Follow Me

Instagram

DEFINISI DAN PROSES PENGELASAN SERTA KEUNTUNGAN DAN KERUGIANNYA

Pernahkah Anda melihat atau mendengar bahkan melakukannya sendiri suatu penkerjaan yang berhubungan dengan logam atau umumnya besi dan baja. Kalau dalam teknik mesin jelas ada yang namanya proses penyambungan, begitupun dalam teknik sipil yang membahas tentang penyambungan dalam struktur baja. Proses penyambungan sendiri dapat kita lakukan dengan beberapa metode, ada pengelasan, penyambungan dengan baut dan lain sebagainya. Tapi khusus kali ini saya akan membahas tentan proses penyambungan dengan pengelasan. Berikut ulasannya.

Definisi Pengelasan

Setiap dari kita yang merupakan orang teknik baik teknik mesin, teknik sipil, dan teknik lain-lainnya yang berhubungan dengan penyambungan logam, pasti akan mengetahui apa itu pengelasan. Tentu aneh bukan jika kita melakukan atau mempelajari tentang pengelasan namun kita didak mengetahui pengertian dari pengelasan itu sendiri. Secara umum pengelasan dapat di artikan sebagai penyambungan besi atau logam. Dalam ilmu teknik sendiri, definisi atau pengertian dari Pengelasan adalah proses penyambungan dua buah logam sejenis dengan cara memanaskan sampai suhu lebur tanpa atau dengan menggunakan bahan tambah hingga keduanya tersambung.

Sumber panas pengelasan

Ada tiga sumber panas dalam proses pengelasan pada umumnya yang sering digunakan, yaitu:

  1. Secara mekanik, misalnya dengan gesekan, pukulan, dan tekanan dari material yang akan disambung.
  2. Dengan energi listrik, misalnya melalui busur listrik, tahanan listrik, dan pancaran electron.
  3. Dengan gas, misalnya udara panas, argon, helium, dan hydrogen.

Proses-proses Pengelasan

Pemilihan jenis proses pengelasan tergantung pada konstruksi yang akan dilas, mutu yang ingin dicapai, bahan yang akan dilas, dan biaya. Umumnya proses pengelasan adalah fusi dan tekan. Proses fusi adalah dengan mencairkan setempat secara bersama antara material yang akan dilas dan bahan pengisi. Sedangkan proses tekan tidak memerlukan bahan pengisi.

Jenis-jenis Proses Pengelasan

Ada beberapa jenis proses pengelasan yang umumnya dapat digunakan dalam proses penyambungan logam.

1. Pengelasan Tempa

Benda kerja yang akan disambung dipanaskan sampai temperature dibawah temperature cairnya dan kemudian dilakukan penyambungan dengan tekanan/pukulan.
Contoh penerapan: penyambungan rantai, pipa, konstruksi mesin ringan,dan sebagainya.

2. Pengelasan Gas.

Benda kerja dipanaskan dengan menggunakan busur api yang dihasilkan oleh kombinasi gas-gas (gas alam, asetilen, oksigen-hidrogen, helium dan sebagainya). Contoh penerapan: tabung, pipa, konstruksi mesin.

3. Pengelasan Busur Listrik

Panas diperoleh dari loncatan bunga api listrik antara elektroda las (sekaligus berfungsi sebagai bahan pengisi) dan benda kerja. Transformator las diperlukan untuk menghasilkanarus kuat hingga 200 amper pada tegangan yang cukup rendah. Pada table berikut diberikan daftar kuat arus yang diperlukan.

4. Las Tahanan Listrik

Pada prinsipnya panas ditimbulkan karena adanya tahanan listrik pada benda kerja. Kemudian setelah bagian dari benda kerja yang akan disambung pijar, dilakukan penyambungan dengan ditekan. Penerapan pengelasan ini hanya pada benda kerja yang dapat mengalirkan arus listrik dengan baik.

  • Jenis-jenis pengelasan dengan las tahanan listrik

Jenis pengelasan yang termasuk las tahanan listrik sangat banyak diantaranya:

  1. Las Titik ( spot welding). Elektroda pengalir arus listrik terbuat dari tembaga atau paduan Cu+Mo yang dibagian dalamnya berongga untuk mengalirkan cairan pendingin. Las ini biasa digunakan untuk menyambung pelat-pelat yang tipis.
  2. Las Tumpul. Pengelasan dengan Las tumpul  dilakukan dengan cara menyambungkan benda kerja kemudian dialiri arus listrik. Jenis material benda kerja harus sama, serta arus listrik yang dialirkan harus merata pada permukaan yang akan disambung.

 Jenis-jenis Sambungan Las

Adapun beberapa jenis sambungan las pada umumnya yaitu:

1. Sambungan Temu (butt joint)

Butt joint digunakan untuk plat-palt rata dan tiang-tiang. Kemampuan butt joint untuk bebab statis maupun dinamis , lebih tinggi kekuatannya dari pad alas fillet, tetapi las butt biayanya lebih tinggi. Kapasitas beban dinamis dapat diperhitungkan dari kerapatan pengelasan dan pengerjaan finishing. Diagonal atau kemiringan pengelasan juga dapat menambah kapsitas beban statis. Untuk tebal plat sampai 4 mm, tanpa dibuat miring ujung-ujungnya, untuk tebal plat 5 mm s.d. 15 mm perlu dibuat kampuh V ( bersudut V, 60 ) dan untuk tebal plat 10 mm s.d. 30 mm perlu dibuat kampuh X, untuk tebal plat lebih besar lagi ujung-ujung plat dibuat kampuh U dobel U.

2. Sambungan Tee (T joint)

Tee joint biasanya berbentuk kampuh datar. Kekuatannya lebih kecil disbanding dengan butt joint untuk beban dinamis, yang terkuat adalah dengan menggunakan kampuh rongga, kemudian kampuh datar, dan yang terlemah adalah dengan menggunakan kampuh lengkung. Tebal kampuh ( a ) untuk jenis sambungan ini adalah tinggi dari penampang segi tiga dari kampuh.

3.Sambungan Sudut (corner joint)

Jenis sambungan ini termasuk lemah karena Kekuatan dari sambungan ini lebih kecil dibanding dengan Tee joint. Hal ini disebabkan karena sambungannya terletak di sudut dimana beban bekerja lebih besar.

4.Sambungan Tumpang (Lap joint)

Sambungan yang satu ini merupakan jenis sambungan yang paling lemah dari semua sambungan las.

Keuntungan dan Kerugian Sambungan Las

Sambungan las memiliki banyak manfaat dalam suatu pekerjaan, baik pekerjaan mesin, pekerjaan struktur baja dan lain-lain. Oleh sebab itu sambungan las akan memiliki kualitas sesuai proses pengerjaannya, sehingga sambungan las memiliki keuntungan dan kelemahan. Adapun keuntungan dan kerugian atau kelemahan sambungan las sebagai berikut:

Keuntungan

Adapun keuntungan dari sambungan las yaitu seperti berikut:

  1. Konstruksi lebih ringan
  2. Untuk komponen yang kecil dan jumlah produksi sedikit, waktu produksi akan lebih singkat dan biaya lebih murah.
  3. Dapat menahan kebocoran
  4. Proses cepat untuk produksi masal.

Kerugian 

Selain keuntungan sambungan las juga  memiliki keruguan sebagai berikut:

  1. Untuk produksi masal biaya lebih tinggi.
  2. Kesulitan untuk mengetahui mutu las.
  3. Pengerjaannya memerlukan pengalaman khusus.
  4. Memerlukan pengetahuan tentang bahan yang akan dilas.

Demikian informasi atau pembahasan dari saya mengenai Proses pengelasan dalam ilmu teknik dasar. Semoga bermanfaat.

1 comment: