan hampir ditemui di semua daerah di Indonesia (pasir, kerikil dan air).
  • Beton memiliki ketahanan yang tinggi.
  • Memiliki usia layan yang panjang. Dalam kondisi yang normal struktur beton bertulang dapat digunakan sampai kapan pun tanpa kehilangan kemampuannya untuk menahan beban, bahkan kekuatannya semakin lama semakin lama akan semakin bertambahkarena lamanya proses pemadatan pasta semen.
  • Beton tidak memerlukan biaya perawatan yang besar.
  • Dapat di cetak menjadi bentuk yang sangat beragam, mulai dari plat, kolom, balok, kubah, cangkan dan lain sebagainya.

KELEMAHAN BETON

Beton memang banyak memiliki kelebihan. Tetapi tidak lupa juga ternyata beton juga memiliki banyak kekurangan atau kelemahan dalam pengaplikasiannya dalam ilmu struktur. Adap pun kelemahan beton sebagai berikut:
  • Beton memiliki kuat tarik  yang sangat rendah, sehingga memerlukan bantuan dengan penggunaan tulangan terik.
  • Rendahnya kekuatan persatuan berat sehingga mengakibatkan beton bertulang menjadi berat, ini berpengaruh terhadap struktur-struktur bentang panjang dimana berat beban  mati beton yang sangat besar akan sangat mempengaruhi momen lentur.
  • Rendahnya kekuatan per satuan volume, mengakibatkan beton bertulang memiliki ukuran yang relatif besar, hal ini di pertimbangkan untuk bangunan-bangunan tinggi dan struktur-struktur yang berbentang panjang.
  • Sifat-sifat beton sangat bervariasi karena bervariasinya proporsi campuran dan pengadukannya. Selain itu, penuangan dan perawatan beton tidak bisa ditangani seteliti produksi material atau bahan bangunan lainnya seperti baja, kayu lapis, dan lain sebagainya.
Itulah kelebihan dan kelemahan beton. Jadi untuk menggunakan beton ini, sebaiknya mempertimbangkan kelemahan atau pun kelebihannya. Tapi ingat masing-masing material memiliki kelemahan dan kelebihan tersendiri. Semuanya terserah pada rencana kualitas suatu bangunan.
Demikianlah ulasan informasi ilmu dasar dari saya mengenai Kelebihan dan Kelemahan Beton. Semoga bermanfaat, terimakasih.

SATUAN-SATUAN DASAR YANG SERING DIGUNAK AN DALAM DUNIA TEKNIK

IlmuDasarDanTeknik*_Berbicara mengenai dunia keteknikan, tentunya tidak akan lepas dari yang dinamakan pengukuran. Ilmu teknik apa pun pasti ujung-ujungnya selalu berurusan dengan pengukuran, baik itu teknik sipil, arsitektur, mesin, industri dan teknik lainnya pasti selalu melakukan praktek lapangan yang menggunakan pengukuran. Dari pengukuran sendiri terdiri dari beberapa jenis pengukuran jika kita tinjau dari cara mengukur dan pengambilan datanya. Jelas sangat berbeda, dalam teknik sipil pengukuran yang paling dominan pastilah pengukuran panjang meskipun masih banyak pengukuran lainnya. Akan tetapi pengukuran selalu mengacuh kepada suatu pembanding atau takaran yang sering kita sebut satuan.
Kali ini saya akan menulis tentang satuan-satuan dasar yang sering digunakan dalam dunia teknik. Berikut ulasannya.


Satuan Panjang.

Pengukuran Panjang paling sering dilakukan dalam dunia teknik. Utamanya teknik sipil, pengukuran panjang digunakan dalam ilmu ukur tanah teknik sipil begitupun juga dengan teknik pertambangan. Alat yang serinng digunakan dalam mengukur panjang, lebar dan keliling adalah penggaris atau untuk skala besar adalah meteran. Di indonesia sendiri, kedua alat ukur tersebut menggunakan satuan centimeter atau meter. Namun di luar negeri mereka sering menggunakan satuan inchi, feet atau mil. Satuan centimeter dan meter merupakan satuan baku untuk panjang.

Gambar

Berikut ini merupakan gambar tangga satuan baku untuk panjang.

Aturan penggunaan satuan panjang baku ialah setiap naik satu tingkat satuan dibagi 10 dan setiap turun satu tingkat satuan dikalikan 10.

Contoh:

1 dm = ... cm, maka penyelesaiannya 1dm = 1 x 10 cm = 10 cm
10 mm = ... cm, maka penyelesaiannya 10 mm = 10 : 10 cm = 1 cm
1 km = .... m, maka penyelesaiannya 1 km = 1 x 10 x 10 x 10 m = 1000 m, karena turun tiga tingkat maka berlaku pengalian 10 sebanyak tiga kali.
2 mm = .... m, maka penyelesaiannya 2 mm = 2 : 10 : 10 :10 m = 0,002 m, naik tiga tingkat maka berlaku pembagian 10 sebanyak tiga kali.
Kurang lebihnya untuk konfersi satuan panjang seperti itu.

Satuan Luas

Tidak ada bedanya dengan pengukuran panjang, pengukuran luas dalam ilmu teknik pun sangat sering digunakan. Misalnya mengukur suatu luas daerah untuk pembangunan, mengukur luas logam yang digunakan dalam pengelasan dan lain sebagainya. Mengukur luas sama dengan mengalikan panjang dengan lebar atau mengalikan alas dengan tingginya. Hal ini berlaku untuk mengukur bidang datar dua dimensi. Satuan luas baku selalu menggunakan kata persegi atau bujur sangkar di akhirnya, yang dilambangkan dengan pangkat dua. Satuan baku untuk satuan luas yang sering digunakan adalah meter persegi, sentimeter persegi atau hektar.
Dalam penerapannya aturan penggunaan satuan Luas baku adalah setiap naik satu tingkat satuan selalu dibagi 100 dan setiap turun satu tingkat satuan dikalikan 100.
Perhatikan Gambar tangga satuan luas berikut!

Contoh:



1 m2 = 10000 cm2 (turun dua tingkat satuan, 100 x 1000)
1000000 mm2 = 100 cm2 (naik dua tingkat satuan, 1000000 mm2: 100 : 100)

Satuan Volume

Ini dia satuan paling populer dalam dunia teknik. Mengapa? Di Laboratorium teknik mana pun pasti akan selalu mengenal istilah volume. Apalagi dengan teknik sipil. Mengukur volume benda bisa kita lakukan dengan mengalikan panjang, lebar, dan tingginya atau mengalikan alas dengan tingginya. Tapi ini hanya berlaku untuk benda yang bentuknya beraturan. Dan untuk benda yang tidak beraturan kita dapat menggunakan gelas ukur atau tangki ukur. Satuan baku volume yang sering digunakan di Indonesia menggunakan kata kubik di akhirnya uyang dilambangkan dengan pangkat tiga (...3). Satuan baku untuk volume yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah liter atau mili liter.

Aturan dalam penggunaan satuan volume baku ialah setiap turun satu tingkat satuan maka dikalikan 1000 dan sebaliknya setiap naik satu tingkat satuan dibagi 1000. Penting untuk diingat 1 liter sama dengan 1 dm3.
Berikut gambar tangga satuan volume:

Contoh:

10 liter = 10 dm = 10000 cm (turun satu tingkat maka dikalikan 1000)

TUJUAN DAN LANGKAH-LANGKAH PENGUJIAN MATERIAL KAYU SERTA PERHITUNGANNYA

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Kali ini saya akan menulis sebuah artikel ilmu teknik sipil yang mendasar yaitu mengenai Tujuan dan Langkah-langkah pengujian material Kayu serta Perhitungannya. Langsung saja ulasannya sebagai berikut.
Pengujian material kayu dimaksudkan untuk mengetahui sifat-sifat mekanis kayu. Prosedur pengujian kekuatan mekanis kayu telah distandarisasi oleh beberapa negara antara lain : ASTM (American Soceity for Testing and Material), British Standart, India Standart, SNI (Standar Nasional Indonesia).

Uji Kuat Lentur

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh kuat lentur kayu.

Langkah-langkah pengujian :


  1. Buat benda uji memenuhi dengan ukuran 50x50x760 cm dengan kadar air kayu maksimum 20 %
  2. Tempatkan benda uji diatas dua tumpuan yang memungkinkan bisa bergerak kearah horisontal dengan jarak 710 cm.
  3. Tempatkan bantalan penekan pada tengah bentang
  4. Beri beban pada bantalan penekan dengan kecepatan gerakan beban 2,5 mm per menit. Lakukan sampai benda uji mengalami patah atau telah terjadi beban maksimum.

Perhitungan Kuat Lentur

Kuat lentur dapat dihitung dengan rumus :
fb=  (3 PL)/(2 b( h x h)
Dimana : 
P = beban uji maksimum
L = jarak tumpuan
b = lebar benda uji
h = tinggi benda uji
fb = kuat lentur
Pengujian Lentur Kayu

Uji Tekan kayu

Uji Kuat Tekan Sejajar Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tekan kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ukuran 50 x 50 x 200 mm, ketelitian ukuran benda uji ± 0,25 mm dan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji secara sentris terhadap alat pembebanan
  4. Jalankan mesin dengan kecepatan pergerakan beban 1 mm per menit
  5. Lakuakn pembebanan sampai beban maksimum
  6. Baca dan catat data beban
  7. Gambar bentuk retakan-retakan yang timbul setelah pengujian.

Perhitungan Kuat Tekan Sejajar

Kuat tekan sejajar serat dihitung dengan beban persatuan luas bidang tekan
fc=  P/(b x h)  MPa            
Dimana : 
P= beban uji maksimum
fc= kuat tekan sejajar serat 
b= lebar benda uji
h= tebal benda uji
Pengujian kuat tekan sejajar serat


Uji Kuat Tekan Tegak Lurus Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tekan kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ukuran 50 x 50 x 150 mm, ketelitian ukuran benda uji ± 0,25 mm dan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji secara sentris terhadap alat pembebanan
  4. Jalankan mesin dengan kecepatan pergerakan beban 0,3 mm per menit
  5. Lakuakn pembebanan sampai beban maksimum
  6. Baca dan catat data beban
  7. Gambar bentuk retakan-retakan yang timbul setelah pengujian.

Perhitungan Kuat tekan Tegak Lurus

Kuat tekan tegak lurus serat dihitung dengan beban persatuan luas bidang tekan
fc⊥  =  P/(b x h )  MPa
Dimana : 
P = beban uji maksimum
fc⏊= kuat tekan tegak lurus serat 
b = lebar benda uji
h = panjangplat jepit
Pengujian tekan tegak lurus serat

Uji Tarik Kayu

Uji Tarik Sejajar Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tarik sejajar serat  kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ketentuan ukuran sesuai dengan gambar, dengan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji pada mesin tarik dan jepit pada kedua ujungnya dengan kedudukan vertikal dengan jarak jepitan 260 mm
  4. Jalankan mesin uji dengan kecepatan pembebanan 20 MPa/menit sampai beban maksimum.

Perhitungan Kuat tarik Sejajar Serat
Kuat tarik sejajar serat dihitung dengan menggunakan rumus :
f_t∕∕  =  P/(b x h )  MPa
Dimana : 
P = beban uji maksimum
ft//= kuat tarik sejajar serat
b = lebar benda uji
h = tebal benda uji
Pengujian kuat tarik sejajar serat

Uji Tarik Tegak Lurus Serat

Tujuan Pengujian

Tujuan dari pengujian ini adalah untuk memperoleh nilai kuat tarik tegak lurus  serat  kayu

Langkah-langkah pengujian


  1. Siapkan benda uji dengan ketentuan ukuran sesuai dengan gambar, dengan kadar air maksimum 20%
  2. Beri nomor atau kode pengujian sebelum dipasang pada alat uji
  3. Letakkan benda uji pada mesin tarik dan jepit pada kedua ujungnya dengan jarak jepitan 25 mm
  4. Jalankan mesin uji dengan kecepatan pembebanan 1,0 MPa/menit sampai beban maksimum.

Perhitungan Kuat tarik tegak lurus serat

Kuat tarik tegak lurus serat dihitung dengan menggunakan rumus :
f_t⊥  =  P/(b x h )  MPa
Dimana : 
P = beban uji maksimum
ft⏊ = kuat tegak lurus serat
b = lebar benda uji
h = tebal benda uji
Pengujian kuat tarik tegak lurus serat

Uji Kekerasan

Kekerasan ditentukan dengan jangka ball test. uji ini terdiri dari pengukurn beban yang diperlukan untuk memasukkan bola baja berdiameter 0,444 inci sedemikian hingga separuh diameternya masuk dalam benda uji. Kecepatan pembebanan mesin penekan 0,25 inci/menit. Kekerasan langsung dibaca pada skala beban.

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai Tujuan dan Langkah-langkah pengujian kayu sebagai material bangunan. Semoga Tulisan Ini bermanfaat bagi para pembaca. Terimakasih.

PROSEDUR DAN CARA PENYELESAIAN PERSAMAAN KUADRAT DENGAN METODE "MELENGKAPI KUADRAT"

Belajar Matematika bagi kebanyakan orang memang sangat rumit dan memusingkan. Bagaimana tidak, hal yang paling banyak dalam matematika adalah perumusan yang begitu rumit dan  tentunya sulit untuk dipahami dengan satu kali belajar. Salah satu persamaan yang sering dianggap sulit adalah persamaan kuadrat. Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan dimana pangkat tertinggi dari kuantitas yang tidak diketahui adalah 2. Sebagai contoh, x2-3x+1=0 adalah sebuah persamaan kuadrat.
Seperti contoh di atas, melihatnya saja bagi banyak orang sudah membuat pusing dan merasa tidak bisa menyelesaikannya. Tetapi perlu Anda ketahui, jika dikerjakan dengan cara dan prosedur yang benar dan tepat, ternyata itu sangatlah mudah. Kuncinya adalah Anda mau berusaha dan mencobanya dengan cara yang benar. Jika sudah seperti itu, pastilah akhirnya Anda akan berkata "Ternyata itu sangat mudah". Maukah Anda mencobanya. Kita lihat saja nanti.

Metode Melengkapi Kuadrat

Kali ini saya akan memberikan sebuah cara yang paling tepat buat saya dalam menyelesaikan persamaan kuadrat yang rumit. Beberapa bulan yang lalu ketika saya mempelajari matematika terapan dalam perkuliahan, saya mempelajari suatu metode untuk menyelesaikan dengan mudah. Mengapa saya katakan mudah, karena metode ini menggunakan sebuah prosedur yang rapi sehingga dijamin tidak akan membuat Anda tambah pusing.

Prosedur penyelesaian

Metode itu dalam buku yang saya pelajari adalah melengkapi kuadrat. Sebetulnya target dari metode ini adalah menjadikan sebuah persamaan  kuadrat sempurna. Seperti apa persamaan kuadrat sempurna itu? Contohnya seperti, x2 atau (x+2)2 atau (x-3)2, seperti itulah yang di sebut persamaan kuadrat sempurna. Mengapa dikatakan persamaan kuadrat sempurna? Karena jika x2 =4 maka  atau jika (x+2)2 =5 maka  atau jika (x-3)2 =8 maka
Sehingga jika suatu persamaan kuadrat dapat disusun kembali dengan sedemikian rupa sehingga satu ruas dari persamaan adalah suatu pangkat sempurna dan ruas yang lainnya adalah suatu  bilangan, maka penyelesaian persamaan dapat diperoleh dengan mencari akar-akar kuadrat dari setiap ruas seperti contoh di atas tadi. Proses pengaturan ulang satu ruas dari suatu persamaan kuadrat menjadi sebuah kuadrat sempurna sebelum menyelesaikan persamaan kuadrat disebut dengan metode "Melengkapi Kuadrat".

Contoh Persamaan

Misalnya:
(x+a)2 = x2  + 2ax + a2
Jadi membuat pernyataan x + 2ax kuadrat menjadi kuadrat sempurna kita perlu menambahkan (setengah koefisien x)2 yaitu

Sebagai contoh, x + 3x menjadi kuadrat sempurna dengan perubahan

Prosedur dari Metode Melengkapi kuadrat dapat diterapkan pada contoh berikut:

Contoh Soal

Soal:

Selesaikanlah persamaan 2x + 5x = 3 dengan menggunakan metode "Melengkapi Kuadrat"!

Penyelesaian:

Prosedur penyelesaian sebagai berikut:
1. Atur kembali persamaan sehingga semua sukunya berada dalam satu ruas yang sama (dan koefisien dari x2 adalah positif). Sehingga 2x + 5x - 3 = 0
2. Buatlah koefisien dari suku x2 menjadi 1, dengan cara membagi semuanya dengan 2, maka hasilnya seperti berikut:


3. Atur kembali persamaan sehingga suku-suku dan x berada pada ruas yang sama, sementara konstanta berada pada ruas yang lain.

4. Tambahkanlah kepada kedua ruas persamaan (setengah dari koefisien x)2. Dalam hal ini koefisien 
x adalah  
kuadrat dari setengah koefisien x adalah:

Jadi 
Ruas kiri kini merupakan kuadrat sempurna, yaitu:

5. Hitunglah Ruas kanan. Jadi,

6. Dengan Menghitung akar kuadrat dari kedua ruas persamaan (ingatlah akar kuadrat dari suatu persamaan akan menghasilkan jawaban ). Jadi:


7. Selesaikanlah persamaan sederhana tersebut. Jadi:



Hasil:

Sehingga x = - 1/2 atau -3 adalah akar-akar dari persamaan 2x + 5x = 3.

Bagaimana, Mudah dan kerjanya pun teratur dengan baik bukan? Metode ini memang sedikit agak panjang tetapu keuntungannya Anda bisa mengerti dengan baik karena memiliki prosedur yang sangat teratur.
Demikianlah Prosedur Penyelesaian persamaan kuadrat dengan metode melengkapi kuadrat yang bisa saya bagikan bagi Anda para pembaca sekalian. Semoga bermanfaat dan terimakasih.