Showing posts with label ILMU. Show all posts
Showing posts with label ILMU. Show all posts

REKAYASA HIDROLOGI

IlmuDasarDanTeknik*_Dalam konteks ilmu teknik sipil, rekayasa hidrologi adalah cabang teknik yang fokus pada analisis, perencanaan, dan pengelolaan sumber daya air di daratan, khususnya yang berkaitan dengan air permukaan seperti hujan, sungai, dan aliran air. Tujuannya adalah untuk merancang infrastruktur yang berkaitan dengan air, seperti sistem drainase, bendungan, saluran irigasi, dan struktur pengendali banjir.
Secara lebih spesifik, rekayasa hidrologi dalam teknik sipil melibatkan:
1. Pengukuran dan analisis siklus hidrologi: Memahami pola curah hujan, aliran sungai, infiltrasi, dan evaporasi di suatu daerah.
2. Perhitungan debit banjir dan aliran sungai: Untuk merancang struktur seperti jembatan, bendungan, dan saluran drainase agar mampu mengatasi volume air tertentu.
3. Perencanaan sistem pengendalian banjir: Meliputi kanal, tanggul, dan waduk untuk melindungi wilayah permukiman dan infrastruktur.
4. Pengelolaan air irigasi dan drainase: Mendukung sistem pertanian dan tata guna lahan.
5. Pengendalian erosi dan sedimentasi: Menjaga kestabilan sungai dan tanah.

Pengukuran dan analisis siklus hidrologi

Pengukuran dan analisis siklus hidrologi adalah proses penting dalam rekayasa hidrologi, khususnya dalam teknik sipil, untuk memahami pergerakan dan ketersediaan air di alam. Siklus hidrologi menggambarkan perjalanan air dari atmosfer ke bumi dan kembali lagi melalui berbagai proses seperti presipitasi (hujan), infiltrasi, aliran permukaan, evapotranspirasi, dan perkolasi.

Komponen Utama Siklus Hidrologi yang Diukur

1. Presipitasi (Curah Hujan)
Alat ukur: Ombrometer/manual rain gauge atau Automatic Weather Station (AWS).
Analisis: Intensitas hujan, durasi, dan distribusi ruang-waktu.
Penting untuk: Perhitungan debit banjir, desain saluran drainase.
2. Evaporasi dan Transpirasi (Evapotranspirasi)
Alat ukur: Lysimeter, evaporimeter, atau pendekatan model seperti metode Penman-Monteith.
Penting untuk: Estimasi kehilangan air dari permukaan dan tanaman (khususnya di daerah pertanian dan bendungan).
3. Infiltrasi (Peresapan air ke tanah)
Alat ukur: Infiltrometer atau analisis data lapangan tanah.
Penting untuk: Menentukan potensi air masuk ke tanah, mempengaruhi aliran permukaan dan air tanah.
4. Aliran Permukaan (Runoff)
Alat ukur: Flume, weir, atau pengukuran debit sungai dengan current meter.
Penting untuk: Analisis banjir, desain saluran air dan jembatan.
5. Air Tanah
Alat ukur: Pengamatan muka air tanah dengan piezometer.
Penting untuk: Ketersediaan air bersih dan stabilitas lereng (geoteknik).

Proses Analisis Siklus Hidrologi

1. Pengumpulan Data: Dari stasiun cuaca, pengukuran langsung di lapangan, atau data satelit.
2. Statistika Hidrologi: Analisis frekuensi hujan ekstrem, debit banjir, periode ulang.
3. Model Hidrologi:
a. Model konseptual atau empiris seperti HEC-HMS, SWAT, MIKE SHE.
b. Digunakan untuk simulasi aliran sungai, prediksi banjir, dan perencanaan infrastruktur.
4. Neraca Air (Water Balance):
P=Q+E+Ξ”S
Keterangan:
𝑃: Presipitasi
𝑄: Runoff (aliran permukaan)
𝐸: Evapotranspirasi
Δ𝑆: Perubahan simpanan air di tanah dan air tanah

Contoh Aplikasi dalam Teknik Sipil

1. Merancang bendungan berdasarkan debit maksimum sungai.
2. Membuat saluran drainase yang sesuai kapasitas limpasan saat hujan ekstrem.
3. Analisis potensi banjir di kawasan perkotaan.
4. Perencanaan konservasi air tanah di wilayah kering.
Kalau kamu butuh diagram siklus hidrologi atau contoh perhitungan (misal debit banjir dengan metode Rasional atau Snyder)

Perhitungan debit banjir dan aliran sungai

Perhitungan debit banjir dan aliran sungai merupakan bagian penting dalam hidrologi untuk perencanaan sumber daya air, desain jembatan, bendungan, saluran drainase, dan mitigasi bencana banjir. Berikut adalah penjelasan dan metode umum untuk menghitung keduanya:

Perhitungan Debit Banjir (Qᡦ)

Debit banjir adalah besarnya aliran maksimum yang terjadi pada saat banjir dalam periode tertentu (misalnya banjir 10 tahunan, 25 tahunan, dll). Metode yang umum digunakan:
1. Metode Rasional
Cocok untuk daerah kecil (< 200 ha).
Rumus:
Q=C⋅I⋅A
Keterangan:
𝑄 = debit banjir maksimum (m³/s)
𝐢= koefisien aliran (tanah dan penggunaan lahan)
𝐼= intensitas curah hujan (mm/jam)
𝐴= luas daerah aliran sungai (km² atau ha, perlu konversi)
Catatan:
Konversi luas: 1 km² = 100 ha
Konversi unit: pastikan satuan konsisten, biasanya gunakan 
𝐴 dalam km², 
𝐼 dalam mm/jam, konversi menjadi m³/s


2. Metode HSS (Hidrograf Satuan Sintetik)

Perhitungan Debit Aliran Sungai (Q)

Debit aliran sungai adalah volume air yang melewati penampang sungai per satuan waktu.
1. Metode Penampang Sungai (langsung)
Jika tersedia data pengukuran lapangan (lebar, kedalaman, kecepatan aliran):
Rumus:
𝑄=𝐴⋅𝑣
Keterangan:
𝑄= debit (m³/s)
𝐴 = luas penampang aliran (m²)
𝑣= kecepatan aliran (m/s) — diukur pakai current meter atau float
2. Metode Manning
Digunakan untuk memperkirakan aliran berdasarkan kemiringan dan kekasaran saluran.
Rumus:

Keterangan:
𝑄 = debit (m³/s)
𝑛= koefisien kekasaran Manning
𝐴 = luas penampang basah (m²)
𝑅 = jari-jari hidrolik (A/P)
𝑃 = keliling basah (m)
𝑆 = kemiringan dasar saluran (m/m)

Pengelolaan air irigasi dan drainase

Pengelolaan air irigasi dan drainase adalah kegiatan penting dalam sistem pertanian dan pengelolaan sumber daya air untuk memastikan tanaman mendapatkan air yang cukup dan menghindari kelebihan air yang bisa menyebabkan kerusakan. Berikut penjelasan lengkap mengenai keduanya:

Pengelolaan Air Irigasi

Tujuan:

  • Menyediakan air dalam jumlah dan waktu yang tepat untuk kebutuhan tanaman.
  • Meningkatkan produktivitas lahan.
  • Menjamin efisiensi dan efektivitas pemanfaatan air.

Komponen Sistem Irigasi:

  • Sumber air: sungai, waduk, mata air, atau air tanah.
  • Bangunan pembagi: bendung, pintu air, talang, dan sifon.
  • Saluran irigasi:

    1. Primer: dari sumber utama ke daerah irigasi
    2. Sekunder: dari saluran primer ke petak tersier
    3. Tersier: ke lahan-lahan petani

Prinsip Pengelolaan:

  • Penjadwalan irigasi: berdasarkan fase pertumbuhan tanaman dan kebutuhan air.
  • Pembagian air (rotasi atau kontinu): tergantung luas lahan dan debit air.
  • Pengaturan dan pemeliharaan: pintu air harus dijaga agar tidak bocor dan saluran bebas dari sedimentasi atau gulma.

Pengelolaan Drainase

Tujuan:

  • Menghindari kelebihan air di lahan pertanian.
  • Menurunkan muka air tanah yang terlalu tinggi.
  • Mencegah genangan dan kerusakan struktur tanah atau tanaman.

Jenis Sistem Drainase:

  • Drainase permukaan:

    1. Mengalirkan air hujan atau limpasan dari permukaan lahan.
    2. Saluran drainase terbuka (parit, selokan).

  • Drainase bawah permukaan (subsurface):

    1. Mengurangi kadar air dalam tanah secara internal.
    2. Pipa bawah tanah, saluran kerikil, atau ubin (tile drainage).

Prinsip Pengelolaan:

  • Perencanaan topografi: saluran dibuat mengikuti kemiringan lahan agar air dapat mengalir lancar.
  • Pemeliharaan rutin: mencegah sumbatan, sedimentasi, dan erosi.
  • Pengendalian air: kadang drainase dikontrol agar air tanah tidak terlalu rendah (terutama di lahan rawa).

Integrasi Irigasi dan Drainase

Sistem irigasi dan drainase harus terintegrasi dan seimbang:

  • Terlalu banyak air perlu drainase.
  • Terlalu sedikit air → perlu irigasi.
  • Kombinasi sistem memungkinkan pengelolaan air yang berkelanjutan, efisien, dan mendukung ketahanan pangan.

Contoh Implementasi Lapangan

  • Sistem irigasi tetes dan irigasi sprinkler untuk efisiensi air.
  • Saluran tersier berbasis partisipasi petani (P3A).

Drainase sawah pasang surut dengan sistem pintu klep otomatis.

Jadi, dalam teknik sipil, rekayasa hidrologi sangat penting untuk memastikan bahwa desain dan pembangunan infrastruktur yang berhubungan dengan air bisa berfungsi efektif, aman, dan berkelanjutan.

POLA BILANGAN DALAM BARISAN ATAU DERET BILANGAN MATEMATIKA

IlmuDasarDanTeknik.Com*_Ilmu yang akan saya bagikan kali ini adalah merupakan ilmu yang terbilang dasar tetapi sangat jarang kita perhatikan bahkan mungkin kita belum kethui. Adalah merupakan bagian dari ilmu matematika, tentunya matematika dasar yang sering kita kenal dengan istilah Barisan dan Deret Bilangan. Akan tetapi saya belum akan menjelaskan secara rinci mengenai itu, melainkan saya akan memberikan penjelasan dasar yang singkat mengenai pola Bilangan. Jadi topik kita kali ini adalah Pola bilangan. Tanpa basa-basi lagi maka berikut ulasan singkatnya.

 POLA BILANGAN

Dalam ilmu matematika secara dasar dijelaskan bahwa pengertian atau definisi dari Pola Bilangan adalah aturan terbentuknya sebuah kelompok bilangan. Pola Bilangan pada umumnya kita kenal ada yang membentuk barisan dan ada pula yang membentuk deret, dan itulah sebabnya mengapa Pola bilangan seperti saya katakan tadi menjadi dasar dalam Barisan dan Deret bilangan. Oleh karena jika tanpa Pola bilangan maka barisan atau pun deret bilangan tidak akan terbentuk.

Macam-macam Pola Bilangan

Pada dasarnya bilangan itu terbentuk itu sama pasti berbentuk baris atau pun deret. Akan tetapi jika kita lihat dari polanya perbedaan bilangan sangat jauh. Misalnya saja bilangan genap dengan bilangan ganjil, itu sangat berbeda. Secara umum ada beberapa macam pola bilangan di antaranya ada tujuh yang saya ketahui yaitu:

Pola Bilangan Asli.

Pola bilangan Asli susunannya yaitu : 1, 2, 3, 4, .... Pola bilangan ke-n adalah n.

Pola Bilangan Genap

Pola bilangan genap memiliki susunan yaitu : 2, 4, 6, 8, .... Pola ke-n adalah 2n.

Pola Bilangan Ganjil

Pola bilangan ganjil susnannya : 1, 3, 5, 7, ... Pola ke-n adalah 2n - 1.

Pola Bilangan Persegi

Pola bilangan Pesegi biasa juga di sebut Pola bilangan bujur sangkat atau berpangkat dua. Susunannya : 1, 4, 9, 16, .... Dimana pola ke-n adalah bilangan n berpangkat 2.

Pola Bilangan Segitiga

Pola bialngan segitiga susunannya : 1, 3, 6, 10, .... Di mana pola ke-n adalah n(n+1)/2.

Pola Bilangan Persegi Panjang

Pola bilangan persegi panjang susunannya: 2, 6, 12, 20, .... Di mana pola ke-n adalah n(n+1).

Pola Bilangan Segitiga Pascal

Pola Bilangan Segitiga Pascal susunannya : 1, 2, 4, 8, .... Di mana pola ke-n adalah n berpangkat (n-1).
Jadi seperti itulah Pola bilangan dalam barisan dan deret bilangan matematika yang saya ketahui dan bisa saya bagikan bagi pembaca sekalian. Mungkin bagi banyak orang ini adalah hal yang sudah umum diketahui tetapi saja di abaikan padahal sangat kompleks penerapannya. Bagi mahasiswa teknik harus lebih banyak mempelajari ilmu dasar yang satu ini karena akan banyak digunakan dalam dunia teknik, khususnya teknik sipil seperti yang saya rasakan saat-saat yang lalu. Semoga postingan saya ini bisa bermanfaat. Terimakasih.

PROSEDUR DAN CARA PENYELESAIAN PERSAMAAN KUADRAT DENGAN METODE "MELENGKAPI KUADRAT"

Belajar Matematika bagi kebanyakan orang memang sangat rumit dan memusingkan. Bagaimana tidak, hal yang paling banyak dalam matematika adalah perumusan yang begitu rumit dan  tentunya sulit untuk dipahami dengan satu kali belajar. Salah satu persamaan yang sering dianggap sulit adalah persamaan kuadrat. Persamaan kuadrat adalah suatu persamaan dimana pangkat tertinggi dari kuantitas yang tidak diketahui adalah 2. Sebagai contoh, x2-3x+1=0 adalah sebuah persamaan kuadrat.
Seperti contoh di atas, melihatnya saja bagi banyak orang sudah membuat pusing dan merasa tidak bisa menyelesaikannya. Tetapi perlu Anda ketahui, jika dikerjakan dengan cara dan prosedur yang benar dan tepat, ternyata itu sangatlah mudah. Kuncinya adalah Anda mau berusaha dan mencobanya dengan cara yang benar. Jika sudah seperti itu, pastilah akhirnya Anda akan berkata "Ternyata itu sangat mudah". Maukah Anda mencobanya. Kita lihat saja nanti.

Metode Melengkapi Kuadrat

Kali ini saya akan memberikan sebuah cara yang paling tepat buat saya dalam menyelesaikan persamaan kuadrat yang rumit. Beberapa bulan yang lalu ketika saya mempelajari matematika terapan dalam perkuliahan, saya mempelajari suatu metode untuk menyelesaikan dengan mudah. Mengapa saya katakan mudah, karena metode ini menggunakan sebuah prosedur yang rapi sehingga dijamin tidak akan membuat Anda tambah pusing.

Prosedur penyelesaian

Metode itu dalam buku yang saya pelajari adalah melengkapi kuadrat. Sebetulnya target dari metode ini adalah menjadikan sebuah persamaan  kuadrat sempurna. Seperti apa persamaan kuadrat sempurna itu? Contohnya seperti, x2 atau (x+2)2 atau (x-3)2, seperti itulah yang di sebut persamaan kuadrat sempurna. Mengapa dikatakan persamaan kuadrat sempurna? Karena jika x2 =4 maka  atau jika (x+2)2 =5 maka  atau jika (x-3)2 =8 maka
Sehingga jika suatu persamaan kuadrat dapat disusun kembali dengan sedemikian rupa sehingga satu ruas dari persamaan adalah suatu pangkat sempurna dan ruas yang lainnya adalah suatu  bilangan, maka penyelesaian persamaan dapat diperoleh dengan mencari akar-akar kuadrat dari setiap ruas seperti contoh di atas tadi. Proses pengaturan ulang satu ruas dari suatu persamaan kuadrat menjadi sebuah kuadrat sempurna sebelum menyelesaikan persamaan kuadrat disebut dengan metode "Melengkapi Kuadrat".

Contoh Persamaan

Misalnya:
(x+a)2 = x2  + 2ax + a2
Jadi membuat pernyataan x + 2ax kuadrat menjadi kuadrat sempurna kita perlu menambahkan (setengah koefisien x)2 yaitu

Sebagai contoh, x + 3x menjadi kuadrat sempurna dengan perubahan

Prosedur dari Metode Melengkapi kuadrat dapat diterapkan pada contoh berikut:

Contoh Soal

Soal:

Selesaikanlah persamaan 2x + 5x = 3 dengan menggunakan metode "Melengkapi Kuadrat"!

Penyelesaian:

Prosedur penyelesaian sebagai berikut:
1. Atur kembali persamaan sehingga semua sukunya berada dalam satu ruas yang sama (dan koefisien dari x2 adalah positif). Sehingga 2x + 5x - 3 = 0
2. Buatlah koefisien dari suku x2 menjadi 1, dengan cara membagi semuanya dengan 2, maka hasilnya seperti berikut:


3. Atur kembali persamaan sehingga suku-suku dan x berada pada ruas yang sama, sementara konstanta berada pada ruas yang lain.

4. Tambahkanlah kepada kedua ruas persamaan (setengah dari koefisien x)2. Dalam hal ini koefisien 
x adalah  
kuadrat dari setengah koefisien x adalah:

Jadi 
Ruas kiri kini merupakan kuadrat sempurna, yaitu:

5. Hitunglah Ruas kanan. Jadi,

6. Dengan Menghitung akar kuadrat dari kedua ruas persamaan (ingatlah akar kuadrat dari suatu persamaan akan menghasilkan jawaban ). Jadi:


7. Selesaikanlah persamaan sederhana tersebut. Jadi:



Hasil:

Sehingga x = - 1/2 atau -3 adalah akar-akar dari persamaan 2x + 5x = 3.

Bagaimana, Mudah dan kerjanya pun teratur dengan baik bukan? Metode ini memang sedikit agak panjang tetapu keuntungannya Anda bisa mengerti dengan baik karena memiliki prosedur yang sangat teratur.
Demikianlah Prosedur Penyelesaian persamaan kuadrat dengan metode melengkapi kuadrat yang bisa saya bagikan bagi Anda para pembaca sekalian. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

PESAWAT SEDERHANA DAN JENISNYA DALAM ILMU FISIKA SERTA PENERAPAN DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI.

Ilmu pengetahuan di era sekarang semakin berkembang dengan pesat dan begitu cepat. Tanpa kita sadari, perkembangan itu semakin membawa kehidupan manusia menjadi begitu gampang dan mudah dalam melakukan sesuatu. Contoh kecilnya saja, kita bepergian ke mana saja sudah begitu mudah untuk kita lakukan. Tidak seperti jaman dulu, ketika akses jalan di banyak tempat masih sangat minim. Seperti kurangnya kendaraan, buruknya keadaan jalan atau bahkan ada daerah yang sama sekali belum terjangkau. Saya masih sempat merasakannya ketika masih tinggal di kampung halaman, walaupun itu dulu di masa kecil. Jika saya mengingat betapa beratnya menjalani kehidupan tanpa ada pengembangan ilmu pengetahuan. Bagaimana tidak untuk mengambil air minum dari sumur saja harus mengisi air ke dalam bambu kemudian memikulnya sampai ke rumah. Dan jarak yang harus ditempuh beberapa kilo meter dengan berjalan kaki. Bayangkan itu! Tapi sekarang apa saja yang kita lakukan semuanya serba mudah. Seperti kasus air bersih tadi, kebanyakan air bersih sekarang didapatkan dengan mudah. Kita hanya perlu memasang pipa dan mengalirkan air sampai ke rumah dengan bantuan mesin atau bisa juga menggunakan mobil tangki air. Semua ini terjadi sekarang karena adanya pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dari masa ke masa. Berbicara tentang Ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya dalam dunia teknik, banyak kemajuan sekarang yang ternyata dikembangkan dari hal-hal yang sederhana. Terkait dengan hal-hal tersebut, dalam ilmu fisika dan teknik kemajuan teknologi semua berawal dari apa yang sering kita sebut dengan pesawat sederhana.
Berhubungan dengan pesawat sederhana, kali ini saya akan menulis mengenai dasar-dasar dan jenis pesawat sederhana dalam ilmu fisika dan teknik serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut Ulasan tentang pesawat sederhana.

Pengertian Pesawat Sederhana

Saya harap semua mengerti tentang pesawat sederhana, tetapi apabila belum maka saya akan jelaskan sedikit tentang pesawat sederhana. Tapi jangan berpikir karena kita menggunakan kata pesawat di sini maka muncul anggapan bahwa yang di maksud adalah pesawat terbang atau pesawat telepon. Bukan! Itu memang termasuk dalam pesawat sederhana, tetapi hanya merupakan sebagian kecil saja. Dalam kehidupan manusia, pasti akan sering mendapatkan kesulitan dalam melakukan pekerjaan masing-masing, tetapi dengan kemajuan teknologi manusia akan menggunakan sesuatu alat untuk membantu mempermudah pekerjaannya tersebut, dan  alat itulah yang kita sebut sebagai pesawat sederhana. Di dalam ilmu fisika sendiri, pesawat sederhana adalah semua alat yang digunakan dan dapat memudahkan suatu pekerjaan. Artinya tenaga atau beban dalam menanggung kuasa yang dilakukan akan jauh lebih kecil dari sebelumnya tanpa menggunakan alat. Sebetulnya pesawat sederhana telah diterapkan manusia sejak masih jaman purba. Buktinya manusia purba sekalipun telah mampu memindahkan batu yang besar dengan keterbatasan mereka. Ternyata mereka juga telah menggunakan pesawat sederhana, walaupun itu masih sangat-sangat sederhana.

Jenis-Jenis Pesawat Sederhana

Dalam penerapan dalam kehidupan keseharian kita, ada beberapa jenis pesawat sederhana yang sering kita gunakan. Pesawat sederhana dalam ilmu fisika yang sering dibahas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari setahu saya dan menurut buku-buku yang saya telah pelajari sejak masih di sekolah menengah pertama ada empat jenis, yaitu sebagai berikut:

Tuas ( Pengungkit )

Tuas atau pengungkit inilah yang ternyata telah di gunakan manusia sejak jaman purba. Walau pun menurut kita manusia purba itu pasti memiliki kekuatan tubuh yang besar dengan otak yang tidak akan sampai pada teknik tuas, tetapi itu tak akan berlaku apabila mereka akan memindahkan sesuatu yang ukurannya besar seperti batu atau batang pohon. Menurut beberapa hasil penelitian mengungkapkan bahwa mereka juga sudah menggunakan dasar-dasar tuas atau pengungkit walaupun masih sangat sederhana.


Pengertian tuas atau pengungkit adalah pesawat sederhana yang dapat memperbesar gaya angkat dalam suatu pekerjaan yang dilakukan oleh manusia. Dalam hal ini maksudnya adalah gaya angkat yang terjadi di tentukan oleh posisi sebuah titik tumpu yang akan memberikan bantuan kuasa yang diberikan bisa sekecil mungkin.
Dalam ilmu fisika dan teknik dikenal ada tiga bagian utama dari tuas, yaitu titik tumpu, titik beban dan titik kuasa. Titik tumpu merupakan bagian yang diberi penumpu, titik beban merupakan bagian tempat di mana beban berada, dan titik kuasa yang merupakan bagian  di mana akan di berikan gaya.
Dalam penerapannya, tuas memiliki perhitungan yang bertujuan mengoptimalkan gaya kerja. Dalam hal ini terdapat perbandingan antara beban gaya yang dikenakan pada beban yang disebut keuntungan mekanik. Keuntungan mekanik tuas sebagai suatu pesawat sederhana bergantung pada perbandingan panjang lengan beban dan panjang lengan kuasa. Apabila lengan beban lebih panjang dari lengan kuasa, maka keuntungan mekanik yang dihasilkan akan semakin kecil. Dan sebaliknya, jika lengan kuasa lebih panjang atau titik kuasa lebih jauh dari titik tumpu, maka keuntungan mekanik yang dihasilkan akan semakin besar. Untuk lebih jelasnya, lihat perbandingan berikut:







di mana:
Km = Keuntungan Mekanik
Ik =Lengan Kuasa
Ib = Lengan Beban
W = beban (N)
F = gaya yang diberikan (N)
Dalam Ilmu fisika dan teknik, ada tiga jenis tuas yang sering kita jumpai dan banyak kita gunakan dalam melakukan pekerjaan kita. Tuas-tuas ini merupakan yang sangat sederhana tetapi fungsi dan manfaatnya bagi kita sangat besar. Jenis-jenis tuas itu sebagai berikut:

Tuas Kelas Pertama:

Sebagai pesawat sederhana, Tuas kelas pertama ini merupakan tuas di mana letak titik tumpu berada di antara kuasa dan beban, sehingga susunannya berturut-turut, Titik Kuasa - titik tumpu - beban. Contohnya adalah gunting, sekop, dan linggis

Gunting : Contoh tuas kelas pertama

Tuas Kelas Kedua

Pada tuas kelas kedua, kedudukan ketiga titik tuas sedikit berbeda dari tuas jenis pertama. Letak beban yang berada di antara titik tumpu dan titik kuasa. Sebagai pesawat sederhana, tuas jenis kedua ini, merupakan alat-alat sederhana yang banyak kita jumpai. Contohnya saja, gerobak dorong dengan roda satu, pembuka tutup botol dan stapler.
Gerobak dorong roda satu: Contoh tuas kelas kedua

Tuas Kelas Ketiga

Tuas kelas ketiga, merupakan pesawat sederhana yang memiliki letak titik kuasa berada di antara titik beban dan titik tumpu. Misalnya saja jepitan roti, tangan bekerja pada titik kuasa tepatnya di tengah batang jepitan itu sendiri. Contoh lainnya adalah siku, alat pancing dan lengan manusia.
Jepitan Roti : Contoh tuas kelas ketiga

Katrol

Apakah Anda tahu apa itu katrol? Katrol merupakan salah satu jenis pesawat sederhana yang sering di gunakan dalam hal memindahkan beban secara vertikal. Misalnya saja seorang tukang bangunan yang akan mengangkut material ke sebuah gedung berlantai, untuk memindahkannya dari bawah ke atas lantai gedung yang tinggi akan sangat melelahkan jika akan mengangkutnya dengan menaiki anak tangga berulang kali. Untuk itu, supaya mempermudah pekerjaannya maka ia harus menggunakan sistem katrol dengan bantuan tali. Seperti Berikut sistem katrol:
Contoh penerapan katrol

Contoh penerapan katrol

Dalam ilmu fisika dan teknik, katrol sangat banyak di gunakan. Sebagai pesawat sederhana benda yang satu ini telah dikembangkan menjadi alat-alat yang begitu canggih dan dikendalikan oleh mesin dan tentunya dengan kinerja yang lebih besar. Meskipun begitu, pada dasarnya katrol hanya terbagi atas dia macam. Yaitu katrol tetap dan katrol bergerak.

Katrol Tetap

Katrol tetap adalah katrol yang memiliki sumbu dibuat tetap pada tempatnya. Katrol ini memiliki fungsi utama untuk mengubah arah atau mengangkat secara vertikal. Contohnya seperti yang saya jelaskan di atas mengenai katrol pengangkat material bangunan. Katrol tetap banyak di gunakan dalam proses mengangkat beban, tujuannya adalah supaya membantu meringankan beban yang akan kita angkat. Bayangkan jika mengangkat sesuatu secara manual ke bangunan atas tanpa katrol. Bisa-bisa badan akan mengalah sebelum waktunya. Jadi, kegunaan katrol ini patut diperhitungkan dalam pekerjaan.

Katrol Bergerak

Katrol bergerak sebagai suatu pesawat sederhana juga semakin banyak dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya saja di pelabuhan peti kemas, hampir semua alat pengangkat dilengkapi oleh katrol. Ada katrol yang diam di tempat ada pula yang bergerak. Dalam ilmu fisika dan teknik, katrol bergerak diartikan sebagai katrol yang menggantung pada tali penarik sehingga beban diikatkan pada sumbu katrol. Katrol jenis ini terbagi atas tiga macam, yaitu:
  • Katrol tunggal tetap
Pada katrol ini memiliki keuntungan mekanik yang sama dengan 1 karena jarak lengan kuasa dan lengan katrol sama. Dalam penerapan, dapat kita hitung dengan perbandingan berikut:


  • Katrol Tunggal bergerak
Dikatakan katrol tunggal bergerak karena dalam proses pengangkatan atau pemindahan beban, katrol berpindah tempat bersama dengan beban. Pada katrol ini, jarak lengan kuasa menjadi dua kali jarak lengan beban karena titik tumpu  berada pada tepi katrol sebelah kanan. Dalam penerapan sebagai pesawat sederhana khususnya dalam ilmu fisika dan teknik, katrol tunggal bergerak dapat kita hitung dengan persamaan berikut:



  • Sistem Katrol
Selain kedua katrol di atas, ada juga jenis katrol yang dinamakan sistem katrol. Sistem katrol adalah penggabungan antara katrol tetap dan katrol bergerak. Katrol tetap digunakan untuk mengubah arah gaya, sedangkan katrol bergerak digunakan untuk meningkatkan keuntungan mekanik. Keuntungan mekanik katrol ini didasarkan pada jumlah ruas tali yang menahan beban keatas. Dalam ilmu fisikan dan teknik, katrol jenis ini menjadi lebih dikembangkan sehingga menghasilkan keuntungan mekanik yang lebih baik. Dalam penerapan sebagai pesawat sederhana jenis katrol ini sangat memberikan fungsi yang sangat optimal dalam pekerjaan manusia.

Bidang Miring

Apakah Anda pernah melihat seseorang memuat atau menurunkan beban pada mobil Truk? Apakah orang tersebut memindahkan beban itu dengan mudah tanpa bantuan alat? Tentu saja itu adalah pekerjaan yang menyulitkan, namun jika ia memindahkannya dengan bantuan alat pastilah kesulitan itu bisa dikurangi. Saat seperti inilah pesawat sederhana sangat dibutuhkan. Tidak perlu mencari alat-alat yang canggih, tapi cukup dengan hal-hal yang lebih sederhana. Contohnya seperti memindahkan beban dari atau ke atas mobil truk, jika kita menggunakan sebuah bidang yang miring pastilah akan lebih mudah.
Penerapan bidang miring dalam pesawat sederhana
penerapan bidang miring sebagai contoh pesawat sederhana


Dalam ilmu fisika dan teknik, bidang miring adalah suatu permukaan bidang miring yang memiliki penampang berbentuk segitiga untuk memindahkan suatu beban. Bidang miring memiliki keuntungan mekanik yang sangat bergantung pada posisinya.
gambar bidang miring








s = panjang bidang miring

h = tinggi bidang miring
Perhitungan bidang miring

Gaya yang dilakukan untuk memindahkan benda dengan besar massa m dari Posisi A ke B dinyatakan dalam persamaan berikut:



Contoh pesawat sederhana jenis bidang miring adalah baji, sekrup dan tangga.

Roda Gandar

Jenis terakhir dari pesawat sederhana dalam kehidupan kita sehari-hari adalah roda gandar. Pengertian   roda gandar dalam ilmu fisika dan teknik adalah sebuah roda yang memutar yang dihubungkan dengan gandar dan dapat berputar secara bersamaan. Dalam penerapan roda gandar ini, cara kerjanya adalah memutar sesuatu dengan beban besar dengan gaya yang sekecil mungkin, dan itulah mengapa termasuk sebagai pesawat sederhana.Keuntungan mekanik roda gandar ini adalah jari-jari roda dibagi dengan roda gandar. Dengan persamaan sebagai berikut:

dimana:
R= Jari-jari roda
r= jari-jari gandar

Dalam kehidupan manusia, penerapan pesawat sederhana yang satu ini sangat berperan. Roda gandar sangat banyak kita temukan seperti, Kemudi Mobil, Alat penggulung tambang kapal, derek dal lain sebagainya.
Contoh pesawat sederhana : roda bergandar

Roda bergandar : Pesawat sederhana
Seperti itulah penjelasan dari saya mengenai materi pesawat sederhana dan jenisnya dalam ilmu fisika dan teknik serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah sebuah tulisan yang saya kembangkan dari apa yang pernah saya pelajari ketika masih di bangku Sekolah Menegah Pertama dan Sekolah Menengah Atas. Meskipun telah saya kembangkan namun tetap saja yang menulisnya adalah manusia, lagi pula hanya di tulis sesuai dengan pengetahuan saja. Semoga bermanfaat, Salam dari saya dan terimakasih.

PENGERTIAN DAN SEJARAH PENEMUAN KOMPUTER

1. PENGERTIAN KOMPUTER
Komputer adalah alat yang digunakan untuk mengelolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Awalnya kata komputer dipergunukan untuk menggambarkan orang yang melakukan pekerjaan memnghitung aritmatika deengan atau tanpa alat bantu. Tetapi pada akhirnya kata komputer kemudian digunakan untuk mesin itu sendiri. Jika didefenisikan secara luas, komputer berarti suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang diihubunkan dengan komponen lain sehingga dapat bekerja secara bersama-sama untuk menghasilkan informasi berdasarkan data yang ada. Jadi dapat disimpulkan arti luas dari komputer adalah alat yang memproses infomasi atau sistem pengelolah infomasi.

2. SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
Komputer pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan matematika yang bernama Charles Babbage pada tahun 1822 yaitu menciptakan alat yang bisa melakukan perhitungan yang rumit. Dari alat inilah penemuan komputer dimulai. Kemudian pada tahun 1937, Dr. Jhon V Atanasoff dan Clifford Berry mendessain koputer digital elektronik pertama yang dikenal dengan nama ABC (Atanasoff-Berry Computer). Tetapi alat tersebut hanya bisa meghitung tambah dan kurang saja. Selama perang dunia II tepatnya tahun 1943, seorang ilmuan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris yang digunakan untuk menembus kode petahanan Jerman. Tapi komputer tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan perang saja. Tahun 1943 Selama Perang Dunia 2, ilmuwan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris. Digunakan untuk menembus kode pertahanan Jerman. Setahun setelah itu pada tahun 1944, Howard Hathaway Aiken membuat Mark I yaitu sebuah komputer hitung digital pertama dibuat. Komputer ini memiliki luas 7,45 kaki x 50 kaki, dengan berat 35 ton. Mark I dapat digunakan untuk menghitung probabilitas. Pada tahun berikutnya (1945), Dr. John von Neumann menulis sebuah ide mengenai konsep penyimpanan data. Satu tahun kemudian, Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, jr menyelesaikan komputer skala besar yang pertama dan diberi nama ENIAC (Electronic Numerial Integrator And Computer). Kedua orang ini juga dikenal sebagai penumu komputer. ENIAC berbobot 30 ton yang terdiri dari 18.000 lampu tabung (transistor ukuran besar), memiliki luas 30 kaki x 50 kaki dan memakai tenaga sebesar 160.000watt. ENIAC tidak hanya menghitung tambah, kurang, kali dan bagi saja, tetapijuga dapat diprogram untuk melakukan proses sederhana. Dibandinng dengan Mark I yang hanya dapat menghitung sehingga dapat dilihat bahwa ENIAC adalah komputer yang pertama. Sejak tahun 1947 setelah William Shockley menemukan transistor, ukuran komputer semakin mengecil.


3. KOMPONEN UTAMA KOMPUTER
Ada tiga komponen utama pada komputer yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yaitu:
a. Hardware (perangkat keras)
Hardware terdiri dari perangkat tertentu amempunyai tugas tertentu dalam membangun sebah sistem kerja komputer. Hardware pokok dari komputer adalah Monitor, keyboard, Mouse dan CPU. CPU sendiri berisi minimal Motherboard, Processor, Memory dan Harddisk. Jadi hardwaare merupakan perangkat yang fisiknya nampak berupa benda. Adapun beberapa hardware tambahan seperti stavolt, sound card, speaker aktif, dan printer.
b. Software (perangkat lunak)
Software atau perangkat lunak adalah sekumpulan program atau perintah-perintah digital untuk mengkoordinasikan kerja dari hardware. Software sebetulnya dibagi menjaddi beberapa bagian menurut fungsi kerjanya. Software yang digunakan untuk mengatur kerja hardware sampai dengan siap digunakan lebih lanjut sering disebut dengan Operating System (OS). Contohnya adalah LINUX, Apple dan Microsoft Windows.
c. Brainware (perangkat otak / pelaksana)
Yang dimaksudkan dengan brainware adalah manusia atau orang yang menjalankan komputer. Manusia sebagai brainware terdiri dari beberapa tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah operator (hanya mampu menjalankan saja/menggunakan program). Tingkatan yang lain adalah programing dan analis.

4. MENGENAL APLIKASI KOMPUTER
Dalam komputer terdapat banyak  aplikasi yang dapat digunakan salah satunya adalah aplikasi perkantoran yang dikenal dengan Microsoft Office. Microsoft Office digunakan untuk mengerjakan data-data perkantoran yang diperlukan. Ada tiga bagian Microsoft Office yaitu:
a. Microsoft Word atau Microsoft Office Word
Microsoft Word atau Microsoft Office Word adalah perangkat lunak pengolah kata (word processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows (1989). Setelah menjadi bagian dari Microsoft Office System 2003 dan 2007 diberi nama Microsoft Office Word.
b. Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel
Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007.
c. Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint
Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.

    Demikianlah postingan saya mengenai PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER kiranya bermanfaat. Terimakasih dan Syalom.

TEKNIK BISNIS ONLINE INSTAN DAN BERHASIL

Di dunia yang serba canggih saat ini, manusia mulai mengembangkan banyak hal yang dikerjakan dengan instan. Mulai dari dunia pendidikan, kesehatan, bisnis, ekonomi, makanan dan banyak lagi. Orang mulai mencari cara agar apa yang mereka kerjakan dilaksanakan dengan waktu yang singkat dengan memberikan hasil yang cukup memuaskan atau sesuai dengan target. Dalam dunia pendidkan misalnya, kebanyakan saat ini orang tidak lagi membutuhkan sekolah yang formal. Pilihan utama mereka bukan lagi melanjutkan sekolah sampai jenjang yang tinggi, tapi mereka cukup sampai jenjang setingkat SMA atau SMK kemudian dilanjutkan dengan pengembangan diri melalui keterampilan. Hal ini ditujukan supaya mereka dengan mudah menemukan pekerjaan sesuai dengan bidang keterampilan yang mereka tekuni. Begitupun dengan banyak hal lainnya dilakukan dengan serba cepat dan tepat.
Kali ini saya akan menjelaskan tentang Teknik bisnis masa kini. Dari segi bisnis, kita tahu bahwa persaingan di pasar global sangatlah ketat, seakan-akan menerapkan hukum alam "siapa kuat dia menang, siapa cepat dia dapat". Nah begitulah gambaran tantangan bisnis masa kini yang semakin berkembang pesat.
Yang menjadi pokok penjelasan saat ini yaitu Teknik Bisnis Online. Jadi dalam berbisnis Online juga membutuhkan teknik yang harus kita ikuti, bukan asal-asalan saja, melainkan dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Misalnya, anda ingin berbisnis online dengan menjual barang atau promosi barang. memang jika dipikir sepintas tidak ada susahnya. Namun ternyata tidak semudah itu, ada banyak hal yang perlu kita perhatikan antara lain riset pasar online, cara promosi,jenis produk dan lain sebagainya. Selain itu ada banyak hal yang memungkinkan kita mengeluarkan modal entah itu besar atau kecil tergantung dari pilihan kita, memang dimana-mana yang namanya bisnis butuh modal. Seperti contoh bisnis online pasti membutuhkan modal dasar seperti biaya akses internet, biaya promosi, pembelian domain dan lain sebagainya. Namun kembali lagi, jika anda menjalankan bisnis online anda dengan sungguh-sungguh, semua modal yang anda keluarkan akan kembali dengan keuntungan yang berkali lipat, Percaya!
Ada bisnis online yang memang membutuhkan biaya besar, tapi ada juga yang biayanya sedikit saja.
Misalnya www.kerjaberuntung.mprg.net ini hanya membutuhkan modal awal sekitar Rp.90 ribuan kemudian anda akan diberikan petunjuk, paket lengkap dan aplikasi Pengumpul Rupiah untuk menjalankan bisnis Anda. Dengan mengikuti Program ini di jamin binis online anda akan berhasil yang penting anda tekun dan megikuti setiap petunjuk yang diberikan. Anda akan memiliki kesempatan mendapatkan uang dengan kisaran 1-2 juta per hari dengan hanya membutuhkan waktu online kurang lebih 30 menit dalam satu hari.
Bisnis online dengan sistem PEGUMPUL RUPIAH ini cara kerja cukup mudah, instan dan modalnya kecil. Jadi apa salahnya mencoba menjalankan programnya hanya di www.kerjaberuntung.mprg.net maka anda akan menghasilkan tambahan rupiah untuk kantong anda.
Bisnis Oline bisa membuat anda kaya jika anda fokus dan meluangkan waktu khusus setiap hari sekitar setengah jam.
Saya Rasa demikianlah penjelasan saya. semoga bermanfaat.


PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN DAN JENISNYA

PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN

Suatu konstruksi direncanakan untuk suatau keperluan tertentu. Tugas utama suatu konstruksi adalah mengumpulkan gaya akibat muatan yang bekerja padanya dan meneruskannya ke bumi. Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik maka konstruksi harus berdiri dengan kokoh. Semua beban yang diterimanya akan diteruskan ke bumi melalui sesingkat-singkatnya. Bagian yang meneruskan beban itulah yang disebut perletakan/dudukan. Selain meneruskan beban, perletakan juga akan memikul konstruksi tersebut. Perletakan bisa berupa sebuah pondasi.
Dalam memberikan perletakan, harus dipertimbangkan dengan baik agar mekanisme pendukungan dan penyaluran beban ke bumi terjadi dengan baik. Hal yang harus dipertimbangkan adalah stabilitas konstruksi. Suatu konstruksi akan stabil bila konstruksi diletakkan di atas pondasi yang baik. Pondasi akan melawan gaya aksi yang diakibatkan oleh muatan yang diteruskan oleh konstruksi kepada pondasi. Gaya lawan yang ditimbulkan pada pondasi disebut : Reaksi. Dalam kasus ini pondasi digambarkan sebagai perletakan.

JENIS-JENIS PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN

Berikut ini diuraikan tiga jenis perletakan yang merupakan jenis perletakan yang umum digunakan. Yaitu perletakan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horizontal.

PERLETAKAN SENDI

Perletakan Sendi, yaitu perletakan terdiri dari poros dan lubang sendi. Pada perletakan demikian dianggap sendinya licin sempurna, sehingga gaya singgung antara poros dan sendi tetap normal terhadap bidang singgung, dan arah gaya ini akan melalui pusat poros.

Sifat Teknis

Perletakan sendi mempunyai sifat teknis :
a. Garis kerja reaksi  dua arah : Vertikal dan Horisontal
b. Tidak dapat menahan MOMEN, sehingga akan mengalami rotasi yang dapat mencegah balok patah karena memuai atau melentur.

PERLETAKAN ROLL

Perletakan Roll yaitu perletakan yang selalu memiliki lubang sendi. Apabila poros ini licin sempurna maka poros ini hanya dapat meneruskan gaya yang tegak lurus bidang singgung di mana poros ini diletakkan. 

Sifat Teknis

Perletakan Roll mempunyai sifat teknis :
a. Garis kerja reaksi satu arah saja : VERTIKAL
b. Tidak dapat menahan gaya HORISONTAL, sehingga dapat berpindah pada arah horizontal agar balok tidak patah karena memuai.
c. Tidak dapat menahan MOMEN, sehingga akan mengalami rotasi yang dapat mencegah balok patah karena memuai atau melentur.

PERLETAKAN JEPIT

Perletakan Jepit adalah perletakan yang menciptakan kondisi kaku/monolit. Perletakan ini seolah-olah dibuat dari balok yang ditanamkan pada perletakannya, demikian sehingga mampu menahan gaya-gaya maupun momen dan bahkan dapat menahan torsi.

Sifat Teknis

Perletakan Jepit  mempunyai sifat teknis :
Mampu menahan Momen, Gaya Horizontal dan Gaya Vertikal sehingga tidak bergerak arah horisontal, vertikal dan juga tidak berputar. Sering juga disebut perletakan KAKU.

PERLETAKAN PENDEL

Perletakan pendel yaitu suatu perletakan yang titik tangkap dan garis kerjanya berimpit. 


Garis kerja reaksi pada batang pandel berhimpit dengan batang itu sendiri, memberi peluang berputar ke segala arah

Sebuah konstruksi dapat didudukkan di atas satu atau lebih perletakan. Jenis perletakannya adal seperti di atas dan dapat dikombinasikan satu sama lain. Namun dalam mengkombinasikannya, harus dipertimbangkan kestabilannya. Syarat kestabilan adalah jumlah reaksinya tidak boleh kurang dari 3 ( tiga ). Konstruksi Labil bila n < 3 dimana n adalah bilangan reaksi pada perletakan. Contoh :
   



TINJAUAN UMUM (KONDISI GEOGRAFI, TOPOGRAFI, GEOLOGI REGIONAL, KEGEMPAAN (EARTH QUAKE) DAN IKLIM) LOKASI PROYEK

            Bagian ini merupakan laporan lanjutan dari suatu Laporan Antara suatu proyek atau pekerjaan penanganan Jalan. Kalau sebelumnya kita belajar mengenai
Laporan Antara Pendahuluan, kini kita akan mempelajari Contoh Lanjutan dari Laporan Antara yakni Tinjauan Umum dimana kita akan menjelaskan mengenai Kondisi Geografi, Topografi dan iklim. selain itu ada juga Kondisi Geologi regional dan Kegempaan. Untuk lebih jelasnya silahkan lanjutkan baca di bawah ini. Selamat membaca!
  •                KONDISI GEOGRAFI, TOPOGRAFI, DAN IKLIM


            Secara geografis lokasi kegiatan terletak pada koordinat 138°05’ - 140°30’ bujur timur dan 1°35’ – 3°35’ lintang selatan, dengan arah relatif memanjang Timur - Barat. Lebih dari setengah lokasi kegiatan (±72,3%) berada pada morfologi dataran pantai dan rawa dengan ketinggian <50 150="" 50="" antara="" atas="" berada="" bergelombang="" bonggo="" dan="" dengan="" di="" distrik="" guay="" ketinggian="" laut="" m="" meter="" morfologi="" o:p="" pada="" perbukitan="" permukaan="" sarmi.="" sarmi="" sedangkan="" timur.="" timur="" unurum="" wilayah="" yaitu="">
           Keadaan iklim Kabupaten Sarmi Tahun 2011 berdasarkan data Badan Meteorologi dan Geofisika Wilayah V Jayapura menunjukkan bahwa temperatur rata-rata berkisar 21,9ΒΊC sampai dengan 32,7ΒΊC. Kelembaban udara mencapai 85,3% dengan curah hujan rata-rata 145/14 CC/HH (Curah Hujan/Hari Hujan).

Gambar 2-1. Peta terrain lokasi kegiatan
(Sumber peta : SRTM Papua, 2011)



Gambar 2-2. Peta kontur topografi kabupaten Sarmi dan sekitarnya
(Sumber peta : DITTOP TNI-AD, 2011)

  •                 KONDISI GEOLOGI REGIONAL


                1. Geomorfologi Regional
            Lokasi kegiatan sebagian besar (± 85%) berada pada wilayah kabupaten Sarmi, sedangkan hanya ± 15% berada pada wilayah kabupaten Jayapura.
Morfologi kabupaten Sarmi dan sekitarnya tersusun oleh morfologi dataran rawa dan pantai, morfologi dataran alluvial, morfologi perbukitan, dan morfologi pegunungan.
Morfologi dataran pantai dan rawa menempati ± 15% dari luas wilayah kabupaten Sarmi  dengan relief datar hingga miring landai dan memiliki elevasi berkisar antara 0 – 15 meter diatas permukaan laut (dpl). Pantai-pantai di wilayah Sarmi merupakan pantai terbuka yang berhadapan langsung dengan samudera Pasifik dengan panjang garis pantai ± 185 km, hal ini menjadikan Sarmi sebagai kabupaten di pulau Papua yang memiliki garis pantai terpanjang. Beberapa pulau yang menyebar dari barat ke timur di kawasan perairan antara lain pulau Liki, pulau Nimumoar, pulau Ansamanuar, pulau Vangumuar, pulau Insumuar, pulau Insumanai, kepulauan Wakde, pulau Masimasi, pulau Yamna, dan kepulauan Podena. Rawa-rawa menyebar dari timur hingga barat sepanjang kawasan pantai. Kawasan morfologi pantai dan rawa banyak dimanfaatkan untuk permukiman, perkebunan, pertanian, dan perikanan.
            Morfologi dataran alluvial menempati ± 37% dari luas wilayah kabupaten Sarmi dengan relief datar hingga miring landai dan memiliki elevasi berkisar antara 0 – 120 meter dpl, kawasan ini diberi nama berdasarkan jenis material penyusun berupa endapan alluvial. Morfologi ini berkembang disepanjang daerah aliran sungai Apauwer, sungai Orey, sungai Tor, sungai Bier, dan sungai Biri, serta sungai-sungai kecil lainnya. Kawasan ini sebagian besar masih berupa hutan, hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan untuk pemukiman oleh penduduk setempat.
Kawasan perbukitan menempati ± 30% dari luas wilayah kabupaten Sarmi dengan relief miring bergelombang hingga terjal dan memiliki elevasi antara 5 – 600 meter dpl. Kawasan ini sebagian besar berupa hutan dan hanya sebagian kecil yang dimanfaatkan oleh masyarakat untuk pemukiman dan perladangan, serta dimanfaatkan oleh pemerintah untuk lokasi perkantoran seperti yang ada di kawasan Kota Baru Petam.
           Sedangkan kawasan pegunungan berada di bagian selatan dan menempati ± 18% dari luas wilayah Kabupaten Sarmi dengan relief terjal hingga sangat terjal dan memiliki elevasi antara 600 - 1800 meter dpl. Kawasan ini terdiri dari pegunungan Irier, pegunungan Siduarsi, pegunungan Gauttier, dan pegunungan Foja yang semuanya merupakan kawasan konservasi atau kawasan non-budidaya.
           Pola aliran sungai di wilayah kabupaten Sarmi terdiri dari pola aliran dendritik, pola aliran subparalel, dan pola aliran trelis. Pola aliran dendritik lebih banyak berkembang dan dibentuk oleh sungai-sungai utama antara lain sungai Tor, sungai Apauwer, sungai Biri, sungai Bier, sungai dan Orey. Pola aliran subparalel terutama berkembang pada sungai-sungai kecil yang mengalir masuk ke sungai-sungai utama, seperti sungai Munuk, sungai Tanepa, dan sungai Mimiri. Sedangkan pola aliran trelis lebih berkembang pada sungai-sungai yang mengalir disebelah utara dan selatan kawasan pegunungan Gauttier dan pegunungan Foja.

               2. Stratigrafi Regional
         Stratigrafi regional daerah Sarmi dan sekitarnya menurut S. Gafoer, dkk, 1995 (Peta Geologi Lembar Sarmi dan Bufareh Skala 1 : 250.000) terdiri atas 13 formasi batuan yang berumur mulai dari Mesozoikum (Kapur) yaitu batuan Mafik/Ultramafik sampai Kuarter (Holosen) berupa endapan Aluvium. Adapun tataan stratigrafi mulai dari yang berumur tua hingga berumur muda adalah sebagai berikut :
1.            Batuan Mafik / Ultramafik (m/um); Terdiri dari gabro, serpentinit, dan batuan terserpentinitkan. Tergerus dan terbreksikan. Bersentuhan sesar dengan batuan lain. Umur diperkirakan lebih tua dari Kapur Akhir. Penyebaran formasi ini berada di sebelah timur lembar peta.

2.            Formasi Auwewa (Tema); Terdiri dari lava, breksi, tuf kristal gampingan dan sisipan grewake, kalsilutit, kalkarenit serta batugamping koral. Lava bersusunan basal piroksen dan basal olivine piroksen sampai andesitan, sebagian berupa spilit. Berstruktur bantal dan amigdaloid.  Fosil koral dan foram besar dalam batugamping. Umurnya diperkirakan Eosen sampai Miosen Awal, diendapkan dalam lingkungan laut dangkal. Penyebaran formasi ini berada di bagian tengah lembar peta.

3.            Formasi Biri (Teob); Terdiri dari kalsilutit, serpih dan sisipan lava basal. Kompak, berurat kalsit dan terhablur ulang. Sebagian berlapis dan terbreksikan, terlipat kuat dan tercenangga. Lava basal berstruktur bantal dan kekar meniang (columnar joint). Tebal yang tersingkap 305 meter. Tidak dijumpai fosil. Umurnya diperkirakan Eosen - Oligosen, diendapkan dalam lingkungan litoral – neritik. Penyebaran formasi berada di sebelah selatan pegunungan Siduarsi di sebelah timur lembar peta.

4.            Formasi Darante (Tomd); Terdiri dari kalkarenit, batugamping koral dan sisipan batuan gunungapi. Tidak berlapis, setempat berstruktur terumbu, kepingan rijang dan gejala penghabluran ulang. Batuan gunung api berupa lava amigdaloid dengan vesikular terisi zeolit, breksi serta sisipan batupasir tufan.  Setempat konglomerat alas dengan komponen batuan ultramafik dan semen gampingan. Tebal mencapai 850 meter atau lebih. Fosil koral ganggang, foram besar dan kecil. Umurnya Te – Tf1 (Oligosen Akhir – awal Miosen Tengah), diendapkan dalam lingkungan litoral – neritik. Penyebaran formasi ini sebagian besar berada pada kawasan pegunungan Foja di sebelah tenggara lembar peta, kawasan pegunungan Siduarsi di sebelah timur lembar peta, kawasan pegunungan Gauttier disebelah selatan lembar peta, dan beberapa di Aurimi di sebelah barat lembar peta, serta di sekitar pegunungan Irier disebelah utara tengah lembar peta.

5.            Formasi Makats (Tmm); Terdiri dari perselingan grewake, batulanau, batulempung, serpih dan napal; sisipan konglomerat dan batugamping. Berlapis baik, padat dank eras, konglomerat berkomponen utama batuan beku mafik, kalsilutit, dan batugamping malih. Terlipat kuat dan tersesarkan. Berupa sedimen tipe flysch dengan lapisan bersusun, lapisan halus sejajar dan konvolut. Tebal lebih dari 2000 meter. Mengandung fosil foram besar dan foram kecil. Umurnya Tf1 sampai Tf2-3 (bagian bawah Miosen Tengah sampai bagian bawah Miosen Akhir), diendapkan dalam lingkungan neritik. Penyebaran formasi ini berada di sebelah utara dan selatan pegunungan Foja disebelah tenggara lembar peta lalu menyebar ke arah baratlaut hingga di bagian barat Aurimi disebelah barat lembar peta.

6.            Formasi Aurimi dari Kelompok Mamberamo (Tmpa); Terdiri dari napal, kalkarenit, batupasir, batulanau dan batulempung. Setempat bersisipan batugamping napalan. Berlapis tipis – tebal, berstruktur nendatan, lapisan halus bergelombang, sejajar, konvolut dan silang siur. Kompak, getas, terlipat, tersesarkan dan setempat tergerus. Tebal 200 – 1300 meter. Banyak foram kecil, cangkang moluska dan ganggang. Umur N12 – N20 (Miosen akhir – Pliosen), diendapkan dalam lingkungan laut dangkal dan paralis. Penyebaran formasi ini berada di sebelah utara kawasan pegunungan Gauttier dan puncak pegunungan Foja disebelah selatan hingga tenggara lembar peta, di kawasan pegunungan Irier disebelah utara tengah lembar peta, serta di pulau Liki dan pulau Nimumoar.

7.            Formasi Unk dari Kelompok Mamberamo (QTu); Tersusun oleh grewake, batulanau, batulempung, konglomerat, dan sisipan lignit. Berlapis, lunak, agak kompak; mengandung kuarsa, mika, felspar, kepingan batuan, karbonan dan gampingan. Berstruktur lapisan bersusun, silang siur, sejajar dan liang bekas binatang. Tebal mencapai 1500 meter. Fosil foram kecil dan moluska. Umur N21 – N23 (Pliosen akhir – Plistosen), diendapkan dalam lingkungan laut dangkal sampai laut agak dalam. Penyebaran formasi ini menempati 60% dari luas lembar peta yang tersebar disebelah tenggara menerus hingga barat daya lembar peta lalu membelok ke utara dan timur lembar peta, serta bagian tengah lembar peta.

8.            Batuan Campur Aduk (Qc); Terdiri dari lempung tergerus, lumpur dengan bongkah/kepingan batuan yang lebih tua yang berasal dari formasi-formasi Unk (QTu), Aurimi (Tmpa), Makats (Tmm), Darante (Tomd), Auwewa (Tema), Biri (Teb), dan batuan mafik/ultramasik (m/um). Diduga terbentuk secara tektonika pada Plistosen – Holosen. Penyebarannya berada di bagian tengah lembar peta mulai dari timur menerus hingga ke barat.

9.            Formasi Kukunduri (Qpk); Terdiri dari konglomerat, pasir dan lempung atau lempung pasiran, tidak mampat, mengandung sisa tumbuhan. Tebal 50 – 100 meter. Tak dijumpai fosil, umurnya diperkirakan Plistosen. Penyebaran formasi ini berada di sekitar Segar Mebor disebelah selatan lembar peta dan disebelah barat sungai Apawer dan sekitar Wamariri disebelah barat lembar peta.

10.          Formasi Jayapura (Qpj); Terdiri dari batugamping terumbu dengan sisipan sisipan konglomerat aneka bahan, kalkarenit, kalsirudit, kalsilutit. Bertopografi kars, terlipat lemah dengan kemiringan 5ΒΊ-15ΒΊ, struktur silang siur dan lapisan sejajar, tebal ± 75 meter. Konglomerat biasanya berada di bagian bawah, berkomponen terutama batulempung dan batugamping hablur. Fosil umumnya koral dan ganggang, umurnya Plistosen. Penyebaran formasi ini berada sekitar Sawar hingga Bageserwar dan pulau-pulau diwilayah peraian disebelah utara lembar peta, serta  di sekitar Sewan di sebelah timur tengah lembar peta.

11.          Endapan Lumpur (Qmd); Terdiri dari leleran lumpur dan lempung, lembek, dengan kepingan/bongkahan batuan yang keluar dari poton. Beberapa poton masih giat, sebagian mengandung gas (metan, nitrogen, CO2), garam dan hidrokarbon.  Tinggi kerucut poton mencapai 110 meter, garis tengah beberapa kilometer, umur diduga Holosen. Penyebarannya berada di sebelah utara kawasan pegunungan Karamof disebelah timur lembar peta, di sekitar Gerung di sebelah selatan lembar peta, serta di sebelah barat gunung Pipirai di sebelah barat tengah lembar peta.

12.          Batugamping Koral (Qcl); Terdiri dari terumbu koral terangkat dan kepingan batugamping membentuk undak-undak, tingginya mencapai 50 meter diatas muka laut. Penyebarannya berada di Kota Sarmi, disebelah utara lembar peta.

13.          Alluvium ( Qa ); Terdiri dari lempung, pasir dan kerikil, merupakan endapan sungai, pantai dan rawa. Penyebarannya berada di sebelah baratlaut, utara, timurlaut dan tengah lembar peta, menempati morfologi dataran.



Gambar 2-3.       Kolom statigrafi regional lokasi kegiatan
(Sumber Peta : Peta Geologi Regional Lembar Sarmi & Bufareh skala 1:250.000, PPPG )

                3. Struktur Geologi Regional dan Tektonika
             Struktur geologi yang berkembang di lembar Sarmi & Bufareh terdiri dari perlipatan dan sesar. Perlipatan berupa antiklin dan sinklin dengan sumbu berarah baratlaut-tenggara dan barat-timur. Sesar terdiri dari sesar turun, sesar naik dan sesar geser-jurus. Arah umum sesar naik dan turun adalah baratlaut-tenggara, barat-timur, dan baratdaya-timurlaut. Sesar geser-jurus umumnya berarah baratlaut-tenggara dan timurlaut-baratdaya. Semua sesar memotong batuan berumur Tersier dan Kuarter meliputi jenis batuan sedimen klastika dan karbonat dan juga batuan ultramafik.
Poton banyak dijumpai disini, poton-poton tersebut erat hubungannya dengan struktur diapir yang dipengaruhi oleh kegiatan tektonika yang aktif sejak Plistosen hingga sekarang.
              Sarmi & Bufareh merupakan bagian dari kerak Samudera Pasifik yang bertubrukan dengan kerak Kontinen Australian sejak Oligosen yang menghasilkan Orogenesa Melanesia. Kegiatan tektonika terus berlangsung hingga Miosen-Pliosen, menghasilkan gerakan-gerakan tegak dan mendatar sebagai akibat interaksi orogenesa. Pada Plistosen sesar naik di zona Mamberamo terbentuk akibat dorongan lempeng Pasifik ke selatan dan poton-poton di sepanjang zona Mamberamo terbentuk. Berdasarkan data kegempaan, tektonika di lembar ini masih aktif hingga sekarang.



Gambar 2-4. Peta Geologi Regional Lokasi Kegiatan dan Sekitarnya
(Sumber Peta : Peta Geologi Regional Lembar Jayapura skala 1:250.000, PPPG)

  •                 KEGEMPAAN (EARTH QUAKE)


               Indonesia termasuk dalam wilayah yang sangat rawan bencana gempa bumi seperti halnya Jepang dan California karena posisi geografisnya menempati zona tektonik yang sangat aktif. Hal ini dikarenakan tiga lempeng besar dunia dan sembilan lempeng kecil lainnya saling bertemu di wilayah Indonesia serta membentuk jalur-jalur pertemuan lempeng yang kompleks. Keberadaan interaksi antar lempeng-lempeng ini menempatkan wilayah Indonesia sebagai wilayah yang sangat rawan terhadap gempa bumi. Tingginya aktivitas kegempaan ini terlihat dari hasil rekaman dan catatan sejarah dalam rentang waktu 1900-2009 terdapat lebih dari 50.000 kejadian gempa dengan magnituda M ≥ 5.0 dan setelah dihilangkan gempa ikutannya terdapat lebih dari 14.000 gempa utama (main shocks). Kejadian gempa utama dalam rentang waktu tersebut dapat dilihat dalam Gambar 2-5 yang dikumpulkan dari berbagai sumber seperti, dari katalog gempa Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Nasional Earthquake Information Center U.S. Geological Survey (NEIC-USGS), beberapa katalog perorangan Abe, Abe dan Noguchi, serta Gutenberg & Richter, dan katalog Centennial dimana merupakan kompilasi katalog Abe, Abe & Noguchi, dan Newcomb & McCann.
Dalam gambar 2-5 menunjukkan bahwa lokasi sasaran kegiatan termasuk dalam wilayah sangat rawan bahaya gempa bumi dengan penyebaran pusat gempa yang agak rapat berdasarkan skala peta dengan kedalaman berkisar antara 0 – 50 meter (pusat gempa dangkal).  



Gambar 2-5. Peta Sebaran Episenter gempa utama di Indonesia dan
        sekitarnya untuk magnitude M≥ 5.0 yang dikumpulkan dari
        berbagai sumber rentang waktu tahun 1900 - 2009

               Dalam mengantisipasi bahaya gempa, pemerintah Indonesia telah mempunyai standar peraturan perencanaan ketahanan gempa untuk stuktur bangunan gedung yaitu SNI-03-1726-2002. Sejak diterbitkannya peraturan ini, tercatat beberapa gempa besar dalam 6 tahun terakhir, seperti gempa Aceh disertai tsunami tahun 2004 (Mw = 9,2), Gempa Nias tahun 2005 (Mw = 8,7), gempa Yogya tahun 2006 (Mw = 6,3), dan terakhir gempa Padang tahun 2009 (Mw = 7,6). Gempa-gempa tersebut telah menyebabkan ribuan korban jiwa, keruntuhan dan kerusakan ribuan infrastruktur, serta dana trilyunan rupiah untuk rehabilitasi dan rekonstruksi. Pencegahan kerusakan akibat gerakan tanah dapat dilakukan melalui proses perencanaan dan konstruksi yang baik dan dengan memperhitungkan suatu tingkat beban gempa rencana. Sehingga dalam perencanaan infrastruktur tahan gempa perlu diketahui beban gempa rencana yang dapat diperoleh berdasarkan peta hazard gempa Indonesia.
Indonesia pertama kali mempunyai peta hazard gempa pada tahun 1983, yaitu dalam Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Indonesia untuk Gedung (PPTI-UG 1983). Peta gempa ini membagi Indonesia menjadi enam zona gempa. PPTI-UG 1983 diperbaharui pada tahun 2002 dengan keluarnya Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Bangunan Gedung SNI 03-1726-2002. Peraturan pengganti ini disusun dengan mengacu pada UBC 1997. Peta gempa yang ada dalam SNI 2002 tersebut berupa peta percepatan puncak atau Peak Ground Acceleration (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam masa layan bangunan 50 tahun atau bersesuaian dengan perioda ulang gempa 500 tahun.
               Standar perencanaan umumnya selalu diperbarui guna mengakomodir perkembangan iptek dan data-data kejadian gempa terbaru. Dengan adanya kejadian gempa-gempa besar seperti gempa Aceh tahun 2004 maka sudah selayaknya peta gempa yang ada perlu direvisi. Dalam upaya merevisi peta gempa Indonesia ini dan untuk mengintegrasikan berbagai keilmuan terkait bidang kegempaan, maka pada tahun 2009 di bawah koordinasi Kementerian Pekerjaan Umum telah dibentuk Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010 dengan susunan anggota sebagai berikut; Ketua Prof. Dr. Masyhur Irsyam (Geoteknik Kegempaan-ITB), Wakil Ketua Dr. Wayan Sengara (Geoteknik Kegempaan-ITB), Sekretaris Fahmi Aldiamar, MT. (Geoteknik Kegempaan-PU), dan anggota Prof. Dr. Sri Widiyantoro (Seismologi-ITB), Dr. Wahyu Triyoso (Seismologi-ITB), Dr. Danny Hilman Natawidjaja (Geologi Kegempaan-LIPI), Ir. Engkon Kertapati (Geologi-Badan Geologi), Dr. Irwan Meilano (Geodesi Kegempaan-ITB), drs. Suhardjono Dipl.Seis (Seismologi-BMKG), M. Asrurifak, MT. (Geoteknik Kegempaan-ITB), dan Ir. M. Ridwan, Dipl.E.Eng. (Geologi-PU).
              Dengan menggunakan pendekatan probabilitas, Tim telah menghasilkan peta PGA dan spektra percepatan untuk perioda pendek (0.2 detik) dan perioda 1.0 detik dengan kemungkinan terlampaui 10% dalam 50 tahun, 10% dalam 100 tahun, dan 2% dalam 50 tahun atau yang mewakili tiga level hazard (potensi bahaya) gempa yaitu 500, 1000 dan 2500 tahun. Hasil analisis dari masing-masing level hazard gempa ini ditampilkan dalam bentuk kontur. Peta Gempa Indonesia 2010 ini digunakan sebagai acuan dasar perencanaan dan perancangan infrastruktur tahan gempa termasuk pengganti peta gempa yang ada di Standard Peraturan Perencanaan Ketahanan Gempa Indonesia (SNI-03-1726-2002). Peta-peta Gempa Indonesia 2010 dapat dilihat dalam Gambar 2-6 – Gambar 2-14 berikut.



Gambar 2-6. Peta percepatan puncak (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun



Gambar 2-7. Peta respon spectra percepatan 0,2 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun



Gambar 2-8. Peta respon spectra percepatan 1,0 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 50 tahun



Gambar 2-9. Peta percepatan puncak (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 100 tahun



Gambar 2-10. Peta respon spectra percepatan 0,2 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 100 tahun



Gambar 2-11. Peta respon spectra percepatan 1,0 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 10% dalam 100 tahun




Gambar 2-12. Peta percepatan puncak (PGA) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun



Gambar 2-13. Peta respon spectra percepatan 0,2 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun




Gambar 2-14. Peta respon spectra percepatan 1,0 detik (SS) di batuan dasar (SB) untuk probabilitas terlampaui 2% dalam 50 tahun


               Demikianlah beberapa pejelasan saya mengenai Tinjauan Umum suatu proyek dalam hal ini suatu kondisi yang kita lihat dari segi Geografi, Topografi dan iklim serta kondisi Geologi Regional dan Kegempaan suatu daerah yaitu target proyek yang berkaitan dalam suatu laporan Antara. Semoga ini bermanfaat, terimakasih.