PENGUJIAN TANAH DI LABORATORIUM


   Pengujian tanah di laboratorium dilakukan terhadap semua contoh tanah yang diperoleh dari lapangan berupa contoh tanah terganggu dan contoh tanah tidak terganggu. Pengujian-pengujian yang dilakukan bertujuan untuk memperoleh data dan informasi parameter sifat fisik maupun sifat mekanika tanah, selanjutnya parameter-parameter tersebut akan digunakan sebagai bahan analisis dan pertimbangan dalam perencanaan dan desain tipe penanganan longsoran.
Pengujian-pengujian laboratorium dilakukan menggunakan fasilitas Laboratorium Geologi Teknik Jurusan Geologi Pertambangan SMK Negeri 3 Jayapura. Adapun jenis-jenis pengujian yang telah dilakukan meliputi:
  • Pemeriksaan kadar air tanah asli (SNI 1965-1990-F);
  •  Pemeriksaan berat jenis (SNI 1964-1990);
  •  Pemeriksaan densitas tanah;
  • Penentuan klasifikasi tanah (SNI 1965-1990-F, SNI 1967-1990-F, SNI 1966-1990-F, AASHTO T88-81); dan
  • Pemeriksaan kuat geser langsung (SNI 03-2813-1992, ASTM D 3080-90).
Uraian tujuan, metode, peralatan dan cara perhitungan dari masing-masing jenis pengujian sebagai berikut:

1.        Pengujian Kadar Air Tanah Asli

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan air yang terdapat di dalam pori-pori suatu contoh. Prinsipnya adalah kadar air tanah dapat ditentukan dari perbandingan antara berat air yang terkandung dalam pori-pori butir tanah dengan berat butir tanah itu sendiri setelah dikeringkan pada kondisi standar.
Benda uji yang dibutuhkan untuk pemeriksaan kadar air tanah tergantung pada ukuran butir maximum dari contoh yang diperiksa sebagaimana tersaji pada tabel 6.

Tabel 6. Jumlah benda uji kadar air tanah
Ukuran Butiran Maximum
Jumlah Benda uji maximum
3/4"
Lewat saringan nomor 10
Lewat saringan nomor 40
1000 gr
100 gr
10 gr

Peralatan yang digunakan untuk pengujian terdiri dari oven yang dilengkapi thermostat, krus atau cawan alumunium, dan timbangan dengan ketelitian  0,001 gram. Adapun prosedur kerja pengujian kadar air tanah asli sebagai berikut:
a.     Benda uji dipersiapkan sesuai dengan tabel 6;
b.     Timbang krus aluminium kosong 2 buah lalu dicatat masing-masing beratnya (W1);
c.      Keluarkan tanah dari tabung menggunakan extruder, sehingga tanah tersebut keluar sepanjang 1 cm dipotong dan dibagi 4 bagian;
d.     Pada 4 bagian diambil 2 bagian yang bertolak belakang dan masing-masing masukan ke dalam krus;
e.     Timbang krus berisi benda uji lalu dicatat beratnya (W2);
f.      Krus aluminium berisi benda uji dikeringkan dalam oven pada suhu 110oC ± 5° selama 24 jam;
g.     Setelah 24 jam pengeringan, krus berisi benda uji dikeluarkan dari oven lalu didinginkan dalam desikator;
h.     Setelah dingin krus aluminium berisi benda uji  timbang lalu dicatat beratnya (W3);
i.       Perhitungan kadar air menggunakan persamaan :

                     berat air
Kadar air      m       = ------------------- x 100                  %
                                  berat butir tanah


        W2   -    W3
= ------------------- x 100                  %  
                                     W3   -    W1
j.          Setiap contoh tanah dilakukan 2 kali pengujian, sehingga diperoleh nilai kadar air rata-rata dengan persamaan:

                                                 m1 + m2
Kadar air rata-rata     = ---------------          %
                                                                 2


Hasil pengujian kadar air dari 4 (empat) contoh tanah yaitu TB#1.01, TB#1.02, TB#2.01 dan TB#2.02 selengkapnya terlampir dalam buku laporan ini.


2.        Pengujian Berat Jenis Tanah

Pengujian berat jenis tanah (specific gravity) bertujuan untuk menentukan berat jenis tanah yang mempunyai butiran lewat saringan No.10 dengan menggunakan alat picnometer. Prinsipnya bahwa berat jenis tanah (specific gravity) ditentukan dengan cara memperbandingkan antara berat butir tanah tersebut dengan berat air suling (aquades) yang mempunyai isi yang sama pada suhu standar.
Bahan uji yang dibutuhkan untuk pemeriksaan berat jenis tanah terdiri  dari :
-                 Benda uji lolos saringan no.10 yang didapati dengan cara perempat (cone quartering)
-                 Air suling (aquades)

Sedangkan peralatan yang digunakan berupa:
·                Picnometer dengan kapasitas minimum 100 ml;
·                Desikator;
·                Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu tetap;
·                Neraca dengan ketelitian 0,001 gram;
·                Thermometer ukuran 0 – 50oC dengan ketelitian pembacaan 1oC;
·                Saringan No.4 dan No. 10 dan penadahnya;
·                Botol semprot berisi air suling;
·                Bak peredam;
·                Alat pemanas (hot plate);
·                Mortar dan penumbuknya.

Pengujian berat jenis tanah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
 Preparasi benda uji dengan cara cone quartering;
  • Timbang berat picnometer dan tutupnya (kosong) dengan ketelitian 0,01 gram.
  • Masukan benda uji ke dalam picnometer dan timbang bersama tutupnya dengan ketelitian 0,01 gram.
  • Tambahkan air suling sehingga picnometer terisi dua pertiga
  •  Untuk bahan yang mengandung lempung, diamkan benda uji paling sedikit 24 jam.
  • Didihkan isi picnometer dengan hati-hati (tutup dilepas) selama minimal 10 menit dan miringkan botol sekali-kali untuk membantu mengluarkan udara yang tersikap.
  • Kemudian diinginkan sampai suhu kamar dengan istilah picnometer dengan air suling sampai penuh atau biarkan picnometer beserta isinya direndam dalam bejana air sampai mencapai suhu konstan. Ukur dan catat suhu air dalam picnometer kemudian picnometernya dipasang dan timbang dengan ketelitian 0,01 gram.
  • Keringkan bagian luarnya dan timbang ketelitian dengan 0,01 gram;
  • Pemeriksaan dilakukan 2 kali. Apabila hasil kedua pemeriksaan memiliki selisih > 1,02 maka pemeriksaan harus diulang

Perhitungan :
Berat jenis dihitung dengan persamaan:
              
              ws x a
GS = -----------------------
          wbw + ws - wbws

dimana :
ws          = Berat contoh kering (gram)
wbw        =  Berat picnometer dan air (gram)
wbws      =  Berat picnometer, contoh dengan air (gram)
a             =  Koreksi temperatur (tc) pada suhu kamar.
                        t
               = --------
                   20˚C
             
              dimana :
              t         =  berat isi air pada temperatur toC
              20oC   =  berat isi pada temperatur 20oC




3.        Pengujian Densitas Tanah

Pengujian ini bertujuan untuk menentukan berat isi, angka pori dan derajat jenuh dari contoh tanah. Prinsinya bahwa berat berat isi ditentukan dengan cara memperbandingkan antara berat contoh tanah dengan volume tanah.
Bahan atau benda uji yang dipergunakan berbentuk silinder yang telah dipreparasi dan siap untuk dikerjakan. Sedangkan peralatan yang digunakan meliputi:
-                 Neraca dengan ketelitian 0,01 gram
-                 Oven listrik dengan pengatur suhu maksimal 110oC
-                 Ring/cincin dengan ukuran cukup dan tidak berkarat
-                 Pisau perata
-                 Jangka sorong (schlipper)
-                 Desikator

  Pengujian densitas tanah dilakukan dengan langkah – langkah sebagai berikut:
1.        Timbang ring atau cincin lalu catat beratnya (W1);
2.        Ring atau cincin diletakkan di ujung tabung contoh, kemudian ditekan setinggi cincin;
3.        Tanah ditekan keluar dengan extruder secukupnya hingga cincin berada di luar dan dapat dipotong dengan pisau perata;
4.        Setelah dibersihkan timbang tanah dan ring dan catat beratnya (W2);
5.        Ukur diameter ring, tinggi ring dan hitung volume tanahnya (V);
6.        Hitung berat isi tanah asli (γ), berat isi tanah kering (γd), angka pori (e), porositas (n), dan derajat kejenuhan (Sr) dengan persamaan-persamaan berikut:

Berat isi tanah (unit weight or dencity = g)

       W
g                     = ----------
       V


4.        Pengujian Batas Cair dan Batas Plastis Tanah


A.       Pengujian Batas Cair

Pengujian batas cair tanah bertujuan untuk menentukan kadar air tanah dalam keadaan batas air. Prinsipnya adalah contoh tanah dicampur air sehingga menjadi suatu pasta “diuji dalam casagrande apparatus” kemudian dipotong “standard groove” dan dijatuhkan dengan tinggi 1 cm, maka tanah dikatakan dalam keadaan batas cair apabila 25 kali jatuh telah berimpit sepanjang 12,70 mm.
Bahan yang dipergunakan untuk uji batas cair terdiri dari benda uji uji lolos saringan 40 sebanyak 200 gr dan air suling sebanyak 200 ml. Sedangkan perlatan yang digunakan untuk pengujian terdiri dari :
1.     Alat batas cair standar (casagrande apparatus)
2.     Alat pembuat alur (standard grove)
3.     Sendok dempul
4.     Pelat kaca 45 x 45 x 0,6 cm
5.     Timbangan dengan ketelitian 0,001 gr
6.     Cawan mineral 4 buah
7.     Spatula dengan panjang 12,5 cm
8.     Botol tempat air suling
9.     Oven yang dilengkapi dengan thermostat

Pengujian batas cair tanah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
2.     Siapkan benda uji dengan fraksi lolos saringan no.40 peralatan dan bahan lainnya.
3.     Letakkan 150 gram fraksi lolos saringan no.40, peralatan dan bahan lainnya.
4.     Dengan menggunakan spatula, aduklah benda uji tersebut dengan menambah air suling sedikit demi sedikit sampai homogen.
5.     Setelah contoh menjadi campuran yang merata, ambil sebagian benda uji ini dan letakan di atas mangkok alat batas cair, ratakan permukaannya ini dan letakkan di atas mangkok batas cair, ratakan permukaannya sedemikian rupa sehingga sejajar dengan dasar alat, bagian yang paling tebal harus 1 cm.
6.     Buat alur dengan jalan membagi benda uji menjadi dua bagian dengan menggunakan alat “grooving tool”
7.     Putarlah alat dengan kecepatan 120 rpm. Pemutaran ini dilakukan terus sampai dasar alur bersinggungan sepanjang 12,70 mm, catat jumlah jatuhan dan periksa kadar airnya.
8.     Ulangi langkah b sampai c dengan variasi kadar air yang berbeda sampai minimal 3 kali. Usahakan diperoleh jumlah pukulan antara 40 – 47 , 30 – 40, 20 – 30, 10 – 20.

Cara perhitungan :
Hasil-hasil yang diperoleh berupa jumlah pukulan dan kadar air yang bersangkutan kemudian digambarkan dalam bentuk grafik. Jumlah pukulan sebagai sumbu mendatar dengan skala logaritma, sedang besarnya kadar air sebagai sumbu tegak dengan skala biasa.
Buatlah garis lurus melalui titik-titik itu. Jika ternyata tidak terletak pada garis  lurus, maka buatlah garis lurus melalui titik berat dari titik-titik tersebut. Tentukan besarnya kadar air pada jumlah pukulan 25 dan kadar air inilah yang merupakan batas cair (liquid limit)  dari benda uji tersebut.


B.        Pengujian Batas Plastis

Pengujian batas plastis tanah bertujuan untuk menentukan kadar air suatu tanah pada keadaan batas plastis. Batas plastis ialah kadar air minuman dimana suatu tanah masih dalam keadaan plastis.
Bahan yang digunakan berupa benda uji lolos saringan no. 40 dan air suling. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk pengujian terdiri dari:
a.        Plat kaca 45 x 45 x 0,9 cm
b.        Batang pembanding dengan diameter 3 mm, panjang 15 cm.
c.         Neraca dengan ketelitian 0,01 gram
d.        Cawan untuk menentukan kadar air 2 buah
e.        Botol semprot tempat air suling
f.         Oven yang dilengkapi dengan thermostat

Pengujian batas plastis tanah dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a.        Siapkan contoh lolos saringan no.40 sebanyak 30 gram;
b.        Letakkan benda uji di atas plat kaca, kemudian diaduk sampai kadar airnya merata;
c.         Setelah kadar airnya merata, geleng-gelenglah di atas plat kaca sampai mencapai diameter 3 mm;
d.        Apabila sebelum diameter 3 mm sudah retak, maka benda uji disatukan dan air suling diaduk sampai rata. Apabila sudah mencapai dimeter 3 mm belum menunjukkan keretakan, maka benda uji dibiarkan beberapa saat di udara agar kadar airnya berkurang sedikit;
e.        Pengadukan dan penggelengan diulangi terus sampai retakan-retakan itu terjadi tepat pada saat gelengan berdiameter 3 mm
f.         Periksa kadar air batang pada kondisi (d=3 mm), dilakukan dua kali pemeriksaan.


5.        Analisa Ukuran Butir Tanah Metode Ayakan

Pengujian ini bertujuan untuk menentukan pembagian ukuran butir (gradasi) dari tanah yang lewat saringan no. 4.
Benda uji yang digunakan berupa contoh tanah terganggu maupun contoh tanah tak terganggu. Sedangkan peralatan yang digunakan terdiri dari:
a.        Mesin ayakan (sieve sheker)
b.        Saringan No.4,9,10,20,40,60,80,100,200
c.         Neraca analitik dengan tingkat ketelitian 0,01 gram
d.        Pan untuk penambangan
e.        Alat pembagi seperti cone quartering dan splinter
f.         Oven dilengkapi dengan thermostat pengatur suhu untuk mengatur pemanas 110oC

Prosedur kerja analisa ukuran butir tanah metode ayakan sebagai berikut:
a.     Benda uji dijemur atau dioven sampai kering.
b.     Bila banyak dilakukan cone quatering atau spliter untuk mendapatkan yang representatif.
c.      Timbang 50 gram dan disaring
d.     Dan tiap saringan ditimbang berat tertahan tiap mesh (saringan)
e.     Hitung persen berat tertahan dan persen berat lolos tiap mesh.

6.        Analisa Ukuran Butir Tanah Metode Hidrometer


Pemeriksaan ini dimaksudkan untuk menentukan pembagian ukuran butir (gradasi) dari tanah yang lewat saringan No. 10.
Peralatan yang digunakan dalam analisa ukuran butir metode hidrometer terdiri dari:
a.     Hydrometer dengan skala konsentrasi (5 – 60 gram/lt) atau untuk pembacaan berat jenis campuran (0,995 – 1,038)
b.     Tabung jelas ukur dengan kapasitas 1000 ml
c.     Termometer 0 – 50 oC dengan ketelitian 0,01 oC
d.     Pengaduk mekanis dan mangkok dispresi (mechanical stirrer)
e.     Saringan-saringan no. 10, 20, 40, 60, 80, 100 dan 200.
f.      Neraca dengan ketelitian 0,01 gram
g.     Oven yang dilengkapi dengan pengatur suhu untuk melunasi sampai 110ot
h.     Tabung-tabung gelas ukuran 50 ml dan 100 ml
i.       Batang pengaduk dari gelas dan stop watch.

Benda uji yang akan digunakan dipreparasi dengan beberapa kategori berikut:
a.     Jenis-jenis tanah yang tidak mengandung batu dan hampir semua butirannaya lebih halus dari saringan no.10. Dalam hal ini benda uji tidak perlu dikeringkan dahulu dan tidak perlu disaring dengan saringan no.10 (2,00 mm)
b.     Jenis-jenis tanah yang mengandung batu atau banyak mengandung butiran yang lebih kasar dari saringan no.10 (2,00 mm)
c.     Tentukan kadar airnya untuk menentukan berat benda uji.

Langkah kerja pemeriksaan ukuran butir tanah metode ayakan sebagai berikut:
a.        Rendamlah benda uji tersebut dengan larutan sodium hexamethophospat sebanyak 125 ml, aduklah sampai merata dengan pengaduk gelas dan biarkan terendam selama 24 jam.
b.        Sesudah perendaman pindahkan campuran semuanya ke dalam mangkok pengaduk dan tambahkan air suling/air bebas mineral sampai kira-kira setengah penuh. Aduklah campuran kira-kira 15 menit.
c.         Pindahkan campuran semuanya ke dalam tabung gelas ukur dan tambahkan air suling sampai campuran 1000 ml. Tutuplah rapat-rapat mulut tabung tersebut dengan telapak tangan dan kocoklah dalam arah mendatar selama 1 menit.
d.        Segera setelah dikocok letakan tabung dengan hati-hati masukan hydrometer bulb. Biarkan hydrometer bulb terapung bebas dan tekanlah stop watch. Bacalah angka skalanya 1,2,4 menit dan seterusnya. Bacalah pada puncak meniscusnya dan catatlah pembacaan itu sampai 0,5 gram/lt yang terdekat atau 0,001 berat jenis. Sesudah pembacaan kedua angkatlah hydrometer dengan hati-hati. Cuci dengan air suling dan masukan ke dalam tabung yang berisi air suling yang bersuhu sama seperti suhu tabung percobaan.
e.        Masukan kembali hydrometer dengan hati-hati ke dalam tabung dan lakukan pembacaan hydrometer pada saat-saat 4,8, 15, 30,60, 120, 240 dan 1440 menit. Sesudah setiap pembacaan cuci dan kembalikan hydrometer bulb ke dalam tabung air suling, lakukan proses mengangkat dan masukan hydrometer bulb selama 10 detik.
f.         Ukur suhu campuran sekali dalam 15 menit yang pertama dan kemudian pada pembacaan berikutnya.
g.        Sesudah pembacaan yang terakhir, pindahkan campuran ke dalam saringan no. 200 dan cucilah sampai air pencucinya jernih dan biarkan air ini mengalir terbuang. Fraksi yang tertinggal di atas saringan no. 200 harus dikeringkan dan lakukan pemeriksaan saringan dengan cara analisa pemeriksaan saringan agregat halus dan kasar.
h.        Perhitungan dapat diselesaikan dengan menggunakan persamaan – persamaan berikut :
       
a.    Pembacaan koreksi hydrometer
(Rc) = Pembacaan hydrometer asli – zero correction + koreksi temperatur.
b.    % Finner (prosentase masing-masing butiran) :
                 Rc x  a
% Finner =  ----------- x 100       %
                    Wdry

Dimana :
    Rc      =  Pembacaan koreksi hydrometer
    a        =  Faktor berat jenis
    Wdry   =  Berat contoh kering
c.    Pembacaan hydrometer + menisicus = Rat koreksi meniscus
d.   Jarak pengendapan L dicari dalam tabel 6.5
e.    Koefisien (K) dicari dalam tabel (604) koefisien hubungan antara Bj dan temperatur
f.     Diameter butiran (D) = K x  L/t
Dimana :
K  =  Koefisien
L  =  Jarak pengendapan
t  =  Waktu pengendapan

7.        Pengujian Kuat Geser Langsung (Direct Shear Test)

Pengujian kekuatan geser langsung (direct shear) bertujuan untuk mengukur kohesi dan sudut geser dalam dari suatu contoh. Prinsipnya bahwa kohesi dan sudut geser dalam ditentukan minimum 3 kali pengujian dengan tegangan normal yang berbeda-beda. Hubungan antara tegangan normal dan tegangan geser menghasilkan grafik linier, dimana perpotongan grafik tersebut dengan sumbu tegak adalah nilai kohesi. Sedang sudut yang dibentuk oleh grafik dengan garis horisontal adalah sudut geser dalam. Peralatan yang digunakan berupa:
a.     Alat geser langsung terdiri dari :
                  ii.          Setang penekan dan pemberi beban
                 iii.          Alat penggeser lengkap dengan proving ring dan 2 buah arloji geser (extension meter)
                iv.          Cincin pemeriksa yang terbagi dua.
                  v.          Beban-beban
                vi.          Dua buah batu pori.
b.     Alat pengeluar contoh (ekstruder) dan pisau potong
c.     Cincin cetak benda uji
d.     Neraca dengan ketelitian 0,001 gram
e.     Stop watch
f.      Oven yang diperlengkapi pengatur suhu.

Prosedur kerja uji kekuatan geser langsung (direct shear test) sebagai berikut:
  •  Siapkan 3 (tiga) buah benda uji yang telah dipreparasi dan peralatan;
1.     Timbang benda uji
2.     Masukan benda uji ke dalam cincin pemeriksa yang telah terkunci menjadi satu dan pasanglah batu pori pada bagian atas dan bawah benda uji.
3.     Setang penekan dipasang vertikal untuk memberi beban normal pada benda uji dan diatur sehingga beban yang diterima oleh benda uji sama dengan beban yang diberi pada setang tersebut.
4.     Penggeser benda uji dipasang pada arah mendatar untuk memberi beban mendatar pada bagian atas cincin pemeriksa. Atur pembacaan arloji geser. Sehingga menunjukkan angka nol kemudian buka kunci cincin pemeriksa.
5.     Diamkan benda uji sehingga konsolidasi selesai. Catat proses konsolidasi tersebut pada waktu-waktu tertentu sesuai cara pemeriksaan konsolidasi.
6.     Sesudah konsolidasi selesai hitung t50 untuk menentukan kecepatan penggeseran. Konsolidasi dibuat dalam tiga beban yang diperlukan. Kecepatan pergeseran dapat ditentukan dengan membagi deformasi geser maximum kira-kira 10% diameter asli benda uji.
7.     Lakukan pemeriksaan sehingga tekanan geser konstan dan bacalah arloji geser setiap 15 detik
8.     Berikan beban normal pada benda uji kedua sebesar dua kali beban normal yang pertama langkah-langkah (f), (g), (h).
9.     Berikan beban normal pada benda uji ketiga sebesar dua kali beban normal benda uji yang kedua dan lakukan langkah-langkah (f), (g), (h).
Cara perhitungan :
Hitung gaya geser (P) dengan jalan mengalikan pembacaan arloji geser dan angka kalibrasi cincin uji dan hitung tegangan geser maximum yaitu gaya geser maximum dibagi luas bidang geser.

    dimana :
             t        =  tegangan geser maximum (kg/cm2
             Pmax   = gaya geser maximum (kg)
             A        =  Luas bidang geser benda uji (cm2)
Buatlah grafik hubungan antara tegangan normal dengan tegangan geser maximum. Hubungan ketiga titik yang diperoleh sehingga membentuk garis lurus yang memotong sumbu vertikal pada harga kohesi dan memotong sumbu horizontal membentuk sudut geser dalam.


Iktisar atau ringkasan hasil pengujian contoh tanah dari masing-masing titik pengambilan contoh terlampir.
Tabel 5-2. Hasil Uji Lab Sample Bor Inti CD.2-01 KM.217+700
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 217+700
Kode/No.Sampel
CD.2-01.1
CD.2-01.2
CD.2-01.3
Kedalaman Sampel
meter
-3.00
-5.50
-13.00
Jenis & Klasifikasi Tanah
HWP
MWP
LWP
GRAVIMETER & VOLUMETER



Kadar Air Asli
w
%
25.85
28.15
30.66
Berat Jenis
Gs

2.19
2.24
2.25
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.49
1.51
1.55
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.19
1.18
1.18
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3



Porositas
n
%
45.90
47.24
47.33
Angka Pori
e

0.85
0.90
0.90
Derajad Kejenuhan
Sr
%
66.80
70.28
76.67
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)



Lempung
< 0,005
mm
%
0.99
0.89
0.60
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
5.61
5.02
3.42
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
76.33
70.38
78.45
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
17.08
23.73
12.53
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
4.50
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
0.00

Tabel . Hasil Uji Lab Sample Bor Tangan HD.2-01 KM.217+700
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 217+700
Kode/No.Sampel
TB.2-01.1
TB.2-01.2
Kedalaman Sampel
meter
-1.50
-3.50
Jenis & Klasifikasi Tanah
MH
HWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
49.21
31.02
Berat Jenis
Gs

2.26
2.18
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.71
1.53
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.15
1.17
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
49.18
46.30
Angka Pori
e

0.97
0.86
Derajad Kejenuhan
Sr
%
114.99
78.27
KONSISTENSI (BATAS ATTERBERG)
Batas Cair
WL
%
59.36
Batas Plastis
PL
%
47.13
Indeks Plastis
Ip
%
12.24
Shringkage Limit
SL
%
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
26.72
1.18
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
51.87
4.72
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
21.41
68.88
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
0.00
25.23
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN
Triaxial/Direct Shear
Kohesi
cp
kg/cm2
0.08
0.04
Sudut geser dalam
jp
(…°)
14.43
21.11


Tabel 5-4. Hasil Uji Lab Sample Bor Tangan HD.2-02 KM.217+700
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 217+700
Kode/No.Sampel
TB.2-02.1
TB.2-02.2
TB.2-02.3
Kedalaman Sampel
meter
-1.50
-3.00
-5.00
Jenis & Klasifikasi Tanah
MH
HWP
MWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
52.44
31.65
29.32
Berat Jenis
Gs

2.18
2.19
2.21
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.68
1.54
1.56
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.10
1.17
1.21
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
49.36
46.52
45.45
Angka Pori
e

0.97
0.87
0.83
Derajad Kejenuhan
Sr
%
117.13
79.75
77.75
KONSISTENSI (BATAS ATTERBERG)
Batas Cair
WL
%
59.24
Batas Plastis
PL
%
49.33
Indeks Plastis
Ip
%
9.91
Shringkage Limit
SL
%
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
24.99
0.88
0.94
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
48.51
3.52
3.76
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
26.51
71.38
81.55
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
0.00
24.23
13.75
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN
Triaxial/Direct Shear
Kohesi
cp
kg/cm2
0.07
0.05
0.05
Sudut geser dalam
jp
(…°)
17.35
23.45
23.80




Tabel 5-5. Hasil Uji Lab Sample Bor Tangan HD.2-03 KM.217+700
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 217+700
Kode/No.Sampel
TB.2-03.1
TB.2-03.2
Kedalaman Sampel
meter
-2.00
-5.00
Jenis & Klasifikasi Tanah
HWP
MWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
24.69
27.37
Berat Jenis
Gs

2.20
2.23
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.48
1.51
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.18
1.18
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
46.27
46.99
Angka Pori
e

0.86
0.89
Derajad Kejenuhan
Sr
%
63.18
68.96
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
1.14
0.98
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
6.46
5.57
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
77.33
72.20
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
15.08
21.25
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN
Triaxial/Direct Shear
Kohesi
cp
kg/cm2
0.06
0.05
Sudut geser dalam
jp
(…°)
24.68
24.68


Tabel 5-6. Hasil Uji Lab Sample Bor Inti CD.3-01 KM.217+870
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 217+870
Kode/No.Sampel
CD.3-01.1
CD.3-01.2
Kedalaman Sampel
meter
-4.00
-8.00
Jenis & Klasifikasi Tanah
MWP
LWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
20.59
28.64
Berat Jenis
Gs

2.25
2.26
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.51
1.54
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.25
1.20
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
44.37
46.94
Angka Pori
e

0.80
0.88
Derajad Kejenuhan
Sr
%
57.96
73.00
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
0.99
0.59
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
5.61
3.32
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
78.33
71.38
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
15.08
24.73
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
Tabel 5-7. Hasil Uji Lab Sample Bor Tangan HD.3-01 KM.217+870
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 217+870
Kode/No.Sampel
TB.3-01.1
TB.3-01.2
Kedalaman Sampel
meter
-1.00
-3.50
Jenis & Klasifikasi Tanah
MH
MWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
41.17
25.88
Berat Jenis
Gs

2.18
2.22
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.67
1.53
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.18
1.21
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
45.96
45.41
Angka Pori
e

0.85
0.83
Derajad Kejenuhan
Sr
%
105.75
69.15
KONSISTENSI (BATAS ATTERBERG)
Batas Cair
WL
%
51.47
Batas Plastis
PL
%
39.40
Indeks Plastis
Ip
%
12.07
Shringkage Limit
SL
%
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
28.03
0.98
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
59.56
3.92
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
12.41
68.88
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
0.00
26.23
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN
Triaxial/Direct Shear
Kohesi
cp
kg/cm2
0.10
0.04
Sudut geser dalam
jp
(…°)
18.31
24.68

Tabel 5-8. Hasil Uji Lab Sample Bor Inti HD.3-02 KM.217+870
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 217+870
Kode/No.Sampel
TB.3-02.1
TB.3-02.2
Kedalaman Sampel
meter
-0.25
-2.50
Jenis & Klasifikasi Tanah
MH
MWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
33.33
26.44
Berat Jenis
Gs

2.19
2.24
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.67
1.53
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.25
1.21
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
42.98
46.10
Angka Pori
e

0.75
0.86
Derajad Kejenuhan
Sr
%
96.95
69.28
KONSISTENSI (BATAS ATTERBERG)
Batas Cair
WL
%
51.69
Batas Plastis
PL
%
33.13
Indeks Plastis
Ip
%
18.56
Shringkage Limit
SL
%
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
23.43
0.98
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
54.67
3.92
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
20.41
69.38
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
1.50
25.73
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN
Triaxial/Direct Shear
Kohesi
cp
kg/cm2
0.11
0.04
Sudut geser dalam
jp
(…°)
18.31
25.54


Tabel 5-9. Hasil Uji Lab Sample Bor Inti CD.4-01 KM.218+000
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 218+000
Kode/No.Sampel
CD.4-01.1
CD.4-01.2
CD.4-01.3
Kedalaman Sampel
meter
-2.00
-5.00
-7.00
Jenis & Klasifikasi Tanah
FM
MWP
LWP
GRAVIMETER & VOLUMETER



Kadar Air Asli
w
%
19.61
23.74
29.43
Berat Jenis
Gs

2.16
2.25
2.28
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.25
1.51
1.53
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.05
1.22
1.18
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3



Porositas
n
%
51.60
45.80
48.08
Angka Pori
e

1.07
0.85
0.93
Derajad Kejenuhan
Sr
%
39.75
63.30
72.36
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)



Lempung
< 0,005
mm
%
0.99
0.89
1.14
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
5.61
5.02
6.48
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
76.33
70.38
70.65
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
17.08
23.73
21.73
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
0.00



Tabel 5-10. Hasil Uji Lab Sample Bor Tangan HD.4-01 KM.218+000
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 218+000
Kode/No.Sampel
TB.4-01.1
TB.4-01.2
Kedalaman Sampel
meter
-1.00
-2.50
Jenis & Klasifikasi Tanah
MH
MWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
32.42
31.28
Berat Jenis
Gs

2.18
2.24
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.65
1.62
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.25
1.24
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
42.76
44.81
Angka Pori
e

0.75
0.81
Derajad Kejenuhan
Sr
%
94.57
86.31
KONSISTENSI (BATAS ATTERBERG)
Batas Cair
WL
%
58.23
Batas Plastis
PL
%
31.06
Indeks Plastis
Ip
%
27.17
Shringkage Limit
SL
%
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
21.17
1.18
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
54.43
4.72
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
22.43
68.88
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
1.98
25.23
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN
Triaxial/Direct Shear
Kohesi
cp
kg/cm2
0.12
0.04
Sudut geser dalam
jp
(…°)
16.39
22.92

Tabel 5-11. Hasil Uji Lab Sample Bor Tangan HD.4-02 KM.218+000
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 218+000
Kode/No.Sampel
TB.4-02.1
TB.4-02.2
Kedalaman Sampel
meter
-1.00
-3.00
Jenis & Klasifikasi Tanah
MH
MWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
37.30
30.27
Berat Jenis
Gs

2.20
2.23
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.63
1.67
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.19
1.28
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
46.01
42.53
Angka Pori
e

0.85
0.74
Derajad Kejenuhan
Sr
%
96.23
91.18
KONSISTENSI (BATAS ATTERBERG)
Batas Cair
WL
%
58.23
Batas Plastis
PL
%
34.64
Indeks Plastis
Ip
%
23.60
Shringkage Limit
SL
%
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
21.73
1.18
Lanau
0,005 - 0,075
mm
48.37
4.72
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
19.38
68.88
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
10.53
25.23
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN


Triaxial/Direct Shear


Kohesi
cp
kg/cm2
0.10
0.05
Sudut geser dalam
jp
(…°)
20.18
25.54

Tabel 5-12. Hasil Uji Lab Sample Bor Tangan HD.4-03 KM.218+000
Klien
: PT. Hegar Daya
Proyek
: Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat
Lokasi
: Ruas Kambuaya - Ayawasi/KM. 218+000
Kode/No.Sampel
TB.4-03.1
TB.4-03.2
Kedalaman Sampel
meter
-3.00
-5.00
Jenis & Klasifikasi Tanah
MH
MWP
GRAVIMETER & VOLUMETER
Kadar Air Asli
w
%
38.81
31.13
Berat Jenis
Gs

2.18
2.26
Berat Isi Tanah Asli
g
gr/cm3
1.60
1.66
Berat Isi Tanah Kering
gd
gr/cm3
1.15
1.26
Berat Isi Tanah Jenuh
gsat
gr/cm3
Porositas
n
%
47.07
44.12
Angka Pori
e

0.89
0.79
Derajad Kejenuhan
Sr
%
95.21
89.05
KONSISTENSI (BATAS ATTERBERG)
Batas Cair
WL
%
58.23
Batas Plastis
PL
%
37.73
Indeks Plastis
Ip
%
20.50
Shringkage Limit
SL
%
DISTRIBUSI UKURAN BUTIR (ASTM)
Lempung
< 0,005
mm
%
23.39
1.18
Lanau
0,005 - 0,075
mm
%
49.70
4.72
Pasir halus
0,075 - 0,420
mm
%
21.27
62.88
Pasir sedang
0,042 - 2,000
mm
%
5.64
31.23
Pasir kasar
2,000 - 4,750
mm
%
0.00
0.00
Kerikil
> 4,750
mm
%
0.00
0.00
PARAMETER KEKUATAN
Triaxial/Direct Shear
Kohesi
cp
kg/cm2
0.13
0.06
Sudut geser dalam
jp
(…°)
18.31
22.02


    1. KLASIFIKASI TANAH

Untuk mengklasifikasi jenis tanah digunakan klasifikasi tanah sistem USCS (Unified Soil Classification System) berikut ini:

Pengujian tanah di Laboratorium adalah sebuah contoh pengujiman tanah untuk keperluan suatu proyek pembangunan dalam teknik sipil. Hanya saja pengujiannya di lakukan di Laboratorium pertambangan karena belum adanya kelengkapan pada Laboratorium teknik sipil yang ada.
Demikian sedikitnya informasi mengenai Pengujian Tanah Di Laboratorium. Semoga Informasi ini bisa memberi manfaat bagi Anda yang membacanya. Terimakasih.

CARA PENCETAKAN LEMBAR KERJA EXCEL (FOR WINDOWS)

Kali ini saya akan membagikan sedidikit pengetahuan saya mengenai cara melakukan pencetakan lembar kerja Excel.
Ada empat langkah utama dalam pencetakan lembar kerja Microsoft Excel sebagai berikut:

Pemilihan Area Pencetakan.

Pada umumnya, jika lembar kerja yang akan dicetak bentuknya sederhana, kita tidak perlu melakukan langkah ini, karena Excel for Windows secara otomatis akan mencetak setiap bagian kerja yang berisi data atau pun objek grafik. Namun jika lembar kerja Anda terdiri dari multi halaman, maka Anda dapat mengostumisasi area percetakan.

Spesifikasi area percetakan

Untuk spesifikasi area percetakan, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Tampilkan menu Page Layout



2. Pilih Page Setup, seperti gambar berikut.




3. Klik sheet




4. Geser pointer ke kotak Print Area, kemudian klik




5. Ketik spesifikasi area percetakan


Misalnya B2:AC56 seperti gambar di bawah. Setelah itu klik OK atau tekan ENTER untuk menutup kotak dialog.

Pemilihan header Tetap

Jika ada header yang konsisten atau tetap di setiap lembar percetakan( seperti judul Laporan atau Heading), Anda dapat meminta Excel untuk mencetak secara otomatis dengan menggunakan perintah Page Setup dengan langkah-langkah seperti di atas:
1. Pilih menu Page Layout
2. Pilih Page Setup
3. Klik Sheet
4. Bedanya hanyalah menggeser pointer ke kotak Rows to Repeat at Top, klik.

5. Ketik spesifikasi area percetakan judul, misal A1:AC1, kemudian klik OK atau tekan ENTER.


Modifikasi Setting Percetakan

Sebelum mencetak, tentukan dulu layout halaman percetakan sehinggan nantinya hasil percetakan sesuai dengan keinginan kita. Semua pilihan Layout halaman berikut, diakses dengan perintah Page Layout:

Layout dan Fungsinya



Layout Fungsi
Orientation Menghasilkan Cetekan dalam bentuk tidur (Landscape) atau berdiri (Potrait)
Margins Menspesifikasi jumlah spasi dan area percetakan lembar kerja
Header / Footer Informasi yang dimuat dalam kotak ini akan tampil sebagai Header atau Footer disetiap halaman Printout
Center of Page Menentukan apakah dokumen di tengah pada arah vertikal atau horisontal dalam halaman.
Gridlines Menentukan garis Jaring-jaring sel dicetak atau tidak.
Row and Column Headings Menentukan apakah heading Baris dan kolom dicetak.

Pada umumnya, pilihan Rows and Column Heading dan Gridlines dinonaktifkan, agar cetekan dokumen lebih bersih dan profesional.

Spesifikasi  setting layout

Untuk Spesifikasi  setting layout halaman, laksanakan langkah-langkah berikut:
1. Pilih Menu Page Layout
2. Pilih Page Layout
3. Klik salah satu button pilihan proses.
4. Setelah kotak dialog tampil, aktifkanlah pilihan yan Anda inginkan.
5. Klik OK atau tekan ENTER.


Penayangan Printout

Setelah halaman lengkap, Anda dapat meninjau tampilan cetakan dokumen dengan perintah File Print Preview. Perintah ini menampilkan WYSIWYG (What You See Is What You Get atau apa yang Anda lihat itulah yang anda peroleh.
Misalnya Anda akan mencetak dokumen berikut:

Langkah-langkah penayangan printlayout

Adapun langkah-langkah yang Anda lakukan sebagai berikut:
1. Pilih Page Layout
2. Pilih Page Setup
3. Jika kotak dialog sudah muncul, pilih button Print Preview seperti tampak pada gambar di bawah'

Setelah itu, akan muncul tampilan seperti di bawah ini dan Anda dapat meninjau dukumen yang anda akan cetak.


Pada saat Anda berada dalam halaman seperti di atas, Anda dapat berahli ke halaman yang lain dengan tombol next atau Previous. Selain itu Anda juga bisa memperbesar dokumen dengan menggunakan Zoom.
Untuk menampilkan margin halaman gunakan tombol Margin. Ubah setup halaman Anda dengan tombol Page Setup



Pencetakan Lembar Kerja.

Setelah Anda melakukan setup halaman dan meninjau tampilan halaman cetakan, Anda dapat melakukan pencetakan dokumen. Pencetakan dapat dilakukan dari halaman preview atu pun bisa dilakukan dengan perintah File Print.

Langkah-langkah Pencetakan Lembar Kerja

Adapun langkah-langkahnya sebagai berikut:
1. Pilih Page Layout.
2. Pilih Page Setup
3. Setelah kotak dialog muncul, Klik perintah Print.

Anda juga bisa langsung memilih C+P.
4. Jika kotak dialog Print muncul, aktifkan yang di inginkan kemudian pilih OK.

Pastikan semua bagian lembar kerja yang akan dicetak telah dipilih yaitu memilih setiap sel lembar kerja yang akan di cetak.
Demikianlah sedikitnya mengenai cara pencetakan lembar kerja excel yang dapat saya bagikan.Semoga bermanfaat. Syalom.

CONTOH LAPORAN PENDAHULAN PENYELIDIKAN GEOLOGI

1. LATAR BELAKANG
Gerakan tanah adalah proses perpindahan massa tanah dan/atau batuan dengan arah tegak, mendatar atau miring dari kedudukan semula, karena pengaruh gravitasi, aliran air dan beban luar. Gerakan tanah terjadi pada suatu lereng dimana lereng tersebut berada dalam keadaan tidak seimbang. Gerakan tanah merupakan salah satu proses geologi.
Secara garis besar ada 2 (dua) faktor yang mempengaruhi terjadinya gerakan tanah, yaitu faktor alam dan faktor buatan. Faktor alam meliputi kondisi geologi, kondisi iklim, dan kondisi vegetasi, sedangkan faktor buatan yaitu dampak aktivitas manusia.
Kondisi-kondisi geologi yang mempengaruhi terjadinya gerakan tanah antara lain bentuk dan penyebaran morfologi, jenis dan penyebaran batuan (litologi), jenis dan penyebaran serta kerapatan struktur geologi, tingkat pelapukan batuan, sifat fisik dan kimiawi serta sifat mekanik tanah dan/atau batuan, kondisi air baik air permukaan maupun air bawah tanah, serta proses-proses geologi lainnya yang telah dan sedang berlangsung. Penyelidikan – penyelidikan geologi dimaksud dapat berupa penyelidikan geologi permukaan maupun penyelidikan geologi bawah permukaan.

2. TUJUAN PENYELIDIKAN GEOLOGI
Penyelidikan geologi sehubungan dengan terjadinya gerakan tanah bertujuan untuk memperoleh data dan informasi tentang kondisi geologi lokasi gerakan tanah. Kondisi geologi dimaksud meliputi jenis dan penyebaran batuan dan/atau tanah, tingkat pelapukan batuan, jenis dan penyebaran struktur geologi, stratifikasi atau susunan lapisan batuan/tanah, serta kondisi air tanah. Informasi kondisi-kondisi geologi tersebut sangat diperlukan untuk keperluan identifikasi dan penanggulangan longsoran, mengingat kondisi geologi merupakan salah satu faktor internal penyebab longsor. Untuk itu perlu dipetakan secara detail kondisi geologi lokasi gerakan tanah sehingga dapat digunakan dalam menentukan tipe longsoran dan faktor penyebabnya serta pemilihan tipe penanggulangan longsoran.


3. WAKTU DAN LOKASI PENYELIDIKAN
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Perencanaan Khusus Daerah Rawan Longsor Wilayah III Maybrat maka pihak konsultan telah melaksanakan serangkaian penyelidikan geologi selama 2 (dua) bulan yaitu pada bulan Mei hingga Juni 2012.
Adapun lokasi yang menjadi target penyelidikan adalah lokasi longsoran yang tersebar pada ruas jalan Kambuaya – Susumuk dan ruas jalan Kumurkek – Ayawasi yaitu di KM.199+400, KM.217+700, KM.217+870, dan KM.218+000.
Secara administrasi lokasi-lokasi tersebut termasuk dalam wilayah pemerintahan kabupaten Maybrat propinsi Papua Barat. Secara astronomis lokasi-lokasi tersebut berada pada koordinat geografis dan elevasi sebagaimana tersaji pada tabel 1-1. Lokasi tersebut dapat dicapai dengan menggunakan kendaraan beroda empat dari kota Sorong dengan waktu tempuh ± 5 – 6 jam. Kondisi jalan sebagian besar beraspal.
Tabel 1-1. Letak Lokasi Titik Longsor

Lokasi
Ruas Jalan
KM
Koordinat
Elevasi
01
Kambuaya-Susumuk
199+400
132°26’49.1” BT
01°20’59.1” LS
298
02
Kumurkek-Ayawasi
217+700
132°29’41.5” BT
01°14’10.5” LS
566
03
Kumurkek-Ayawasi
217+870
132°29’42.2” BT
01°14’06.3” LS
572
04
Kumurkek-Ayawasi
218+000
132°29’41.9” BT
01°14’02.0” LS
571



4. RUANG LINGKUP PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK
Penyelidikan geologi yang dilakukan adalah penyelidikan geologi teknik meliputi penyelidikan dipermukaan dan penyelidikan di bawah permukaan. Lingkup penyelidikan geologi teknik yang telah dilakukan meliputi:
- Pemetaan Geologi (Geology Mapping)
- Pendugaan bawah permukaan menggunakan alat geolistrik
- Pemboran Inti
- Pengujian di Laboratorium

Hasil – hasil dari penyelidikan-penyelidikan tersebut saling berhubungan erat dan melengkapi dalam memodelkan kondisi geologi pada lokasi penyelidikan.

Demikianlah contoh laporan pendahuluan penyelidikan geologi. Semoga bermanfaat dan Syalom.

PENGERTIAN DAN SEJARAH PENEMUAN KOMPUTER

1. PENGERTIAN KOMPUTER
Komputer adalah alat yang digunakan untuk mengelolah data menurut perintah yang telah dirumuskan. Awalnya kata komputer dipergunukan untuk menggambarkan orang yang melakukan pekerjaan memnghitung aritmatika deengan atau tanpa alat bantu. Tetapi pada akhirnya kata komputer kemudian digunakan untuk mesin itu sendiri. Jika didefenisikan secara luas, komputer berarti suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen yang diihubunkan dengan komponen lain sehingga dapat bekerja secara bersama-sama untuk menghasilkan informasi berdasarkan data yang ada. Jadi dapat disimpulkan arti luas dari komputer adalah alat yang memproses infomasi atau sistem pengelolah infomasi.

2. SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER
Komputer pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuan matematika yang bernama Charles Babbage pada tahun 1822 yaitu menciptakan alat yang bisa melakukan perhitungan yang rumit. Dari alat inilah penemuan komputer dimulai. Kemudian pada tahun 1937, Dr. Jhon V Atanasoff dan Clifford Berry mendessain koputer digital elektronik pertama yang dikenal dengan nama ABC (Atanasoff-Berry Computer). Tetapi alat tersebut hanya bisa meghitung tambah dan kurang saja. Selama perang dunia II tepatnya tahun 1943, seorang ilmuan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris yang digunakan untuk menembus kode petahanan Jerman. Tapi komputer tersebut hanya digunakan untuk kebutuhan perang saja. Tahun 1943 Selama Perang Dunia 2, ilmuwan Inggris yang bernama Alan Turing mendesain komputer elektronik khusus untuk tentara Inggris. Digunakan untuk menembus kode pertahanan Jerman. Setahun setelah itu pada tahun 1944, Howard Hathaway Aiken membuat Mark I yaitu sebuah komputer hitung digital pertama dibuat. Komputer ini memiliki luas 7,45 kaki x 50 kaki, dengan berat 35 ton. Mark I dapat digunakan untuk menghitung probabilitas. Pada tahun berikutnya (1945), Dr. John von Neumann menulis sebuah ide mengenai konsep penyimpanan data. Satu tahun kemudian, Dr. John W. Mauchly dan J. Presper Eckert, jr menyelesaikan komputer skala besar yang pertama dan diberi nama ENIAC (Electronic Numerial Integrator And Computer). Kedua orang ini juga dikenal sebagai penumu komputer. ENIAC berbobot 30 ton yang terdiri dari 18.000 lampu tabung (transistor ukuran besar), memiliki luas 30 kaki x 50 kaki dan memakai tenaga sebesar 160.000watt. ENIAC tidak hanya menghitung tambah, kurang, kali dan bagi saja, tetapijuga dapat diprogram untuk melakukan proses sederhana. Dibandinng dengan Mark I yang hanya dapat menghitung sehingga dapat dilihat bahwa ENIAC adalah komputer yang pertama. Sejak tahun 1947 setelah William Shockley menemukan transistor, ukuran komputer semakin mengecil.


3. KOMPONEN UTAMA KOMPUTER
Ada tiga komponen utama pada komputer yang merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan yaitu:
a. Hardware (perangkat keras)
Hardware terdiri dari perangkat tertentu amempunyai tugas tertentu dalam membangun sebah sistem kerja komputer. Hardware pokok dari komputer adalah Monitor, keyboard, Mouse dan CPU. CPU sendiri berisi minimal Motherboard, Processor, Memory dan Harddisk. Jadi hardwaare merupakan perangkat yang fisiknya nampak berupa benda. Adapun beberapa hardware tambahan seperti stavolt, sound card, speaker aktif, dan printer.
b. Software (perangkat lunak)
Software atau perangkat lunak adalah sekumpulan program atau perintah-perintah digital untuk mengkoordinasikan kerja dari hardware. Software sebetulnya dibagi menjaddi beberapa bagian menurut fungsi kerjanya. Software yang digunakan untuk mengatur kerja hardware sampai dengan siap digunakan lebih lanjut sering disebut dengan Operating System (OS). Contohnya adalah LINUX, Apple dan Microsoft Windows.
c. Brainware (perangkat otak / pelaksana)
Yang dimaksudkan dengan brainware adalah manusia atau orang yang menjalankan komputer. Manusia sebagai brainware terdiri dari beberapa tingkatan. Tingkatan paling rendah adalah operator (hanya mampu menjalankan saja/menggunakan program). Tingkatan yang lain adalah programing dan analis.

4. MENGENAL APLIKASI KOMPUTER
Dalam komputer terdapat banyak  aplikasi yang dapat digunakan salah satunya adalah aplikasi perkantoran yang dikenal dengan Microsoft Office. Microsoft Office digunakan untuk mengerjakan data-data perkantoran yang diperlukan. Ada tiga bagian Microsoft Office yaitu:
a. Microsoft Word atau Microsoft Office Word
Microsoft Word atau Microsoft Office Word adalah perangkat lunak pengolah kata (word processor) andalan Microsoft. Pertama diterbitkan pada 1983 dengan nama Multi-Tool Word untuk Xenix, versi-versi lain kemudian dikembangkan untuk berbagai sistem operasi, misalnya DOS (1983), Apple Macintosh (1984), SCO UNIX, OS/2, dan Microsoft Windows (1989). Setelah menjadi bagian dari Microsoft Office System 2003 dan 2007 diberi nama Microsoft Office Word.
b. Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel
Microsoft Excel atau Microsoft Office Excel adalah sebuah program aplikasi lembar kerja spreadsheet yang dibuat dan didistribusikan oleh Microsoft Corporation untuk sistem operasi Microsoft Windows dan Mac OS. Aplikasi ini memiliki fitur kalkulasi dan pembuatan grafik yang, dengan menggunakan strategi marketing Microsoft yang agresif, menjadikan Microsoft Excel sebagai salah satu program komputer yang populer digunakan di dalam komputer mikro hingga saat ini. Bahkan, saat ini program ini merupakan program spreadsheet paling banyak digunakan oleh banyak pihak, baik di platform PC berbasis Windows maupun platform Macintosh berbasis Mac OS, semenjak versi 5.0 diterbitkan pada tahun 1993. Aplikasi ini merupakan bagian dari Microsoft Office System, dan versi terakhir adalah versi Microsoft Office Excel 2007 yang diintegrasikan di dalam paket Microsoft Office System 2007.
c. Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint
Microsoft PowerPoint atau Microsoft Office PowerPoint adalah sebuah program komputer untuk presentasi yang dikembangkan oleh Microsoft di dalam paket aplikasi kantoran mereka, Microsoft Office, selain Microsoft Word, Excel, Access dan beberapa program lainnya. PowerPoint berjalan di atas komputer PC berbasis sistem operasi Microsoft Windows dan juga Apple Macintosh yang menggunakan sistem operasi Apple Mac OS, meskipun pada awalnya aplikasi ini berjalan di atas sistem operasi Xenix. Aplikasi ini sangat banyak digunakan, apalagi oleh kalangan perkantoran dan pebisnis, para pendidik, siswa, dan trainer. Dimulai pada versi Microsoft Office System 2003, Microsoft mengganti nama dari sebelumnya Microsoft PowerPoint saja menjadi Microsoft Office PowerPoint. Versi terbaru dari PowerPoint adalah versi 12 (Microsoft Office PowerPoint 2007), yang tergabung ke dalam paket Microsoft Office System 2007.

    Demikianlah postingan saya mengenai PENGERTIAN DAN SEJARAH PERKEMBANGAN KOMPUTER kiranya bermanfaat. Terimakasih dan Syalom.

TEKNIK BISNIS ONLINE INSTAN DAN BERHASIL

Di dunia yang serba canggih saat ini, manusia mulai mengembangkan banyak hal yang dikerjakan dengan instan. Mulai dari dunia pendidikan, kesehatan, bisnis, ekonomi, makanan dan banyak lagi. Orang mulai mencari cara agar apa yang mereka kerjakan dilaksanakan dengan waktu yang singkat dengan memberikan hasil yang cukup memuaskan atau sesuai dengan target. Dalam dunia pendidkan misalnya, kebanyakan saat ini orang tidak lagi membutuhkan sekolah yang formal. Pilihan utama mereka bukan lagi melanjutkan sekolah sampai jenjang yang tinggi, tapi mereka cukup sampai jenjang setingkat SMA atau SMK kemudian dilanjutkan dengan pengembangan diri melalui keterampilan. Hal ini ditujukan supaya mereka dengan mudah menemukan pekerjaan sesuai dengan bidang keterampilan yang mereka tekuni. Begitupun dengan banyak hal lainnya dilakukan dengan serba cepat dan tepat.
Kali ini saya akan menjelaskan tentang Teknik bisnis masa kini. Dari segi bisnis, kita tahu bahwa persaingan di pasar global sangatlah ketat, seakan-akan menerapkan hukum alam "siapa kuat dia menang, siapa cepat dia dapat". Nah begitulah gambaran tantangan bisnis masa kini yang semakin berkembang pesat.
Yang menjadi pokok penjelasan saat ini yaitu Teknik Bisnis Online. Jadi dalam berbisnis Online juga membutuhkan teknik yang harus kita ikuti, bukan asal-asalan saja, melainkan dibutuhkan kreativitas yang tinggi. Misalnya, anda ingin berbisnis online dengan menjual barang atau promosi barang. memang jika dipikir sepintas tidak ada susahnya. Namun ternyata tidak semudah itu, ada banyak hal yang perlu kita perhatikan antara lain riset pasar online, cara promosi,jenis produk dan lain sebagainya. Selain itu ada banyak hal yang memungkinkan kita mengeluarkan modal entah itu besar atau kecil tergantung dari pilihan kita, memang dimana-mana yang namanya bisnis butuh modal. Seperti contoh bisnis online pasti membutuhkan modal dasar seperti biaya akses internet, biaya promosi, pembelian domain dan lain sebagainya. Namun kembali lagi, jika anda menjalankan bisnis online anda dengan sungguh-sungguh, semua modal yang anda keluarkan akan kembali dengan keuntungan yang berkali lipat, Percaya!
Ada bisnis online yang memang membutuhkan biaya besar, tapi ada juga yang biayanya sedikit saja.
Misalnya www.kerjaberuntung.mprg.net ini hanya membutuhkan modal awal sekitar Rp.90 ribuan kemudian anda akan diberikan petunjuk, paket lengkap dan aplikasi Pengumpul Rupiah untuk menjalankan bisnis Anda. Dengan mengikuti Program ini di jamin binis online anda akan berhasil yang penting anda tekun dan megikuti setiap petunjuk yang diberikan. Anda akan memiliki kesempatan mendapatkan uang dengan kisaran 1-2 juta per hari dengan hanya membutuhkan waktu online kurang lebih 30 menit dalam satu hari.
Bisnis online dengan sistem PEGUMPUL RUPIAH ini cara kerja cukup mudah, instan dan modalnya kecil. Jadi apa salahnya mencoba menjalankan programnya hanya di www.kerjaberuntung.mprg.net maka anda akan menghasilkan tambahan rupiah untuk kantong anda.
Bisnis Oline bisa membuat anda kaya jika anda fokus dan meluangkan waktu khusus setiap hari sekitar setengah jam.
Saya Rasa demikianlah penjelasan saya. semoga bermanfaat.


PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN DAN JENISNYA

PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN

Suatu konstruksi direncanakan untuk suatau keperluan tertentu. Tugas utama suatu konstruksi adalah mengumpulkan gaya akibat muatan yang bekerja padanya dan meneruskannya ke bumi. Untuk melaksanakan tugasnya dengan baik maka konstruksi harus berdiri dengan kokoh. Semua beban yang diterimanya akan diteruskan ke bumi melalui sesingkat-singkatnya. Bagian yang meneruskan beban itulah yang disebut perletakan/dudukan. Selain meneruskan beban, perletakan juga akan memikul konstruksi tersebut. Perletakan bisa berupa sebuah pondasi.
Dalam memberikan perletakan, harus dipertimbangkan dengan baik agar mekanisme pendukungan dan penyaluran beban ke bumi terjadi dengan baik. Hal yang harus dipertimbangkan adalah stabilitas konstruksi. Suatu konstruksi akan stabil bila konstruksi diletakkan di atas pondasi yang baik. Pondasi akan melawan gaya aksi yang diakibatkan oleh muatan yang diteruskan oleh konstruksi kepada pondasi. Gaya lawan yang ditimbulkan pada pondasi disebut : Reaksi. Dalam kasus ini pondasi digambarkan sebagai perletakan.

JENIS-JENIS PERLETAKAN STRUKTUR BANGUNAN

Berikut ini diuraikan tiga jenis perletakan yang merupakan jenis perletakan yang umum digunakan. Yaitu perletakan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horizontal.

PERLETAKAN SENDI

Perletakan Sendi, yaitu perletakan terdiri dari poros dan lubang sendi. Pada perletakan demikian dianggap sendinya licin sempurna, sehingga gaya singgung antara poros dan sendi tetap normal terhadap bidang singgung, dan arah gaya ini akan melalui pusat poros.

Sifat Teknis

Perletakan sendi mempunyai sifat teknis :
a. Garis kerja reaksi  dua arah : Vertikal dan Horisontal
b. Tidak dapat menahan MOMEN, sehingga akan mengalami rotasi yang dapat mencegah balok patah karena memuai atau melentur.

PERLETAKAN ROLL

Perletakan Roll yaitu perletakan yang selalu memiliki lubang sendi. Apabila poros ini licin sempurna maka poros ini hanya dapat meneruskan gaya yang tegak lurus bidang singgung di mana poros ini diletakkan. 

Sifat Teknis

Perletakan Roll mempunyai sifat teknis :
a. Garis kerja reaksi satu arah saja : VERTIKAL
b. Tidak dapat menahan gaya HORISONTAL, sehingga dapat berpindah pada arah horizontal agar balok tidak patah karena memuai.
c. Tidak dapat menahan MOMEN, sehingga akan mengalami rotasi yang dapat mencegah balok patah karena memuai atau melentur.

PERLETAKAN JEPIT

Perletakan Jepit adalah perletakan yang menciptakan kondisi kaku/monolit. Perletakan ini seolah-olah dibuat dari balok yang ditanamkan pada perletakannya, demikian sehingga mampu menahan gaya-gaya maupun momen dan bahkan dapat menahan torsi.

Sifat Teknis

Perletakan Jepit  mempunyai sifat teknis :
Mampu menahan Momen, Gaya Horizontal dan Gaya Vertikal sehingga tidak bergerak arah horisontal, vertikal dan juga tidak berputar. Sering juga disebut perletakan KAKU.

PERLETAKAN PENDEL

Perletakan pendel yaitu suatu perletakan yang titik tangkap dan garis kerjanya berimpit. 


Garis kerja reaksi pada batang pandel berhimpit dengan batang itu sendiri, memberi peluang berputar ke segala arah

Sebuah konstruksi dapat didudukkan di atas satu atau lebih perletakan. Jenis perletakannya adal seperti di atas dan dapat dikombinasikan satu sama lain. Namun dalam mengkombinasikannya, harus dipertimbangkan kestabilannya. Syarat kestabilan adalah jumlah reaksinya tidak boleh kurang dari 3 ( tiga ). Konstruksi Labil bila n < 3 dimana n adalah bilangan reaksi pada perletakan. Contoh :